Anggota DPR Mengutuk Keras Aksi Warga yang Menyerang Ibadah Doa Rosario Kumpulan Mahasiswa
Sumber: X (@KatolikG) | Instagram (@ayo_ahmadyohan)

News / 7 May 2024

Kalangan Sendiri

Anggota DPR Mengutuk Keras Aksi Warga yang Menyerang Ibadah Doa Rosario Kumpulan Mahasiswa

Claudia Jessica Official Writer
455

Tragedi kekerasan yang menimpa sejumlah mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) di Tangerang Selatan saat mereka tengah beribadah doa Rosario telah mengejutkan banyak pihak, termasuk anggota DPR RI.

Dalam pernyataannya, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) I, Ahmad Yohan, mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok warga terhadap mahasiswa Katolik Unpam yang sedang melakukan ibadah Doa Rosario di Tangerang Selatan, pada Minggu malam (05/05).

Yohan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTT, menuntut agar Kepolisian RI mengusut kasus ini secara menyeluruh dan segera menangkap para pelakunya.

 

BACA JUGA: Gelar Doa Rosario, Kumpulan Mahasiswa Katolik di Tangsel Malah Dibubarkan Warga

 

Dia juga menegaskan perlunya penindakan terhadap provokator yang memicu serangan tersebut.

"Sebagai wakil rakyat dari NTT, saya mengutuk keras aksi sekelompok warga yang menyerang dengan membawa senjata tajam kepada para mahasiswa NTT yang tengah belajar, menuntut ilmu dan beribadat," ucap Yohan dalam keterangannya pada Selasa (06/05).

Yohan menyayangkan kekerasan yang terjadi, yang menurutnya merupakan tindakan brutal terutama dengan penggunaan senjata tajam.

Dia menekankan bahwa mahasiswa yang menjadi korban luka akibat sabetan senjata tajam sedang melakukan aktivitas ibadah, sehingga aksi tersebut sangatlah kejam.

"Warga setempat menyerang mereka, bahkan ada mahasiswi yang terluka karena sabetan senjata tajam. Aksi ini brutal, polisi harus tangkap para pelakunya, terutama provokatornya," tandasnya.

Baginya, tindakan kekerasan semacam ini tidak bisa dibenarkan dan harus ditindak tegas.

 

BACA JUGA: Mengapa Umat Katolik Lakukan Doa Rosario di Bulan Mei? Berikut Pejelasannya

 

Yohan mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi seluruh warganya.

"Tidak boleh aparat membiarkan aksi ini. Aparat harus menindak keras aksi-aksi yang merusak toleransi beragama," tegas Yohan.

Lebih lanjut, Yohan menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan sekelompok warga untuk membubarkan kegiatan ibadah agama.

Baginya, semua umat beragama harus menjaga toleransi dan menghormati keberagaman agama.

"Semua pemeluk agama harus menjaga toleransi beragama. Tidak bisa asal membubarkan kegiatan ibadah agama apapun yang berbeda dengan mayoritas warga," pungkasnya.

 

BACA JUGA: Mahasiswa Bagikan Cerita Saat Ibadah Doa Rosario di Tangsel Dibubarkan

 

Sumber : viva
Halaman :
1

Ikuti Kami