Banyak Orang Salah Kaprah tentang Manifestasi, Mari Pahami Kebenarannya Menurut Alkitab
Sumber: Hailshadow from Getty Images Signature

Youth / 11 December 2025

Kalangan Sendiri

Banyak Orang Salah Kaprah tentang Manifestasi, Mari Pahami Kebenarannya Menurut Alkitab

Claudia Jessica Official Writer
1397

Belakangan ini, konsep manifesting semakin populer. Banyak orang percaya bahwa dengan cukup membayangkan dan meyakini sesuatu, maka hal itu bisa terjadi dalam hidup mereka. Tidak sedikit juga yang menganggap manifesting sama seperti beriman. Tetapi benarkah begitu?

Dalam salah satu tayangan Superyouth, Ps. Reguel Lewi dari New Wine International Church menjelaskan dengan sangat jelas perbedaan antara manifesting dan iman Kristen.

Apa Sebenarnya Manifesting Itu?

Ps. Reguel menjelaskan bahwa manifesting biasanya dipahami sebagai proses mewujudkan sesuatu yang kita pikirkan, bayangkan, dan yakini sampai akhirnya menjadi kenyataan. Konsep ini sering menggabungkan kekuatan pikiran, emosi, dan sugesti.

Namun ia mengingatkan bahwa kekuatan pikiran manusia ada batasnya.

“Pikiran kita memang punya kuasa. Perkataan kita juga punya kuasa. Tapi kuasanya tidak sampai membuat rumah muncul di depan mata kita begitu saja,” jelas Ps. Reguel.

Tetap harus ada usaha, tindakan nyata, dan penyertaan Tuhan.

Manifesting Tidak Sama dengan Iman

Banyak orang menganggap manifesting mirip dengan iman, padahal menurut Ps. Reguel keduanya berbeda jauh.

Ps. Reguel menjelaskan bahwa manifesting lebih mirip dengan sugesti, bukan iman.

Iman berarti percaya kepada janji Tuhan. Kita melangkah, merencanakan, dan bertindak berdasarkan kehendak Tuhan, bukan hanya berdasarkan keinginan atau visualisasi kita sendiri.

Merencanakan sesuatu sambil percaya pada tuntunan Tuhan adalah hal yang baik. Namun masalah muncul ketika seseorang menempatkan kekuatan dirinya sendiri sebagai pusat, bukan Tuhan.

“Manifesting itu baru bermasalah ketika kita menganggap pikiran kita bisa mengubah dunia tanpa Tuhan. Itu keliru,” tegas Ps. Reguel.

Lalu, Apakah Manifesting Itu Dosa?

Menurut Ps. Reguel, manifesting tidak langsung disebut dosa. Namun ia mengatakan bahwa manifesting pada dasarnya tidak membawa manfaat apa pun, terutama secara rohani.

Manifesting akan menjadi masalah jika seseorang mulai menganggap dirinya mampu mengatur hidupnya tanpa Tuhan.

Jika disimpulkan, artinya orang Kristen tidak perlu melakukan manifesting, karena itu tidak membawa kita pada iman.

Daripada bergantung pada kekuatan pikiran sendiri, kita diajak untuk kembali pada dasar iman bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas hidup kita. Dialah yang memimpin langkah kita, bukan metode visualisasi atau sugesti yang disebut sebagai manifesting.

Jika saat ini Anda sedang bingung, merasa takut melangkah, atau ragu terhadap masa depan, mintalah hikmat dan tuntunan Tuhan. Dia selalu siap memimpin.

Untuk penjelasan lengkap dari Ps. Reguel Lewi, Anda bisa menonton videonya di bagian bawah artikel ini.

Jika Anda membutuhkan dukungan doa, tim kami siap mendoakan Anda kapan pun Anda membutuhkan. Silakan hubungi Layanan Doa CBN di 0822 1500 242.

Sumber : Superyouth | Pastor Reguel Lewi
Halaman :
1

Ikuti Kami