Ibu Srianita, seorang ibu berusia 38 tahun dengan tiga anak yang masih dalam usia sekolah, menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak-anaknya. Sebagai seorang ibu, ia ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Namun, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah ketidakkompakan dengan sang suami dalam hal pola asuh. Srianita seringkali kesulitan ketika harus bersikap tegas kepada anak-anaknya.
"Kadang saya menasihati anak-anak untuk membatasi waktu bermain handphone, tapi mereka selalu bilang, 'Papa aja sering banget main handphone, kenapa kita dilarang?'" ujar Srianita, dengan suara parau.
Tidak hanya soal aturan handphone, Srianita juga berjuang untuk mengajak anak-anak beribadah.
BACA JUGA: Belajar Ubah Pola Asuh, Bapak Bagus dan Istri Kini Makin Dekat dengan Anak-Anaknya
"Saya sering mengajak mereka untuk mengikuti ibadah sekolah minggu. Pernah ada satu momen ketika saya ajak anak untuk ke gereja, anak saya jawab gini, 'Sekali-sekali gapapa lah ma. Papa aja nggak pernah ibadah," cerita Srianita mengungkapkan kesedihannya.
Perbedaan antara Srianita dan sang suami seringkali membuatnya kesulitan dalam mendidik anak-anak, apalagi ketika mereka lebih melihat sang papa sebagai contoh perbuatannya. Sebagai seorang ibu, Srianita merasa kesulitan dan bingung karena usaha kerasnya untuk mendidik anak-anak kurang mendapat dukungan dari suaminya.
Selain itu, Srianita juga merasa kesulitan dalam hal meminta maaf kepada anak-anaknya ketika ia bersikap keras atau tidak sabar. "Saya pikir, sebagai ibu, anak itu milik saya karena saya yang melahirkan. Jadi, saya merasa saya berhak marah tanpa harus meminta maaf," ungkapnya.
Namun, semuanya mulai berubah setelah Srianita mengikuti The Parenting Project (TPP) di gereja tempat ia beribadah, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Ekklesia Tulang Bawang.
BACA JUGA: Ibu yang Dulu “Pilih Kasih”, Sekarang Belajar Mengasihi Tanpa Syarat
Salah satu modul yang paling berkesan baginya adalah “Menjadi Teladan yang Baik”. Modul ini mengajarkan bahwa orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.
"Setelah mengikuti The Parenting Project, saya baru sadar kalau saya sudah salah dalam mendidik anak-anak. Saya merasa mereka milik saya karena saya yang melahirkan, tapi saya lupa bahwa mereka adalah titipan Tuhan," tuturnya.
Modul tersebut membukakan pemahaman baru bagi Srianita bahwa sebagai orang tua, ia harus lebih sabar, lebih rendah hati, dan lebih bijaksana dalam mengasuh anak-anaknya. Dengan tekad baru dan bekal pengetahuan dari The Parenting Project, Srianita mulai mengubah pola asuhnya.
"Sekarang, kalau saya marah dan merasa bersalah, saya mengajarkan anak-anak untuk meminta maaf, dan saya mulai meminta maaf juga kepada mereka. Itu hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya," ujar Srianita dengan.
Tak hanya perihal minta maaf, Srianita juga berusaha memperbaiki komunikasi dengan suaminya. Sebelumnya, komunikasi antara mereka sangat minim, namun kini ada perubahan besar yang terjadi.
BACA JUGA: Pernah Fatherless, Tuhan Ajari Saya Belajar Jadi Orangtua yang Hadir Sepenuhnya – Fitria
“Dulu, suami saya ngucapin selamat ulang tahun aja ga pernah. Apalagi kayak kasih kejutan seperti kue atau apa gitu ya. Tapi kemarin itu benar-benar luar biasa banget Tuhan. Jadi, saya percaya Tuhan itu punya rencana yang indah dalam hidup suami saya.”
Ia juga menambahkan, “Mungkin saat ini beliau belum mau ke gereja, tapi saya percaya dia pasti akan ibadah lagi.”
Perubahan positif juga terlihat pada hubungan suami dengan anak-anak mereka. “Apalagi anak-anaknya juga sekarang sudah rajin ibadah, sudah lebih deket sama papanya karena kita orangtua mulai meluangkan waktu untuk anak-anak,” ujar Srianita.
“Puji Tuhan sekarang bapaknya udah lebih deket dengan anak-anak. Jadi sekarang anak juga udah mulai cerita sama papanya. Banyak perubahan yang terjadi di keluarga kami.”
Meskipun sampai saat ini suaminya belum mau kembali ke gereja, Srianita yakin masih ada harapan. "Meskipun sekarang suami saya belum mau ibadah ke gereja, tapi saya percaya Tuhan punya rencana indah untuk hidupnya. Saya percaya dia pasti akan kembali," tuturnya penuh keyakinan.
Sampai saat ini, Srianita bersama anak-anaknya terus mendoakan Sang Suami agar bisa kembali kepada Tuhan dan beribadah bersama-sama di gereja. Mereka juga membangun mezbah keluarga meskipun sang suami masih belum mau bergabung bersama-sama.
BACA JUGA: Dulu Sering Adu Argumen Karena Selalu Turuti Mau Anak, Kini Pak Luki Berubah Karena Ini...
Mari kita juga mendukung keluarga ini dalam doa agar Tuhan menjamah hati suami Srianita dan membawa dia kembali ke gereja dan keluarganya akan semakin diberkati.
Jika Anda merasa terinspirasi oleh perjalanan Srianita dan ingin merasakan perubahan serupa dalam keluarga Anda, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan The Parenting Project.
Dengan modul-modul yang telah terbukti membantu banyak orang tua, Anda bisa belajar untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan membangun keluarga yang lebih harmonis.
Kunjungi website https://theparentingproject.id/
Sumber : Jawaban.com