Biar Hubungan Sama Anak Harmonis, Jangan Toxic Seperti Ini Ya!
Sumber: jawaban.com

Parenting / 6 March 2024

Kalangan Sendiri

Biar Hubungan Sama Anak Harmonis, Jangan Toxic Seperti Ini Ya!

Claudia Jessica Official Writer
4514

Salah satu alasan Anda tidak bisa dekat dengan anak adalah anak-anak merasa tidak nyaman berada di dekat Anda. Pernahkah Anda berpikir tentang hal ini?

Hubungan orang tua-anak yang tidak harmonis sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Seperti pertumbuhan emosinya, mental, pikiran hingga psikologis anak. Pertumbuhan anak-anak sudah dimulai sejak ia berumur 3-4 tahun. Artinya, jika Anda ingin anak tumbuh dengan baik, maka Anda harus menjadi orang tua yang baik dari sekarang.

Orang tua seharusnya menjadi sosok ternyaman bagi anak. Namun bagi anak yang memiliki hubungan toxic parents, hal ini adalah mimpi buruk yang menjadi sumber masalah hingga menyebabkan ketakutan dan trauma dalam diri mereka.

Toxic parents biasanya berlindung dalam alasan “Kami tahu/ingin yang terbaik untukmu,” atau “Kami lebih berpengalaman dari kamu.” Selain itu, biasanya toxic parents juga jarang atau enggan untuk mengucapkan terima kasih atau menghargai perbuatan anaknya.

Selain itu masih ada banyak lagi ciri-ciri toxic parents lainnya seperti:

1. Ingin mengontrol anak

Toxic parents biasanya ditandai dengan terlalu mengontrol kehidupan anak. Mereka merasa anak akan tersesat atau gagal apabila membuat keputusan sendiri sehingga mereka seringkali membuat keputusan untuk anak tanpa berdiskusi lebih dulu. Mereka kerap berpikir bahwa apa yang dipilihnya adalah yang terbaik bagi anaknya.

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa perilaku ini membuat anak merasa tidak percaya diri pada dirinya. Perilaku ini adalah pertanda bahwa Anda telah melakukan emotional abuse (kekerasan emosional) dalam hidup anak. Jika Anda menerapkan pola pengasuhan seperti ini, maka jangan heran jika nantinya anak-anak Anda tidak bisa menentukan pilihan dalam hidup mereka. Baik dalam memilih masa depan, cita-cita, teman, atau bahkan pasangan hidup mereka nantinya.

 

BACA JUGA: Apakah Anda Orangtua yang Toxic? Begini Dampak Buruknya Bagi Anak…

 

2. Melakukan penyiksaan baik secara fisik maupun verbal

Tidak ada satu anakpun yang layak menerima kekerasan fisik maupun verbal.

Kekerasan fisik seperti pukulan, cubitan, tamparan, atau kekerasan verbal seperti panggilan yang tidak baik, mengejek anak dengan kata-kata kasar, atau mendiami anak dalam waktu yang lama akan memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan anak secara mental.

Apapun bentuk kekerasan pada anak tidak ada yang dapat dibenarkan. Kekerasan semacam ini menyebabkan fungsi otak dan kesehatan mental terganggu dalam jangka panjang.

Kekerasan pada anak dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan diri anak, kesulitan mempercayai orang lain, timbul keinginan melukai diri sendiri hingga bunuh diri.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami