Selama sebelas tahun menjadi orang tua tunggal, Ibu Damaris menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan. Kesibukannya bekerja dan berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga membuat ia kehilangan banyak waktu berharga bersama anak-anak. Pertemuan mereka sering hanya sebatas pergantian jam pulang dan berangkat, sehingga komunikasi dan kedekatan perlahan memudar. Namun semua itu mulai berubah ketika ia mengikuti The Parenting Project (TPP).
Selama mengikuti program ini, Ibu Damaris telah mempelajari empat modul yang membuka mata dan hatinya mengenai pola pengasuhan yang sehat. Ia memahami pentingnya peran orang tua dalam membangun karakter anak, termasuk kedisiplinan, manajemen waktu, serta bagaimana mengekspresikan kasih sayang secara nyata. Salah satu pelajaran yang paling menyentuh baginya adalah tentang “tangki cinta” anak, betapa setiap anak membutuhkan perhatian, waktu, dan kehadiran orang tua agar dapat bertumbuh dengan baik.
Kini, setelah ia tidak lagi bekerja, Ibu Damaris mulai membangun kembali komunikasi dengan anak-anaknya. Dengan memanfaatkan setiap kesempatan, ia menciptakan momen kebersamaan sederhana namun bermakna, memasak bersama, membersihkan rumah, hingga meminta bantuan kecil sebagai cara membuka ruang interaksi. Ia melihat perubahan positif dari anak-anaknya yang merespons dengan hangat setiap inisiatif yang ia lakukan.
Hubungannya dengan anak pertamanya yang sudah berkeluarga pun semakin erat. Meski tinggal di Jakarta, anaknya rutin berkomunikasi, bercerita tentang kehidupan rumah tangga, bahkan meminta pendapat ketika istrinya sedang hamil. Keterbukaan ini menjadi bukti bahwa hubungan keluarga mereka mulai pulih dan semakin kuat.
Dalam kehidupan rohani, meski mereka belum rutin berdoa bersama di rumah, Ibu Damaris dan anak-anak tetap aktif melayani di gereja masing-masing. Sesekali mereka bernyanyi bersama, dan beberapa waktu lalu ia dan anak bungsu sempat berdoa bersama di Taman Getsemani, taman doa di dekat rumahnya, sebuah langkah kecil namun berarti dalam perjalanan iman mereka.
Bagi Ibu Damaris, The Parenting Project bukan hanya program pembelajaran, tetapi perjalanan pemulihan keluarga. Ia kini memahami bahwa pola lama dapat diperbaiki, dan hubungan yang sempat renggang dapat dibangun kembali dengan kasih, komunikasi, dan kehadiran. Dengan tiga modul lagi yang akan ia ikuti, Ibu Damaris berharap perubahan positif ini terus membawa keluarganya menuju hidup yang lebih baik dan penuh kasih.
Sumber : Jawaban.com