#KaburAjaDulu Atau Belajar dari Perjuangan Tokoh Alkitab yang Rela Berjuang Bagi Bangsanya
Sumber: dok. Pribadi

Kata Alkitab / 17 February 2025

Kalangan Sendiri

#KaburAjaDulu Atau Belajar dari Perjuangan Tokoh Alkitab yang Rela Berjuang Bagi Bangsanya

Claudia Jessica Official Writer
18726

Belakangan ini tagar #KaburAjaDulu menjadi viral di media sosial, terutama di kalangan anak muda.

Bukan tanpa alasan, rupanya tagar ini digunakan untuk menyuarakan keinginan mereka meninggalkan Indonesia baik dalam waktu sementara maupun permanen.

Usut punya usut, fenomena ini akibat beberapa masalah yang melanda tanah air, seperti ketidakpastian ekonomi, kesenjangan sosial, kualitas hidup yang semakin menurun, hingga kurangnya apresiasi terhadap usaha dan kontribusi yang diberikan oleh sebagian besar masyarakat.

Ketidakpuasan ini akhirnya mendorong banyak orang untuk mempertimbangkan opsi untuk #KaburAjaDulu dan mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Tagar #KaburAjaDulu pun menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan media.

Sebagian melihatnya sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan anak muda terhadap kondisi Indonesia.

Sementara yang lain mencoba melihatnya sebagai peluang untuk memperbaiki dan melakukan perubahan yang lebih baik

Namun, ketika kita melihat fenomena ini, kita juga bisa belajar dari teladan tokoh-tokoh Alkitab yang justru memilih untuk berjuang demi bangsanya, meskipun menghadapi tantangan yang tak kalah besar.

Mereka tidak memilih untuk "kabur" dari masalah, melainkan berjuang untuk perubahan yang lebih baik. Berikut adalah tiga tokoh Alkitab yang menjadi contoh nyata dalam hal ini

Nehemia: Pembangun Kota Yerusalem

Nehemia adalah seorang juru minuman raja Persia yang mendapat kesempatan untuk kembali ke Yerusalem setelah mendengar bahwa tembok kota tersebut hancur dan pintu gerbangnya terbakar. (Nehemia 1:3-4)

Meskipun ia memiliki posisi yang baik di kerajaan Persia, Nehemia merasa terpanggil untuk berjuang bagi bangsanya.

Dengan izin dari raja, Nehemia kembali ke Yerusalem dan memimpin pembangunan kembali tembok kota tersebut, meskipun menghadapi banyak tantangan dan oposisi dari musuh-musuh mereka. (Nehemia 2:5-6; Nehemia 4:7-9)

Berkat kepemimpinannya, tembok Yerusalem berhasil dibangun kembali dalam waktu 52 hari. (Nehemia 6:15)

Nehemia menunjukkan bahwa pemimpin yang berani dan berdedikasi dapat membawa perubahan besar bagi bangsanya.

"Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." (Nehemia 2:17)

 

Halaman selanjutnya →

 

Ester: Keberanian Demi Bangsa

Ester adalah seorang wanita Yahudi yang menjadi ratu Persia.

Ketika rencana jahat Haman, pejabat tinggi kerajaan, terungkap bahwa ia berencana untuk memusnahkan bangsa Yahudi, Ester tidak memilih untuk diam atau melarikan diri.

Sebaliknya, ia berani menghadap raja Ahasyweros dan mengungkapkan identitasnya sebagai seorang Yahudi (Ester 7:3-4).

Dengan bijaksana dan penuh keberanian, Ester memohon kepada raja untuk membatalkan perintah pembantaian yang telah dikeluarkan Haman.
Tindakan beraninya menyelamatkan bangsa Yahudi dan mengubah nasib bangsanya di Persia.

Ester mengajarkan kita bahwa keberanian dalam berbicara dan bertindak demi kebaikan bersama bisa mengubah sejarah.

"Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu?" (Ester 4:14b)

Musa: Pemimpin yang Membebaskan Bangsa Israel

Musa adalah contoh pemimpin yang tak kenal lelah berjuang demi kebebasan bangsanya.

Sebagai seorang nabi, ia dipanggil Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. (Keluaran 3:10)

Meskipun sempat meragukan kemampuannya (Keluaran 4:10-12), Musa tetap taat dan melawan kekuatan Firaun yang keras kepala.

Setelah melalui serangkaian peristiwa luar biasa, termasuk pembelahan Laut Merah (Keluaran 14:21-22) dan pemberian Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20:1-17), Musa berhasil membebaskan bangsanya dan membimbing mereka menuju tanah perjanjian.

Perjuangan Musa menunjukkan bahwa meskipun menghadapi rintangan besar, pemimpin yang setia kepada Tuhan dapat membawa bangsanya menuju pembebasan dan kemajuan.

"Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus." (Keluaran 3:7-8)

 

Halaman selanjutnya →

Ketika menghadapi kesulitan dalam hidup dan di negeri sendiri, kita memiliki pilihan untuk menyerah dan meninggalkan masalah, atau berjuang untuk perubahan yang lebih baik.

Nehemia, Ester, dan Musa adalah contoh tokoh Alkitab yang memilih untuk tetap berjuang demi bangsanya, bukan melarikan diri dari tantangan.

Mereka menunjukkan bahwa dengan iman, keberanian, dan kepemimpinan yang kuat, kita bisa membawa perubahan positif dalam lingkungan kita.

Alih-alih menyerah pada keadaan, marilah kita mengambil inspirasi dari mereka untuk tetap berharap, berusaha, dan berdoa bagi masa depan yang lebih baik.

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)

 

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami