Anak Ini Tidak Mau Sekolah Minggu dan Benci Lagu Rohani - Gres Margareth
Sumber: jawaban.com

Family / 24 February 2024

Kalangan Sendiri

Anak Ini Tidak Mau Sekolah Minggu dan Benci Lagu Rohani - Gres Margareth

Claudia Jessica Official Writer
751

Sejak kecil, Gres tumbuh dalam lingkungan yang kurang taat akan iman. Keterbatasan ayah dan ibunya dalam mendidik Gres membuat anak mereka justru dimuridkan oleh pihak lain. Bersekolah di sebuah sekolah dasar negeri non kristen, membuat Gres mau tidak mau mengikuti ajaran agama lain hingga membuatnya jauh dari Tuhan.

Anak 8 tahun ini terbiasa dengan lingkungan yang tak mengenal ajaran agama Kristen sama sekali. Tanpa adanya bimbingan rohani, Gres terjerumus ke dalam kehidupan yang jauh dari kebenaran. Ia tidak suka jika mendengar lagu rohani, apalagi membaca Alkitab. Gres justru mengikuti tata cara ibadah teman-temannya yang memiliki keyakinan berbeda dari Gres dan keluarganya.

Orangtua Gres kebingungan. Mereka berusaha mencari bantuan kepada seorang ibu gembala dari gereja GBI Efata Sampali, Deli Serdang, Sumatera Utara. Puji Tuhan, gembala tersebut memberikan respon yang sangat baik dan mengajak Gres untuk mengikuti Sanggar Belajar Anak School of Life (SoL).

 

BACA JUGA: Sering Diremehkan, Dini Tetap Mengasihi Karena Kisah Ini

 

Puji Tuhan, Gres mau mengikuti kegiatan di SoL bersama temannya, Mila. Dengan berbagai upaya untuk melakukan pendekatan dengan Gres, akhirnya Gres setuju untuk mengikuti ibadah sekolah minggu di gereja GBI Efata Sampali untuk pertama kalinya.

Anak kecil ini terlihat sangat antusias mengikuti ibadah Sekolah Minggu, terutama ketika menonton video animasi alkitab Superbook yang menarik perhatian anak-anak.

Salah satu momen paling penting dalam perjalanan rohani Gres adalah ketika ia menyaksikan kisah Yunus yang disaksikan saat Sekolah Minggu Superbook di gerejanya. Gres ingat betul ketika Yunus mengalami kesulitan di perut ikan, Yunus bertobat dan berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkannya. Gres bercerita kalau ia mau menjadi seperti Yunus yang diselamatkan oleh Tuhan.

Sejak saat itu, Gres jadi semangat dan rajin dalam beribadah, membaca Firman Tuhan, dan berdoa. Bahkan, ia mengajukan permohonan kepada orang tuanya untuk pindah sekolah ke SoL Pengharapan karena sekolah ini membantunya untuk bertumbuh dalam iman.

Dengan berkat dan pertolongan Tuhan, orang tua Gres mendukung keputusannya. Kini, Gres adalah salah satu murid sekolah Minggu yang paling rajin, selalu hadir lebih awal dan penuh semangat. Bahkan sekarang melayani Tuhan dengan tariannya di gereja.

 

BACA JUGA: Aku Pilih Mengampuni Meskipun Dibully Teman dan Dikecewakan Papa - Yoris

 

Perkembangan rohani Gres terlihat begitu signifikan, hingga orang tua Gres melihat perubahan yang luar biasa dalam kehidupannya.

Sekarang, Gres bukan lagi anak yang jauh dari Tuhan, tetapi seorang anak yang merasakan kasih-Nya setiap hari dan siap untuk melayani dengan penuh semangat dan cinta.

Mitra CBN terkasih, terimakasih untuk dukungan Anda terhadap SoL yang masih terus berjalan untuk melayani anak-anak sampai saat ini. Lewat pelayanan ini, kami ingin memuridkan lebih banyak anak. Ayo dukung SoL sekarang, klik tombol di bawah:

Saya mau dukung pelayanan SOL

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami