Gereja Kayu 113 Tahun di Swedia Dipindahkan Demi Diselamatkan dari Ancaman Tambang
Sumber: Google Maps by Matti Kettunen

News / 20 August 2025

Kalangan Sendiri

Gereja Kayu 113 Tahun di Swedia Dipindahkan Demi Diselamatkan dari Ancaman Tambang

Claudia Jessica Official Writer
599

Di Swedia, sebuah peristiwa bersejarah tengah terjadi dan menyita perhatian dunia. Sebuah gereja kayu berusia 113 tahun di kota Kiruna dipindahkan utuh sejauh 5 km dari lokasi aslinya.

Langkah luar biasa ini dilakukan demi menyelamatkan bangunan bersejarah itu dari ancaman ambles akibat perluasan tambang bijih besi terbesar di Eropa.

Dari Kota Tambang ke Kota Baru

Kiruna adalah kota tambang yang sejak awal abad ke-20 menjadi pusat produksi bijih besi. Tambang yang dikelola perusahaan negara LKAB ini memasok hingga 80 persen kebutuhan Eropa.

Namun, perluasan tambang bawah tanah membawa dampak serius, yakni tanah di sekitar kota lama mulai retak dan berisiko runtuh.

Karena alasan inilah, pemerintah memutuskan proyek besar-besaran dengan memindahkan seluruh pusat kota beserta bangunan ikoniknya.

Gereja Kiruna, yang dibangun pada tahun 1909–1912 dan diresmikan pada Desember 1912, menjadi salah satu bangunan paling berharga yang harus diselamatkan.

Simbol Sejarah dan Warisan Budaya

Bagi warga, gereja ini bukan sekadar tempat ibadah. Dengan gaya arsitektur khas yang memadukan unsur neo-Gotik dan tradisi masyarakat Sami, Gereja Kiruna bahkan pernah dinobatkan sebagai bangunan terbaik Swedia pra-1950 dalam jajak pendapat nasional.

Beratnya mencapai lebih dari 600 ton, menjadikannya salah satu bangunan kayu terbesar sekaligus terindah di negara itu.

Memindahkan gereja ini bukan perkara mudah. Bukan dibongkar, melainkan diangkat utuh menggunakan trailer raksasa. Proses ini membutuhkan jalan baru selebar 24 meter, pembongkaran jembatan, hingga pengaturan ulang rute lalu lintas.

Perjalanan Lambat Penuh Makna

Dalam proses yang disebut sebagai The Great Church Walk, gereja itu bergerak perlahan dengan kecepatan hanya sekitar 1 kilometer per jam.

Perjalanan sepanjang 5 km ditempuh selama dua hari. Ribuan warga berkumpul di sepanjang jalan, menyaksikan detik-detik bersejarah saat bangunan yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka itu berpindah ke lokasi baru.

Bahkan, siaran televisi nasional menayangkan secara langsung proses ini, lengkap dengan konser musik.

Raja Carl XVI Gustaf turut hadir dalam momen penuh sejarah tersebut. Peristiwa ini bukan sekadar pemindahan bangunan, melainkan simbol transformasi seluruh kota Kiruna menuju babak baru.

Antara Kebanggaan dan Kehilangan

Meski banyak yang merasa bangga bisa menyaksikan sejarah besar, tidak sedikit pula yang merasakan kehilangan.

Warga menyadari, meski gereja akan tetap berdiri kokoh, tempat yang telah mereka kenal selama berabad-abad kini ditinggalkan.

Selain itu, masyarakat adat Sami menyuarakan kekhawatiran mereka. Ekspansi tambang yang menjadi alasan pemindahan ini juga mengancam jalur migrasi rusa yang penting bagi kehidupan tradisional mereka.

Bagi komunitas Sami, perpindahan kota berarti juga kehilangan sebagian ruang hidup.

Menuju Masa Depan Baru

Relokasi ini hanyalah bagian dari proyek besar yang sudah dimulai sejak 2004. Diperkirakan, sekitar 3.000 rumah dan 6.000 penduduk harus ikut dipindahkan ke pusat kota baru.

Biaya proyek mencapai miliaran krona Swedia, dan seluruh pemindahan kota ditargetkan selesai sekitar tahun 2035.

Adapun gereja yang kini sedang dalam perjalanan ke lokasi barunya dijadwalkan akan kembali dibuka untuk umum pada akhir 2026.

Saat itu, lonceng gereja yang dipindahkan secara terpisah akan kembali berdentang, menjadi tanda bahwa warisan sejarah ini berhasil diselamatkan.

Warisan yang Hidup

Relokasi Gereja Kiruna adalah pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya soal bangunan, tetapi juga tentang identitas, kenangan, dan iman yang diwariskan lintas generasi. Meski berpindah tempat, makna gereja itu tetap hidup dalam hati masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus menegaskan bagaimana manusia berjuang menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian sejarah.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami