Mahasiswa Bagikan Cerita Saat Ibadah Doa Rosario di Tangsel Dibubarkan
Sumber: canva.com

News / 7 May 2024

Kalangan Sendiri

Mahasiswa Bagikan Cerita Saat Ibadah Doa Rosario di Tangsel Dibubarkan

Claudia Jessica Official Writer
975

Mahasiswa yang menggelar ibadah Doa Rosario di Tangsel membagikan cerita saat aktivitas mereka dibubarkan.

Peristiwa pembubaran ibadah Doa Rosario ini terjadi pada Minggu malam (05/05). Mereka mengaku digeruduk oleh sejumlah warga kemudian diteriaki dengan kata-kata kasar.

Legy, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan bahwa kegiatan doa tersebut dihadiri oleh sekitar 15 orang.

"Kami selesai doa, pak RT datang. Dia ngomong, 'bangsat, anjing, tolol, jangan ibadah di sini," kata Legy menceritakan apa yang terjadi saat itu.

Legy menjelaskan bahwa penggerudukan tersebut terjadi ketika kegiatan doa hampir selesai.

"Pak RT datang duluan, dia ngomongnya keras gitu. Keras, terus warga datang banyak-banyak. Warga yang pake motor berhenti," ujarnya.

Menurut Legy, pak RT meminta agar mereka melaksanakan ibadah di gereja sebagai alternatif. "Pak RT bilang jangan ibadah di sini, ibadah di gereja," imbuhnya.

 

BACA JUGA: Gelar Doa Rosario, Kumpulan Mahasiswa Katolik di Tangsel Malah Dibubarkan Warga

 

Sebelumnya, Ketua RW 002, Marat, mengungkapkan bahwa kegiatan kumpul-kumpul mahasiswa tersebut telah menjadi sumber keluhan dari warga yang kemudian dilaporkan kepada pihak RT.

Marat mengatakan bahwa ia kurang mengetahui secara pasti seberapa sering kegiatan tersebut dilakukan dan berapa banyak orang yang terlibat.

Marat juga mengakui bahwa ada warga yang terlebih dahulu mendapat pukulan saat menggeruduk mahasiswa. Ia menyebut bahwa warga tersebut datang dengan emosi karena merasa telah dipukul terlebih dahulu oleh sekelompok mahasiswa.

Dalam peristiwa tersebut, Marat juga mengonfirmasi bahwa ada seorang warga yang membawa senjata tajam, yaitu sebilah pisau dapur.

Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan senjata tajam tersebut terjadi secara spontan dan telah dilarang oleh pihak RT dan RW.

Marat juga menyebut bahwa ada satu mahasiswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yang diduga tidak mendapatkan izin dari pemilik kos untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut.

 

BACA JUGA: Mengapa Umat Katolik Lakukan Doa Rosario di Bulan Mei? Berikut Pejelasannya

 

"Terkait perkara dugaan tindak pidana sedang kami tindak lanjuti dan saat ini dalam proses penyelidikan," jelasnya pada Senin (06/05) sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Video amatir yang merekam peristiwa tersebut viral di media sosial, yang kemudian menarik perhatian publik terhadap kasus ini.

Salah satu akun media sosial, X @KatolikG, juga turut mengunggah video tersebut dengan keterangan yang menyoroti insiden tersebut.

Sumber : CNN Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami