Benarkah Kekuatan Fans Sepakbola Pengaruhi Hasil Pilpres 2024?
Sumber: Canva

News / 19 February 2024

Kalangan Sendiri

Benarkah Kekuatan Fans Sepakbola Pengaruhi Hasil Pilpres 2024?

Puji Astuti Official Writer
2632

Pasca Pemilu 2024 lalu, viral video di sosial media TikTok yang mengungkapkan kekecewaan fans sepakbola Indonesia kepada salah satu capres. Alasannya karena jadi penyebab gagalnya  Piala Dunia U20 di tahun 2023 lalu, dan mereka melakukan pembalasan lewat pemungutan suara kali ini.  

@hernandayona #pilpres #presiden #ganjarmahfud #prabowogibran2024 #amin #pilpres2024 #pemiluserentak2024 #pemilu2024 #timnas ♬ suara asli - Hernanda Yona

Penyebab Gagalnya Piala Dunia U20 di Indonesia 

Gagalnya Piala Dunia U20 yang seharusnya digelar di Indonesia akhirnya batal karena penolakan kepada tim sepakbola Israel dari beberapa tokoh politik. Hal tersebut berimbas kepada federasi sepakbola dunia FIFA mencabut Indonesia sebagai penyelenggara.  

Salah satu politisi yang menyuarakan penolakan terhadap tim sepakbola Israel saat itu adalah Ganjar Pranowo. Kekecewaan fans sepakbola Indonesia tak terbendung karena ajang olahraga berskala internasional itu akhirnya batal karena dipolitisasi.  

Turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo karena masalah ini sudah diramalkan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari pada April 2023 lalu. Ia memperkirakan bahwa perolehan suara Ganjar akan tergerus sekitar 10 persen.  

"Dalam konteks piala dunia, Ganjar posisinya diametral bertentangan dengan Jokowi. Istilah saya itu ya antitesis. Jadi, Ganjar telah menjadi antitesis Jokowi," demikian pernyataan Qodari yang dirilis oleh Liputan6.com, pada 3 April 2023.  

Mengapa Fans Sepakbola Berdampak Besar? 

Pada tahun 2022, lembaga survei multinasional Ipsos menyatakan bahwa jumlah penggemar sepakbola di Indonesia mencapai 69 persen dari total populasi 270 juta penduduk Indonesia.  

Para penggemar sepakbola terkenal fanatik, baik itu kepada klub yang mereka dukung dan juga kepada tim nasional. Fanatisme dalam sepakbola tidak bisa dianggap enteng. Bahkan mantan pemain nasional Argentina, Diego Armando Maradona pernah menyatakan bahwa sepakbola sudah seperti agama bagi para penggemarnya.  

“Football isn’t a game, nor a sport; it’s a religion,” demikian sang legenda sepakbola itu pernah berujar.  

Agama dalam hal ini tentu bukan berarti bentuk penyembahan, namun lebih kepada fanatisme kuat para penggemar sepakbola. Bahkan dalam konteks di Indonesia, komunitas fans olahraga seperti sepakbola dan bulu tangkis bisa menjadi penggelora nasionalisme dan cinta bangsa.  

BACA JUGA:

Dibalik Hasil Quick Count, Apakah Para Pendukung Siap Menang Tapi Tak Siap Kalah?

Viral Fotonya Dikomen Netizen, Ini Pendapat Komeng Modal Utama Untuk Nyaleg

Fans dan Komunitas Tidak Hanya Penting di Dunia Olahraga 

Kekuatan pengaruh dari sebuah komunitas saat ini tidak bisa dianggap remeh. Hal ini juga disadari oleh mereka yang berada di dunia bisnis dan juga politik. Contoh lain adalah dunia hiburan dari negeri gingseng, Korea Selatan. Fans mereka ada diberbagai belahan dunia, namun tim managemen artis mengurus dengan serius agar fans mereka tetap hidup dan militan.  

Beberapa tahun ini, muncul sebuah jabatan baru di berbagai perusahaan yang bernama manajer komunitas atau community manager. Hal ini karena berubahnya arah dunia marketing, bahwa sebuah produk agar berhasil harus membangun konsumen yang loyal. Loyalitas ini harus dibangun dan juga dijaga, itulah yang menjadi tugas dari community manager.  

Komunitas dan Kekuatan Gereja 

Bagi gereja kesadaran akan pentingnya komunitas sudah muncul sejak lama. Namun apakah kita sebagai orang Kristen menyadari bahwa komunitas yang kuat dampaknya akan luar biasa, seperti fans sepakbola atau bulu tangkis?  

Benar, komunitas yang memiliki arah dan tujuan yang jelas, dan memiliki fanatisme yang tinggi dapat memberikan pengaruh yang besar, bahkan bisa mempengaruhi arah sebuah bangsa.  

Seperti fans sepakbola Indonesia, ketika tim nasional bertanding mereka tidak lagi fokus mereka fans dari klub mana. Mereka fokus kepada gambaran besar, yaitu kemenangan bangsa Indonesia. Mereka membakar semangat nasionalisme masyarakat dengan yel-yel dan lagu-lagunya.  

Sebagai gereja, orang Kristen seharusnya memiliki semangat yang sama. Perjuangan kita adalah satu, yaitu menggenapi Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Jika kita sebagai gereja bisa membangun komunitas-komunitas yang kuat, dengan tujuan dan fokus yang sama, merobohkan tembok-tembok pembatas, maka kita akan melihat kehendak Tuhan itu digenapi di generasi ini.  

Namun apakah gereja serius menangani komunitas-komunitas mereka seperti perusahaan-perusahaan atau klub-klub sepakbola?  

Hal ini menjadi perenungan kita bersama sebagai umat Kristen. Sebab tantangan ke depan yang dihadapi oleh gereja sangatlah besar. Jika gereja tidak mempersiapkan strategi dan upaya yang kuat, maka umat akan tersedot dalam “agama-agama baru” yang ditawarkan dunia.  

Yesus pernah berkata, “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja,” Yohanes 9:4. Kita sedang bertanding dengan waktu, jika kita sebagai gereja dan umat Kristen lengah dan tidak bergegas, kita akan kehilangan momen yang tepat untuk mengerjakan misi Bapa Sorgawi di generasi ini.  

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami