Balita Ini Selamatkan Ayahnya dari Hipoglikemia, Gimana Cara Membesarkan Anak Seperti Ini?
Sumber: YouTube daaitvindonesiaofficial | Ymmanuel Demegillo

Relationship / 17 July 2025

Kalangan Sendiri

Balita Ini Selamatkan Ayahnya dari Hipoglikemia, Gimana Cara Membesarkan Anak Seperti Ini?

Claudia Jessica Official Writer
2156

Tidak ada orangtua yang ingin anaknya melihat mereka dalam kondisi lemah, apalagi saat menghadapi situasi darurat karena penyakit.

Tapi kenyataannya, kondisi kesehatan yang tidak terduga bisa terjadi kapan saja—di rumah, di depan anak, bahkan ketika kita sedang sendirian hanya bersama mereka.

Bagi sebagian orang tua yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, atau epilepsi, mempersiapkan anak untuk menghadapi kondisi darurat bukanlah hal yang berlebihan.

Justru bisa menjadi langkah penyelamatan yang sangat krusial.

Seperti yang terjadi dalam sebuah video memperlihatkan seorang balita menangis sambil memanggil-manggil ayahnya yang tak kunjung merespons. Sang ayah terbaring diam dalam posisi telungkup.

Anak itu mulai menangis, panik, bahkan memukul-mukul tubuh ayahnya, tapi tidak ada respon.

Sampai akhirnya, dengan langkah kecilnya, ia keluar kamar, mengambil tablet gula darah, dan memberikannya ke mulut sang ayah. Tak lama kemudian, sang ayah pun tersadar kembali.

Kejadian ini bukanlah kebetulan. Melainkan contoh dari seorang anak kecil yang telah dilatih dan dipersiapkan untuk menghadapi situasi darurat dan berhasil menyelamatkan nyawa ayahnya dari hipoglikemia, salah satu komplikasi serius diabetes tipe 1.

Anak tersebut telah dilatih dan dididik agar tahu apa yang harus dilakukan di saat genting.

Anak Kecil Bisa Jadi Penolong di Rumah

Banyak orang tua mungkin berpikir, “Anak saya masih terlalu kecil untuk mengerti hal-hal begini.”

Tapi justru merekalah yang paling sering berada di rumah dan dekat dengan kita, anak bisa menjadi pihak pertama yang melihat saat sesuatu tidak beres.

Terutama jika orangtua hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, epilepsi, asma, atau gangguan jantung.

Jika kita telah mempersiapkan si kecil, ia bisa saja menjadi orang yang menolong kita saat keadaan genting.

Dengan melibatkan anak dalam pemahaman dasar tentang kondisi kesehatan orangtuanya, bukan berarti menakuti mereka.

Justru itu memberi mereka rasa tanggung jawab dan pengetahuan yang suatu saat bisa menyelamatkan nyawa.

Cara Melatih Anak Menghadapi Situasi Darurat

Untuk mempersiapkan anak menghadapi kondisi darurat seperti yang dilakukan balita tadi, terapkanlah beberapa langkah ini untuk melatih anak Anda agar siap menghadapi keadaan darurat:

1. Jelaskan dengan sederhana dan sejelas mungkin

Jelaskan kondisi Anda dengan sederhana. Misalnya, “Kalau Papa tiba-tiba tidur dan nggak bangun-bangun, kamu kasih tablet gula ini ya.”

2. Kenalkan alat atau obat penting

Tunjukkan tempat menyimpan tablet gula, inhaler, atau obat yang harus segera diminum jika kondisi darurat terjadi. Ulangi secara berkala untuk membangun memori anak.

3. Buat simulasi ringan

Buat role-play situasi darurat. Misalnya, “Kalau Mama jatuh dan nggak bisa bangun, kamu panggil siapa?” atau “Apa yang kamu lakukan dulu?”

4. Ajari anak untuk minta bantuan

Ajarkan cara menghubungi orang dewasa lain di rumah, tetangga, atau nomor darurat seperti 112.

5. Tanamkan sikap tenang dan percaya diri

Jelaskan bahwa dalam keadaan darurat, hal paling penting adalah tetap tenang dan segera bertindak. Tanamkan rasa percaya diri pada anak bahwa mereka bisa membantu dalam keadaan darurat

6. Berikan apresiasi

Saat anak berhasil memahami atau mengikuti simulasi, beri apresiasi agar mereka percaya diri.

Menyiapkan, Bukan Menakut-nakuti

Tentu, pembicaraan soal penyakit atau keadaan darurat bukan hal yang nyaman,apalagi untuk anak kecil.

Tapi tujuannya bukan membuat mereka khawatir, melainkan membekali mereka dengan kesadaran dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan keluarga.

Hal ini juga menciptakan hubungan yang lebih terbuka antara orangtua dan anak. Anak merasa dipercaya, dan orangtua tahu bahwa mereka punya “penjaga kecil” di rumah yang bisa diandalkan.

Anak Bisa, Asal Kita Ajarin!

Kisah si balita yang menyelamatkan ayahnya dari hipoglikemia adalah bukti bahwa anak, sekecil apapun, bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga.

Semua kembali pada bagaimana kita, sebagai orangtua, melibatkan mereka, melatih mereka, dan mempercayai mereka.

Jangan tunggu keadaan darurat terjadi baru berpikir untuk mempersiapkan.

Mulailah hari ini, karena di balik tubuh kecil mereka, ada hati besar yang siap menolong, asal diberi kesempatan dan arahan yang tepat.

 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami