Untuk Apa Berdoa Kalau Tuhan Sudah Tahu Apa yang Kita Butuhkan?
Sumber: Getty Images | anyaberkut

Youth / 29 August 2025

Kalangan Sendiri

Untuk Apa Berdoa Kalau Tuhan Sudah Tahu Apa yang Kita Butuhkan?

Claudia Jessica Official Writer
7675

Banyak orang Kristen pernah bergumul dengan pertanyaan ini, “Kalau Tuhan sudah tahu semua yang saya perlukan, kenapa saya harus saya berdoa lagi?”

Pertanyaan ini wajar, karena sering kali doa dipahami sekadar sebagai sarana meminta sesuatu dari Tuhan. Seolah-olah doa hanyalah daftar permintaan yang kita serahkan, lalu Tuhan tinggal mengabulkan. Tapi benarkah doa sesederhana itu?

Dalam tayangan Superyouth, teolog Atma Simanungkalit memberikan penjelasan yang menolong kita melihat doa dengan perspektif yang lebih dalam.

Doa Bukan Sekadar Minta Dikabulkan

Menurut Atma, cara pikir yang keliru membuat kita sering merasa doa itu percuma. “Kalau Tuhan sudah tahu, ngapain lagi kita kasih tahu? Tinggal Tuhan kabulin aja, kan?” begitu pola pikir yang sering muncul.

Padahal, doa bukanlah sekadar soal keinginan kita dikabulkan atau tidak. Doa adalah bentuk komunikasi yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan.

Atma mengutip Mazmur 145:18, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”

Ayat ini menegaskan bahwa doa tidak berfokus pada hasil akhir, melainkan hubungan kita dengan Tuhan. Kita berdoa bukan supaya Tuhan mengabulkan semua permintaan kita, melainkan agar kita semakin akrab dengan-Nya.

Esensi Doa

“Intinya doa itu esensi hubungan,” tegas Atma.

Ketika kita berdoa, kita sedang melatih hati untuk bersandar pada Tuhan, membuka diri di hadapan-Nya, dan membangun kedekatan yang intim dengan-Nya.

Jadi, alih-alih bertanya apakah doa kita terkabul atau tidak, mari ubah sudut pandangnya, apakah doa kita semakin mendekatkan kita pada Tuhan?

Penjelasan lengkap dari Atma Simanungkalit bisa Anda lihat dari tayangan Superyouth berikut ini:

Sumber : YouTube Superyouth
Halaman :
1

Ikuti Kami