Kasus DBD Makin Banyak, Dapatkah Dicegah dengan Vaksin Demam Berdarah?
Sumber: canva.com

Health / 22 March 2024

Kalangan Sendiri

Kasus DBD Makin Banyak, Dapatkah Dicegah dengan Vaksin Demam Berdarah?

Claudia Jessica Official Writer
749

Sepanjang Januari hingga 15 Maret 2024, empat orang warga Kota Bekasi dinyatakan meninggal dunia setelah terjangkit DBD (demam berdarah dengue).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. Ia mengatakan bahwa keempat pasien DBD yang meninggal itu berasal dari wilayah berbeda.

“Jumlah empat orang meninggal karena kasus DBD hingga Maret 2024 ini terdiri dari dua di kecamatan Jatiasih, satu orang di Jatisampurna dan satu orang di Bekasi Selatan,” jelas Tanti pada Kamis (21/03) seperti yang dilansir dari kompas.com.

Sementara itu, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Bekasi mencatat bahwa kasus DBD dari Januari hingga 15 Maret 2024 sebanyak 441 korban.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.

 

BACA JUGA: Biar Cepet Pulih dari DBD, Ini Jenis-jenis Makanan Yang Perlu Anda Konsumsi dan Hindari

 

Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini akan berkembang dengan cepat menjadi serius dan mengancam jiwa.

Sebagian orang yang terinfeksi DBD biasanya mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, ruam, sakit badan, juga mual. Meski sebagian lainnya tidak memiliki gejala.

Kabar baiknya, DBD kini bisa dicegah dengan vaksin DBD. Namun, untuk mendapatkan vaksin ini, ada beberapa syarat atau kondisi yang harus dipenuhi. Apa itu?

1. Berusia 6-45 tahun

Vaksin demam berdarah yang sudah tersedia di Indonesia adalah Tetravalent Dengue Vaccine (TDV). TDV mengandung virus dengue yang telah dilemahkan, termasuk virus dengue 1 hingga 4.

TDV telah disetujui untuk digunakan pada orang yang berusia 6 hingga 45 tahun di Indonesia. Meskipun di beberapa negara vaksin ini dapat diberikan hingga usia 60 tahun, BPOM Indonesia hanya mengizinkannya untuk usia maksimal 45 tahun.

2. Belum atau sudah pernah terinfeksi demam berdarah

Umumnya, vaksin DBD diberikan kepada seseorang yang sebelumnya terinfeksi demam berdarah. Namun, saat ini, meskipun Anda belum pernah terkena demam berdarah sebelumnya, Anda masih dapat menerima vaksin DBD jenis TDV.

Vaksin ini adalah satu-satunya vaksin demam berdarah yang disetujui di Indonesia. Vaksin DBD ini dapat diberikan kepada seseorang tanpa mempertimbangkan paparan sebelumnya terhadap demam berdarah, dan tanpa perlu uji pra vaksinasi. Tetapi, penting untuk mematuhi panduan resmi terkait penggunaan vaksin ini.

 

BACA JUGA: Nyamuk Wolbachia Jadi Alat untuk Atasi DBD, Seberapa Efektif?

 

3. Tidak memiliki masalah sistem imun

Penting untuk dicatat bahwa vaksinasi harus ditunda jika Anda sedang mengalami demam parah. Selain itu, orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh yang rendah sebaiknya tidak mendapatkan vaksin DBD. Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh, sebaiknya juga menghindari vaksin ini.

Apakah ada efek samping dari vaksin DBD?

Ada beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah mendapatkan vaksin DBD:

  • Efek samping yang sering terjadi meliputi sensasi nyeri, gatal, atau ketidaknyamanan di lokasi suntikan, sakit kepala, kelelahan, dan ketidaknyamanan umum lainnya. Hal ini merupakan respons alami tubuh dalam membangun perlindungan, dan biasanya akan mereda dalam beberapa hari.
  • Segera laporkan kepada tim medis jika Anda mengalami gejala seperti pusing, perubahan penglihatan, atau telinga berdenging. Risiko terjadinya reaksi alergi parah, cedera serius, atau kematian akibat vaksin sangatlah rendah.

Selain itu, ada beberapa efek samping yang juga mungkin terjadi. Misalnya sakit perut, muntah, memar berwarna ungu tua, kumpulan darah di bawah kulit, dan sebagainya.

Dengan melakukan vaksin DBD, ini akan melindungi Anda dari infeksi demam berdasar sekitar 60-80%.

Sumber : halodoc.com
Halaman :
1

Ikuti Kami