PGI dan GKI Sikapi Kericuhan Indonesia: Suarakan Keprihatinan dengan Damai
Sumber: Jawaban.com

News / 31 August 2025

Kalangan Sendiri

PGI dan GKI Sikapi Kericuhan Indonesia: Suarakan Keprihatinan dengan Damai

Lori Official Writer
9897

Sejumlah lembaga Kristen di Indonesia, termasuk Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menyampaikan pernyataan sikap atas situasi sosial-politik yang belakangan ini memanas dan menimbulkan korban jiwa.

Dalam pernyataannya, GKI menyoroti hilangnya kepekaan pemerintah dan DPR terhadap penderitaan rakyat, khususnya terkait kebijakan yang dinilai semakin membebani masyarakat. "Kami menyayangkan tumpulnya nurani para pemimpin bangsa yang melahirkan kebijakan yang melukai hati rakyat," demikian isi pernyataan GKI.

GKI juga mengecam keras tindakan aparat keamanan yang dinilai brutal dalam menangani aksi demonstrasi, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Gereja ini mendesak agar pemerintah dan DPR segera membatalkan kebijakan yang menambah beban masyarakat serta mengajak umat untuk tetap menyuarakan aspirasi secara damai tanpa terprovokasi.

 

Baca Juga: Seruan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia: “Tegakkan Keadilan” Dengan Adil & Beradab

 

Sementara itu, PGI melalui Ketua Umum Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menekankan perlunya penegakan hukum yang adil dan transparan atas tragedi tewasnya seorang warga sipil dalam demonstrasi. "Polri harus menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas, berlandaskan moral, etika, keadilan, dan kemanusiaan agar sungguh-sungguh menjadi pengayom masyarakat," ujarnya.

PGI juga mendesak DPR RI untuk menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada rakyat atas pernyataan dan sikap yang dianggap melukai hati masyarakat. Selain itu, Presiden RI diminta untuk sungguh mendengar suara rakyat kecil, memperkuat komitmen pemberantasan korupsi, dan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Kedua lembaga Kristen ini sama-sama mengingatkan agar moralitas menjadi kompas bagi seluruh penyelenggara negara dalam mengambil keputusan. Mereka juga mengajak jemaat untuk terus mendoakan bangsa dan menjaga ketenangan, sembari tetap berani menyuarakan keprihatinan secara damai.

 

Baca Halaman Berikutnya --->

Pernyataan Sikap Gereja Kristen Indonesia (GKI):

1. Menyayangkan hilangnya kepekaan dan tumpulnya nurani Pemerintah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam menyikapi kondisi hidup masyarakat saat ini, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan yang melukai hati masyarakat dan menambah beban berat dalam hidup masyarakat.

2. Mengecam dengan keras tindakan brutal anggota apparat keamanan dalam mengamankan dan menertibkan demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seorang manusia.

3. Menghimbau kepada Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membatalkan kebijakan-kebijakan yang membuat masyarakat terlukai dan menambah beban berat masyarakat.

4. Mengajak seluruh masyarakat, termasuk anggota dan simpatisan GKI untuk tetap berani menyuarakan aspirasi dan keprihatinan dengan cara-cara yang damai.

5. Mengajak seluruh anggota jemaat dan simpatisan GKI untuk mendukung kondusifitas situasi dengan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi situasi sosial di sekitarnya.

6. Menyerukan kepada jemaat-jemaat GKI untuk mendoakan pergumulan bangsa Indonesia dalam setiap ibadah dan kegiatan gereja.

Demikianlah pernyataan ini kami sampaikan. Kiranya Tuhan menolong kita semua di tengah situasi dan kondisi yang saat ini sedang menerpa bangsa dan negara kita.

 

Baca Halaman Berikutnya --->

Pernyataan Sikap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI):

1. Mendesak Kapolri untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap demonstran. Tragedi tewasnya warga sipil harus ditangani serius, jujur, dan transparan, tanpa impunitas. Polri harus menunjukkan kepemimpinan berintegritas, berlandaskan moral, etika, keadilan, dan kemanusiaan, agar sungguh-sungguh menjadi pengayom masyarakat.

2. Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) untuk menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada rakyat atas pernyataan dan sikap anggotanya yang menyakiti hati nurani masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang kian berat. DPR harus kembali pada mandat utamanya: merepresentasikan aspirasi rakyat secara substantif, bukan kepentingan kelompok tertentu.

3. Meminta Presiden RI untuk sungguh mendengar suara rakyat, khususnya kelompok menengah ke bawah, serta menegakkan komitmen pemberantasan korupsi, mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, dan memenuhi kebutuhan dasar sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

4. Mengingatkan seluruh penyelenggara negara — eksekutif, legislatif, maupun yudikatif — agar menjadikan moralitas sebagai kompas dalam menjalankan tugas. Aspirasi rakyat hendaknya didengar dan dijadikan arah kebijakan, bukan ditekan dengan kekerasan.

Segelap-gelapnya Indonesia, kita terpanggil menjadi terang, "karena terang hanya membuahkan kebaikan, kebenaran, dan keadilan (Efesus 5: 9),” ungkap Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty

Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami