Menghadapi Kehidupan Paska Kehilangan Anak Karena Keguguran, Harus Gimana?

Marriage / 2 July 2025

Menghadapi Kehidupan Paska Kehilangan Anak Karena Keguguran, Harus Gimana?
Sumber: Canva.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
7193

Kehilangan anak karena keguguran adalah pengalaman yang sangat menyakitkan bagi pasangan suami-istri. Duka ini tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga emosi dan spiritual. Dalam pernikahan, suami dan istri mungkin menghadapi kesedihan dengan cara yang berbeda, dan memahami perbedaan ini adalah kunci untuk saling mendukung.

 

Dari Perspektif Istri

Bagi seorang istri, keguguran bukan hanya kehilangan janin, tetapi juga impian dan harapan akan menjadi seorang ibu. Perasaan kehilangan ini sering kali disertai dengan rasa bersalah, seakan-akan tubuhnya "gagal" melindungi bayi. Emosinya bisa sangat intens, mulai dari sedih, marah, hingga merasa hampa. Beberapa wanita bahkan mengalami depresi pascamelahirkan meski bayi tidak lahir.

Dukungan suami sangat penting dalam masa ini. Istri perlu didengarkan tanpa dihakimi. Kata-kata seperti, "Kita bisa mencoba lagi," atau "Ini kehendak Tuhan," meski bermaksud baik, kadang tidak membantu. Yang dibutuhkan adalah kehadiran suami yang sabar, pelukan hangat, atau sekadar menangis bersamanya. Istri juga mungkin butuh waktu lebih lama untuk pulih secara emosional, dan suami harus memberinya ruang tanpa memaksanya untuk "cepat move on."

 

Dari Perspektif Suami

Sementara istri mungkin lebih terbuka menangis dan mengungkapkan kesedihan, suami cenderung mencoba tetap kuat. Banyak pria merasa harus menjadi penopang keluarga, sehingga mereka menyembunyikan perasaannya demi melindungi istri. Namun, ini tidak berarti mereka tidak merasakan duka yang sama. Mereka mungkin berduka dengan diam, fokus pada pekerjaan, atau bahkan menghindari pembicaraan tentang keguguran karena tidak tahu bagaimana mengekspresikan kesedihan.

Istri dapat mendukung suami dengan memberinya kesempatan untuk berbicara tanpa tekanan. Tanyakan bagaimana perasaannya, dan beri dia kebebasan untuk mengungkapkan emosi dengan caranya sendiri. Beberapa suami mungkin lebih nyaman berbagi melalui tindakan, seperti berdoa bersama atau melakukan aktivitas yang mengalihkan pikiran untuk sementara waktu.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?