Ada banyak dari kita mungkin sering mendengar belakangan ini tentang kebangkitan rohani atau istilah populernya “spiritual awakening”. Ada yang bilang akan terjadi di tahun 2030 dan ini adalah dekade yang menentukan bagi dunia. Apakah benar? Kita belum bisa memastikannya. Tetapi mari memahami lebih dulu tentang apa itu kebangkitan rohani.
Kebangkitan rohani pada dasarnya berarti munculnya kesadaran baru tentang hal-hal rohani. Proses ini bisa terjadi secara perlahan atau tiba-tiba, dan sering kali memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang.
Jika kita mencari istilah “kebangkitan rohani” di internet, kita akan menemukan berbagai artikel yang membahas “lima tahap kebangkitan rohani”, “sepuluh tanda kebangkitan rohani”, atau bahkan “delapan tanda Anda sedang mengalaminya”. Tanda-tanda ini biasanya digambarkan dalam dua bentuk:
Fisik: perubahan nafsu makan, berat badan, pola tidur, energi, bahkan kepekaan tubuh terhadap ponsel.
Emosional: patah hati, perubahan relasi, rasa sedih yang mendalam, ketakutan, kemarahan, atau depresi berlebihan.
Namun, banyak referensi populer tentang kebangkitan rohani sebenarnya berasal dari pandangan mistis atau gerakan New Age. Karena itu, kita perlu berhati-hati. Apa yang dunia sebut sebagai “kebangkitan rohani” tidak selalu benar. Bahkan, bisa saja hal itu hanyalah pintu untuk membuka diri terhadap roh-roh jahat.
Sementara menurut Alkitab, kebangkitan rohani bukanlah sekadar “terbangun” dari tidur rohani, melainkan bangkit dari kematian rohani. Alkitab menegaskan bahwa semua orang lahir dalam dosa dan mati secara rohani. Efesus 2: 1 menyatakan bahwa sebelum mengenal Kristus, kita mati dalam pelanggaran dan dosa. Karena dosa Adam yang kita warisi (Roma 5:12), kita semua terpisah dari Allah, Sang Sumber Hidup. Dalam kondisi itu, kita tidak bisa mengalami, memahami, atau berhubungan dengan Allah yang kudus, bahkan tidak bisa masuk ke dalam kerajaan-Nya.
Itulah sebabnya kita sangat membutuhkan kebangkitan rohani. Paulus menulis, “…orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. (2 Korintus 4: 4)”. Yesus berkata bahwa kita harus “dilahirkan kembali” atau “dilahirkan dari Roh” (Yohanes 3: 3–8).
Kebangkitan rohani yang sejati bukanlah hasil usaha fisik, mental, atau emosional manusia, melainkan karya Roh Kudus. Dialah yang melahirkan kita kembali dan menjadikan kita ciptaan baru (2 Korintus 5:17; Titus 3:5; 1 Petrus 1:3). Ciptaan baru ini memiliki hati yang rindu menyenangkan Allah, taat kepada-Nya, dan hidup bagi-Nya (2 Korintus 5:9). Sehingga seluruh hidup kita berpusat kepada Juruselamat, Roh Kudus yang membangkitkan kita, dan menjadi bagian warga Kerajaan Allah.
Baca Juga: Inilah Mengapa Kita Harus Percaya Kebangkitan Rohani bisa Terjadi Kembali di Bangsa ini!
Alkitab memberikan banyak contoh. Dalam Yohanes 9, seorang buta sejak lahir mengalami kebangkitan rohani yang nyata ketika Yesus membuka mata jasmaninya sekaligus mata rohaninya. Ia bersaksi sederhana: “Aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat!” (Yohanes 9:25; Mazmur 36:9).
Demikian juga Paulus. Pertemuannya dengan Yesus di jalan menuju Damaskus (Kisah Para Rasul 9) mengubah hidupnya secara total. Sejak itu, doanya adalah agar orang percaya memiliki mata rohani yang terbuka: “Aku berdoa supaya mata hatimu diterangi” (Efesus 1:18; Mazmur 119:18).
Kita juga bisa menemukan kebangkitan rohani terjadi ketika Yesus, Sang Terang Dunia, menyinari hidup kita: “Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar” (Matius 4:16). Respons kita seharusnya alami, seperti bangun di pagi hari: “Bangunlah, bersinarlah, sebab terangmu telah datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” (Yesaya 60:1). Kebangkitan rohani ini membuat hidup kita berbeda – baik dari cara pandang, tindakan maupun kebiasaan. Jadi ini tidak bicara tentang kebangkitan secara fisik maupun mental, tetapi lebih kepada tubuh, jiwa dan roh kita diperbaharui di karena terang kasih Kristus.
Jadi jika banyak sumber membeberkan berbagai macam tanda-tanda kebangkitan rohani yang akan banyak dialami, maka dari sisi Alkitab kita bisa melihat kebangunan rohani ini justru akan ditandai dengan ledakan besar dari generasi muda yang berdirii teguh di atas kebenaran Firman Tuhan. Seperti disampaikan oleh Pendeta Greg Laurie, gembala dari gereja Harvest Christian Fellowship bahwa kebangkitan rohani akan diikuti dengan tanda:
1. Generasi Muda Memiliki Rasa Haus dan Rindu Akan Kebenaran Rohani
Jika generasi Z saat ini dikenal sebagai “generasi yang putus asa” dengan tingkat bunuh diri tertinggi. Maka ke depan generasi ini bersamaan dengan generasi Alpha, akan menunjukkan rasa haus yang mendalam kepada Tuhan. Mereka lelah dengan kebohongan dunia dan tidak lagi tertarik pada hal-hal rohani yang dangkal atau dikompromikan. Yang mereka cari adalah kebenaran yang murni, Injil yang utuh tanpa pengenceran, tentang Kristus yang disalibkan dan kuasa kebangkitan yang mengubahkan. Di tengah kerapuhan hidup, hati mereka berteriak untuk mengalami Tuhan yang nyata, yang sanggup memberi pengharapan sejati.
Baca Juga: Gereja-gereja di Inggris Bersatu dalam Pekan Doa Nasional untuk Kebangkitan Rohani
2. Gereja Bangkit dan Semakin Bersemangat untuk Memberitakan Injil
Allah memanggil kita untuk membagikan Injil kepada dunia yang haus akan kebenaran. Seperti Yunus yang dipakai Tuhan untuk membawa pertobatan besar di Niniwe (Yunus 1-4) meskipun awalnya menolak, demikian juga Allah sanggup mencurahkan kebangunan rohani atas bangsa melalui umat-Nya. Doa agar Roh Kudus bekerja harus disertai kesiapan kita menjadi alat-Nya.
Tanda kebangkitan rohani gereja di masa depan adalah ketika orang percaya tidak hanya berdoa, tetapi juga berani melangkah, bersaksi, dan memancarkan terang Kristus di mana pun mereka berada. Kebangkitan sejati terjadi ketika doa dan tindakan berjalan bersama, sehingga hidup kita menjadi saluran kasih dan kuasa Allah bagi banyak orang.
Kita percaya bahwa hari kesudahan akan datang. Tetapi untuk menyambut hari tersebut ada proses yang harus kita lalui, salah satunya bagaimana gereja-gereja Tuhan harus mengambil posisi dan semakin bersemangat di dalam mengerjakan Amanat Agung (Matius 28: 18-20). Saat setiap generasi dijangkau dan dimuridkan, saat itulah kita akan melihat kebangkitan rohani akan terjadi dan penggenapan Amanat Agung akan tiba pada kesudahannya.
Apakah Anda sudah siap untuk masa ini? Mari terus giat tanpa lelah mengabarkan injil kerajaan-Nya sampai ke ujung bumi.
Tuhan Yesus Memberkati!