Bintang Film
Sumber: Superyouth Generation

Parenting / 20 March 2024

Kalangan Sendiri

Bintang Film "Agak Laen" Bene Dion, Pernah Tidak Bicara Sebulan dengan Ibunya, Mengapa?

Aprita L Ekanaru Official Writer
547

Bene Dion Rajagukguk, seorang komika, sutradara, penulis, dan aktor yang berperan dalam film “Agak Laen”, baru-baru ini berbicara tentang momen ketika dirinya merasa lelah sebagai generasi sandwich dalam wawancara eksklusifnya bersama Superyouth Generation. 

Pada suatu waktu, Bene Dion merasa marah kepada ibunya karena terus meminta uang. Ia telah bekerja keras selama bertahun-tahun, namun uang hasil jerih payahnya tidak pernah benar-benar menjadi miliknya. “Jadi aku kerja bertahun-tahun, uangnya nggak pernah buatku,” ungkap Bene Dion.

Ia merasa seperti selalu memberikan segalanya untuk orang lain, untuk mamak, bapak, dan kedua adiknya. Namun, kapan ia bisa egois dan menikmati hasil kerjanya sendiri?

Suatu hari, sang ibu mendadak meminta uang untuk keperluan adik Bene. Bene merasa marah dan mengeluhkan kondisinya yang tidak pernah bisa menikmati uang hasil keringat sendiri. “Aku marah ke mamak, kayak, ‘Ini kapan sih aku bisa kerja untuk diriku sendiri?’. Aku malah ngomel ke mamak begitu,” ujarnya.

Perkataan itu menyebabkan ibu Bene mematikan telepon dengan kecewa. Diposisi tersebut Bene pun menangis dan menyesal. Setelah insiden tersebut, Bene dan ibunya sama sekali tidak berkomunikasi selama satu bulan lebih.

"Salah satu yang paling aku sesali ya sempat berkata seperti itu karena entah kenapa. Sejujurnya kan yang membuat orang tua melakukan itu, karena aku pernah berjanji, kuliahkan aku ke Jogja, nanti akan aku bantu gitu. Sandwich Generation itu kan menjadi perdebatan, apakah sebenarnya itu ideal atau nggak? Karena seorang anak pun ya dia butuh memikirkan dirinya sendiri juga, tapi seorang anak tidak memikirkan sekitarnya juga tidak baik gitu. Jadi memang penuh perdebatan dan perenungan, dan terpuruknya ya saat itu ada beberapa mungkin sebulan lebih kali, akhirnya aku nggak pernah telponan sama mamak, karena sama-sama marah. Jadi itu mungkin ya, kayak-kayaknya nggak mau ini terulang lagi lah gitu!", ungkap Bene.

Perkataan Bene menuai simpati dari banyak orang, terutama para generasi sandwich lainnya yang mengalami hal serupa. Mereka merasa lelah karena hasil kerja keras mereka selalu digunakan untuk membantu orang lain. Namun, semangat tetap terus berkobar. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warganet di kolom komentar Youtube Superyouth Generation, “Nama aku Fany, sedih saat tulang Bene bercerita tentang dia yang harus membiayai adeknya, bisa kurasakan perasaan abangku, sebenarnya jujur berat juga rasanya minta sama abang, tapi cuman dia. Sekarang berusaha keras supaya bisa membanggakan orang tua, abang dan keluarga. Panjang umur dan Tuhan berikan rejeki yang cukup buat semua abang-abang yang mampu memberi adeknya uang.”

Bene Dion, melalui pengalamannya, mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai diri sendiri dan menemukan keseimbangan antara memberi dan menerima.

Dalam wawancara eksklusifnya bersama Superyouth Generation Bene juga membagikan bagaimana ia yakin akan rancangan Tuhan Yesus di dalam hidupnya, sampai ia yang tidak memiliki background akademis di dunia perfilman bisa menjadi seorang penulis dan sutradara. Tonton videonya dengan KLIK DI SINI.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami