Bapak Yesaya Belajar untuk Bersyukur Lewat Kehilangan
Sumber: jawaban.com

Family / 14 March 2024

Kalangan Sendiri

Bapak Yesaya Belajar untuk Bersyukur Lewat Kehilangan

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
538

Bapak Yesaya adalah seorang buruh bangunan, ia sudah melakukan pekerjaan ini sejak ia masih muda. Di daerahnya, seorang buruh bangunan harus memiliki perkakasnya sendiri untuk dianggap sebagai tukang bangunan yang berkualitas dan memiliki kredibilitas. Jadi dengan hasil jerih payahnya, bapak Yesaya membeli perkakasnya sendiri. Namun, suatu hari, ketika Bapak Yesaya tengah fokus membangun sebuah proyek bangunan, perkakasnya tiba-tiba menghilang dan yang tersisa hanyalah sebuah kotak kosong. 

Saat itu terjadi hal pertama yang Bapak Yesaya lakukan adalah bertanya kepada rekan kerjanya yang berada dekat kotak tersebut, namun sang rekan mengaku tidak melihat alat pertukangan itu. Karena ia tidak memiliki perkakas akibatnya Bapak Yesaya kehilangan pekerjaannya. Meskipun ia menyadari bahwa ada rekan kerjanya yang sengaja mencuri alatnya dan menghambat pekerjaannya, Bapak Yesaya hanya bisa pasrah karena tidak ada bukti yang cukup kuat. 

BACA JUGA : Putus Asa Karena Terlilit Hutang, Ibu Laura Temukan Jalan Keluarnya Disini

Kehilangan pekerjaan sangat berdampak pada kondisi keuangan keluarganya, karena ia sebagai kepala keluarga saat itu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya. Sedangkan ia tidak bisa mencari pekerjaan lainnya karena latar belakang pendidikan dan skill yang ia punya adalah sebagai tukang bangunan. Ia hanya menjadi seorang tukang ojek pangkalan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya saat itu. Namun uang dari menjadi tukang ojek tidak stabil dan tidak bisa benar-benar memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya.  

Di situasi seperti ini, Bapak Yesaya hampir putus asa, kemudian ia tidak sengaja menemukan tayangan Solusi di Facebook. Dalam tayangan tersebut, ia menonton sebuah kesaksian seseorang yang hidupnya dipulihkan dari permasalahan ekonomi. Saat itu Bapak Yesaya tergerak untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling dari Cahaya Bagi Negeri. Karena selama ini ia tidak tahu harus berkeluh kesah dengan siapa dan ia merasa sangat butuh untuk didoakan. 

Anda butuh teman cerita dan butuh untuk didoakan? Jangan ragu! Hubungi kami disini. 

Waktu itu tanggal 16 Februari 2024, Bapak Yesaya menceritakan pergumulannya dan bagaimana kehilangan pekerjaan berdampak pada ekonomi keluarganya kepada konselor Cahaya Bagi Negeri. Saat mendengarkan semua cerita dari Bapak Yesaya,Konselor memberikan penguatan kepadanya dengan mengutip Filipi 4:13: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,” serta mendoakan Bapak Yesaya.  

BACA JUGA : Ini yang Dilakukan Bapak Antonio Saat Rumah Tangganya Diterpa Badai 

Kutipan ayat tersebut menjadi sumber kekuatan dan keyakinan dari Bapak Yesaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya dan Tuhan juga yang akan memampukan Bapak Yesaya melewati cobaan yang sedang ia hadapi. Setiap hari ia selalu menaikkan doa kepad Tuhan agar jalan baru terbuka baginya dan keluarga.  

Puji Tuhan! Tepat pada tanggal 24 Februari 2023, Bapak Yesaya kembali menghubungi konselor Cahaya Bagi Negeri. Saat itu ia membagikan kabar sukacita bahwa Bapak Yesaya kembali mendapatkan pekerjaan di suatu proyek rumah makan. Ia bisa bekerja tanpa harus memiliki perkakas, karena alat-alat tukang disediakan oleh pemilik proyek. Upah yang diberikan memang tidak sebesar di tempat sebelumnya, tapi ia sangat mensyukuri apa yang Tuhan berikan lewat pekerjaan barunya.  

BACA JUGA : Ibu Maria Kembali ke Pelukan Kasih yang Ia Rindukan

Ia sangat bersyukur setelah 3 minggu ia luntang-lantung mencari pekerjaan, bahkan pernah suatu hari, ia menahan lapar satu harian penuh karena sudah tidak ada apa-apa lagi di dapurnya yang bisa ia makan. Sedangkan kedua anaknya memakan nasi sisa di rumah mereka. Namun besoknya ia mendapatkan bantuan sosial berupa beras dan ada teman terdekatnya yang meminjamkannya uang untuk beli bensin. Dari hal itu Bapak Yesaya semakin yakin kalau Tuhan benar-benar tidak meninggalkannya berjuang sendirian. 

Sampai akhirnya ia mendapatkan pekerjaan baru, Bapak Yesaya belajar ia harus tetap mensyukuri tiap berkat yang Tuhan beri dan harus mempercayakan hidupnya pada Tuhan. “Ketika pekerjaan saya baik, saya kadang lupa bersyukur namun Rasa lapar membuat saya lebih menghargai berkat Tuhan hingga ketika nanti saya bisa menikmati nasi dipiring membuat saya benar-benar bersyukur bisa makan hari ini benar-benar anugerah Tuhan”, begitu ucapnya. Tidak lupa ia juga berterima kasih pada Call Center Cahaya Bagi Negeri yang telah menguatkan dan mendoakannya.  

Saat Anda menghadapi banyak masalah dan kehilangan arah hidup. Layanan Doa dan Konseling Cahaya Bagi Negeri siap mendengarkan dan mendoakan Anda menuju ke pemulihan yang sesungguhnya. Jangan ragu untuk menghubungi kami DISINI atau klik link dibawah ini. Ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian! 

 

HUBUNGI KAMI DISINI!

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami