Suasana Natal di Kota Kelahiran Yesus Betlehem Pasca Perang di Jalur Gaza
Sumber: Canva.com | AP

News / 15 December 2025

Kalangan Sendiri

Suasana Natal di Kota Kelahiran Yesus Betlehem Pasca Perang di Jalur Gaza

Lori Official Writer
1760

Untuk pertama kalinya sejak perang di Gaza mengguncang kawasan ini, pohon Natal kembali dinyalakan di Manger Square—tepat di kota tempat Yesus Kristus dilahirkan di Betlehem. Bagi warga Palestina, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan tanda kehidupan dan harapan yang selalu mereka nantikan di setiap akhir tahun.  

Penyalaan pohon Natal itu menghadirkan sukacita yang bercampur duka. Di tengah himne yang dinyanyikan dan paduan suara Natal yang menggema, hati banyak orang tetap diliputi kesedihan atas ribuan korban jiwa dan kehancuran di Gaza, serta tekanan ekonomi yang melumpuhkan Betlehem akibat pengepungan dan pembatasan ketat Israel.

Bagi warga setempat, perayaan Natal tahun ini memiliki makna ganda: merayakan kelahiran Sang Juruselamat sekaligus menyuarakan kerinduan akan kebebasan dan kehidupan yang bermartabat. Ribuan orang berkumpul di alun-alun, mengikuti satu-satunya bentuk perayaan yang diizinkan—ritual keagamaan yang sederhana, tanpa pesta besar, tanpa arak-arakan.

 

Baca Juga: Akhirnya! Setelah 2 Tahun Tanpa Natal Kini Bethlehem Kembali Menyala untuk Perayaan Natal

 

Pendeta Munther Isaac, pastor Gereja Natal Lutheran Injili, menggambarkan suasana itu sebagai Natal yang berbeda. “Betlehem dihias dengan indah, dan pohon Natal diterangi, tetapi ada kesedihan mendalam di dalam hati setiap warga Palestina,” ujarnya. Namun ia menegaskan, melalui perayaan ini warga Palestina ingin mengirimkan pesan ketahanan: bahwa mereka masih ada, masih hidup, dan bertekad menjaga Betlehem sebagai ibu kota Natal dunia. “Warga Palestina mencintai kehidupan,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Wali Kota Bethlehem, Maher N. Canawati. Ia mengatakan keputusan menyalakan kembali lampu Natal diambil setelah “periode kegelapan dan keheningan yang panjang.” Menurutnya, saat pohon Natal menyala, dunia diingatkan bahwa harapan adalah sebuah kekuatan. “Namun penderitaan dan kehancuran di Gaza tetap ada di hati kami,” tambahnya. “Orang-orang mengingat secercah cahaya bahkan di tengah kehancuran.”

Dalam kesempatan itu, Canawati juga menyampaikan pesan dari Paus Leo XIV, yang meyakinkan warga bahwa Betlehem ada dalam doa dan hatinya, serta menyerukan agar rakyat Gaza tidak menyerah pada keputusasaan. Ia pun mengajak para peziarah dunia untuk kembali mengunjungi Betlehem, menyebut pariwisata sebagai tindakan solidaritas bagi rakyat Palestina yang lelah oleh perang, tetapi belum kehilangan harapan.

Di balik cahaya Natal, Betlehem masih bergulat dengan krisis ekonomi yang parah. Penutupan wilayah dan runtuhnya sektor pariwisata membuat banyak toko nyaris tak bertahan. Adrian Habibeh, seorang pengrajin kayu zaitun, mengaku pariwisata hampir berhenti total selama lebih dari dua tahun. “Natal tahun ini tidak seperti sebelumnya,” katanya, “tetapi kami berharap ini menjadi awal pemulihan. Pariwisata sangat penting bagi ekonomi kami.”

 

Baca Juga: Sunyinya Perayaan Natal di Betlehem, Berikut Pesan Natal dari Bethlehem

 

Meski harus melewati pos pemeriksaan dan pembatasan jalan, warga dari berbagai kota di Tepi Barat tetap datang. Yara Khalil, yang bepergian dari Ramallah bersama keluarganya, mengaku merasakan kegembiraan sekaligus kegelisahan. “Gaza sangat menderita, dan rasa sakit itu ada di dalam diri kami,” ujarnya. “Namun Betlehem, yang tidak merayakan Natal selama dua tahun, tetap terlihat indah.”

Malam itu, cahaya pohon Natal di Betlehem tidak menghapus luka perang. Namun di kota kelahiran Yesus, cahaya itu menjadi penanda bahwa di tengah penderitaan terdalam sekalipun, harapan masih bisa dinyalakan—dan iman masih menemukan jalannya.

Bagi para pembaca setia Jawaban, kita rindu supaya damai dan sukacita Natal bisa hadir di setiap hati bangsa-bangsa. Begitu juga di kota kelahiran Sang Juruslamat dunia yaitu di Bethlehem - kiranya kasih Tuhan menyentuh setiap hati dan memulihkan konflik berkepanjangan yang telah merenggut banyak jiwa. Mari doakan agar Natal di tahun ini mendatangkan harapan dan pemulihan atas setiap orang yang menderita karena perang.

Halaman :
1

Ikuti Kami