Gangguan Polusi  Udara, Bisa Pengaruhi Perilaku Anak, Tahu Nggak Moms?
Sumber: Canva.com

Parenting / 29 March 2024

Kalangan Sendiri

Gangguan Polusi Udara, Bisa Pengaruhi Perilaku Anak, Tahu Nggak Moms?

Aprita L Ekanaru Official Writer
840

Udara kotor bukan hanya masalah bagi kesehatan fisik, tapi juga mental. Dampak ini tak hanya dirasakan orang dewasa, tapi juga anak-anak yang rentan terhadap paparan polusi udara.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), polusi udara tidak hanya menyerang sistem pernapasan anak. Partikel-partikel berbahaya ini kemudian masuk ke dalam tubuh dan tak hanya berhenti di paru-paru. Mereka dapat mencapai aliran darah dan masuk ke otak yang sedang berkembang.

Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat menyebabkan depresi, kecemasan, psikosis, dan bahkan gangguan neurokognitif seperti demensia1. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi paparan polusi udara dan melindungi kesehatan anak-anak kita.

Dampaknya tak main-main. Polusi udara dapat memengaruhi sistem saraf pusat, mengganggu kognisi, perilaku, dan kecerdasan anak. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar polusi udara lebih berisiko mengalami:

  • Gangguan mental dan tingkah laku seperti depresi, kecemasan, ADHD, autisme, dan gangguan belajar.
  • Paparan polusi udara kronis dapat menurunkan IQ anak hingga 4 poin.
  • Terhambatnya perkembangan bahasa, motorik, dan sosial.

Gejala-gejala ini tak selalu mudah dikenali. Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:

  • Perubahan mood anak yang menjadi mudah marah, cemas, atau sedih.
  • Anak menjadi sulit berkonsentrasi, yang mengakibatkan mudah lupa, sulit fokus, dan prestasi belajar menurun.
  • Adanya perubahan perilaku anak yang mengarah agresif, hiperaktif, atau menarik diri dari interaksi sosial.

Penting bagi orang tua untuk melindungi anak dari paparan polusi udara. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Batasi aktivitas luar ruangan, dengan menghindari bermain di luar saat polusi udara tinggi.
  • Gunakan masker, pilih masker yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
  • Jaga kebersihan rumah dengan membersihkan rumah secara rutin dan perhatikan ventilasi udara.

Masa kanak-kanak merupakan periode penting bagi perkembangan otak dan mental anak. Paparan polusi udara dapat menghambat proses ini dan berakibat fatal. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk melindungi anak-anak dari bahaya polusi udara demi masa depan mereka yang lebih sehat dan cerdas.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami