Usia muda bukanlah jaminan kebal dari penyakit serius seperti stroke. Kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat bisa menyebabkan stroke, bahkan pada usia muda.
Karyadi Kong, yang akrab dipanggil Didi, adalah contoh nyata bahwa stroke bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.
Melalui Superyouth Podcast, Karyadi menceritakan pengalamannya mengalami stroke saat berusia 29 tahun.
Didi mengaku seringkali begadang dan kurang istirahat karena gila bekerja demi mencapai impiannya. Akibatnya, Didi kurang istirahat dan mengalami hipertensi yang membuat pembuluh darah di otaknya menyempit dan pecah sehingga menjadi stroke.
"Sejujurnya, itu yang dialami anak muda zaman sekarang. Kalau masih kuat, mau kerja gila-gilaan, tetapi mereka lupa bahwa tubuh butuh istirahat dan minimal tidur 6-8 jam, jangan hanya 3-5 jam," ujar Didi.
BACA JUGA: Biar Ga Kena Srtoke di Usia Muda, Cegah dengan 5 Cara Sederhana ini
Menurut Firman, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, faktor risiko penyebab stroke pada usia muda antara lain dislipidemia (60%), merokok (44%), dan hipertensi (39%).
Mari kita bahas satu per satu penyebab stroke di usia muda.
1. Dislipidemia
Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar lipid (lemak) dalam darah tidak normal, bisa terlalu tinggi atau rendah. Lipid, yang terdiri atas kolesterol dan trigliserida, merupakan komponen penting di dalam tubuh.
Kolesterol terbagi menjadi kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL). Kadar kolesterol normal untuk orang yang sehat seharusnya berada di bawah 200 mg/dL, sementara kadar trigliserida normal adalah di bawah 150 mg/dL.
Dislipidemia bisa disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan (dislipidemia primer) atau faktor eksternal seperti sindrom nefrotik, gagal ginjal kronis, dan sindrom metabolik (dislipidemia sekunder).
Faktor risiko dislipidemia meliputi usia, riwayat keluarga, obesitas, pola makan tidak sehat, kurang berolahraga, merokok, dan diabetes.
BACA HALAMAN SELANJUTNYA ⇒