Kalah Mental Karena Intimidasi
Sumber: Canva

Kata Alkitab / 19 February 2024

Kalangan Sendiri

Kalah Mental Karena Intimidasi

Puji Astuti Official Writer
1429

1 Samuel 17:26, Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" 

Jika kita mencermati kisah Daud sebelum melawan Goliat dalam 1 Samueal 17, kita bisa melihat bahwa tentara Israel sudah kalah mental di hadapan tentara Filistin. Mereka telah terintimidasi oleh perawakan beberapa tentara Filistin yang adalah keturunan raksasa. 

Goliat saat itu menantang tentara Israel, dan bahkan mengejek mereka namun tak seorangpun bergerak melawan. Bahkan Saul menjanjikan hadiah khusus bagi mereka yang berhasil mengalahkan Goliat, namun hal itu tidak membuat para prajurit itu menunjukkan keberaniannya. Ketika nyawa dipertaruhkan, iming-iming harta tidak bisa menggerakkan hati para prajurit Israel. 

Mengapa mentalitas prajurit Israel begitu lemah? Salah satu sebabnya karena mereka melihat dari sudut pandang mereka sebagai manusia. Cara pandang para prajurit itu sama dengan sudut padang 10 dari 12 pengintai yang di utus Musa ke Kanaan. Saat mereka melihat para raksasa itu, mereka berkata, “kami lihat diri kami seperti belalang,” (Bilangan 13:33).  

Ketika kita melihat tantangan dari sudut pandang kita sendiri, maka yang kita lihat adalah tantangan sebagai sesuatu yang besar dan kita kecil tak berdaya. Pada akhirnya kita terinfeksi dengan keputusasaan dan rasa tak mampu. Jika hal ini terjadi, hati-hati sebab  kita akan menyebarkan hal tersebut kepada sekeliling kita. 

Untuk mengatasi hal ini, mari kita belajar dari sosok Daud. Apa yang Daud lihat dan hadapi dengan prajurit Israel adalah adalah raksasa yang sama, namun sikapnya berbeda. Ia tidak melihat dari sudut pandangnya sendiri. Ia juga tidak melihat kepada kemampuannya sendiri. Ia mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, sehingga ia bisa berkata, “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (1 Samuel 17:37). 

Hari itu Daud maju menghadapi Goliat bukan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu, ataupun untuk mendapatkan medali kehormatan. Ia maju menghadapi Goliat untuk menunjukkan kepada bangsa Israel siapa Allah yang mereka sembah. Hal itu kita bisa lihat dari pernyataannya ini: 

“Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." (1 Samuel 17:46-47). 

Hari ini, apakah Anda tahu dan sadar siapa Tuhan yang Anda sembah? Apakah Anda sudah mengalami dan membuktikan kasih dan kuasa-Nya nyata dalam hidup Anda? 

Jika kita memiliki pengenalan akan Allah yang benar, kita dekat dan melekat kepada-Nya, maka pasti kita dapat bersikap seperti Daud ketika berhadapan dengan masalah. Raksasa masalah akan membuat hati Anda terbakar karena melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk menjadi saksi bagaimana Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Yang kuasa-Nya nyata, dan kasih-Nya tak terbatas.

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini? Jangan biarkan intimidasi menghancurkan iman Anda. Tetap arahkan pandangan Anda pada Tuhan. Perkatakan kebenaran firman Tuhan terhadap raksasa masalah Anda.  

Bilangan 14:6-9, Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami