Bersyukur dan Membiarkan Tuhan Bekerja
Sumber: Canva.com

Kata Alkitab / 18 November 2025

Kalangan Sendiri

Bersyukur dan Membiarkan Tuhan Bekerja

Aprita L Ekanaru Official Writer
5078

Dalam setiap perjalanan hidup, kita sering kali berusaha keras untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan. Kita mengatur strategi, bekerja lebih keras, dan mencoba segala cara yang kita tahu. Sikap ini baik karena Tuhan memang memberi kita kemampuan untuk berusaha. Namun, ada satu kenyataan yang sering kita lupakan, yaitu kemampuan manusia memiliki batas. Ketika semua usaha telah dilakukan tetapi hasil belum terlihat, saat itulah kita diajak untuk masuk ke dalam sikap hati yang lebih dalam bersyukur dan membiarkan Tuhan bekerja.

Bersyukur bukan hanya reaksi ketika keadaan baik. Justru, bersyukur adalah sikap iman yang paling nyata ketika kita mengucapkannya saat keadaan belum berubah. Dalam momen penuh ketidakpastian, syukur membuat hati tetap tenang dan pikiran tetap jernih. Syukur juga menempatkan fokus kita bukan pada masalah, tetapi pada Tuhan yang lebih besar daripada masalah itu sendiri.

Mazmur 37:7

“Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.”

Ungkapan “Let go and let God” mengingatkan kita bahwa setelah berusaha sekuat tenaga, ada waktunya kita harus melepaskan kendali dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan. Berserah bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengakui bahwa Tuhan memiliki cara dan waktu terbaik yang sering kali berbeda dari rencana kita. Ketika kita melepaskan beban itu kepada Tuhan, hati menjadi lebih ringan karena kita tahu bahwa kita tidak berjalan sendirian.

Amsal 3:5–6

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Dalam masa penantian, mudah sekali muncul rasa frustrasi atau gelisah. Kita bertanya-tanya mengapa Tuhan belum menjawab, atau mengapa keadaan tampak tidak berubah. Namun, Alkitab berulang kali menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengecewakan orang yang menantikan Dia. Penantian yang ditopang dengan sikap bersyukur membuat kita tetap stabil. Syukur menjadi jangkar yang menjaga iman kita tetap kokoh meski angin kehidupan bertiup kencang.

Yesaya 40:31

“Tetapi orang-orang yang menantikan TUHAN mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya...”

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Yang menarik adalah ketika kita memilih untuk bersyukur, kita sebenarnya sedang memberi ruang bagi Tuhan untuk bertindak. Banyak orang tidak menyadari bahwa hati yang penuh keluh kesah atau ketakutan sering kali menutup pintu untuk melihat cara Tuhan bekerja. Sebaliknya, hati yang bersyukur menjadi lebih peka melihat pertolongan Tuhan yang datang dari jalan-jalan yang tidak terduga. Sering kali, solusi Tuhan muncul dari arah yang sama sekali tidak terpikirkan oleh kita.

1 Tesalonika 5:18

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Selain itu, sikap berserah yang disertai syukur membantu kita untuk menerima proses Tuhan dengan lebih lapang. Kita mulai melihat bahwa perjalanan ini bukan sekadar tentang mendapatkan jawaban, tetapi tentang membentuk karakter dan iman kita. Tuhan bekerja tidak hanya pada situasi, tetapi juga pada diri kita.

Roma 8:28

“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan...”

Pada akhirnya, bersyukur dan memberi ruang bagi Tuhan adalah undangan untuk mempercayai bahwa rencana-Nya selalu lebih indah daripada apa yang kita pikirkan. Ketika kita berhenti memaksakan kehendak dan mulai menyerahkan semuanya ke dalam tangan-Nya, maka damai dan pertolongan Tuhan akan nyata dalam hidup kita.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami