Jokowi Himbau Jika Menemukan Kecurangan Pemilu, Bawa Bukti, Segera Lapor Bawaslu dan MK
Sumber: viva.co.id

News / 15 February 2024

Kalangan Sendiri

Jokowi Himbau Jika Menemukan Kecurangan Pemilu, Bawa Bukti, Segera Lapor Bawaslu dan MK

Claudia Jessica Official Writer
1350

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau pentingnya tidak hanya mengeluh tetapi juga mengambil langkah konkret jika menemukan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

Jokowi menegaskan bahwa jika ada bukti yang mendukung bahwa pemilu dilakukan secara curang, langkah pertama yang harus diambil adalah melapor kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam penjelasannya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (15/2/2024), Jokowi menyatakan, “Yang pertama, mengenai kecurangan, caleg (calon anggota legislatif) itu ada saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Partai ada saksi di TPS, capres-cawapres (calon presiden-calon wakil presiden) kandidat ada saksi di TPS. Di TPS ada Bawaslu. Aparat juga ada di sana, terbuka untuk diambil gambarnya.”

 

BACA JUGA: Bawaslu Tomohon Pimpin Perlawanan Terhadap Politik Uang dengan Mengajak Warga Gereja

 

Menurutnya, dengan adanya sistem pengawasan yang ketat seperti ini, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan adanya kecurangan. Namun, jika kecurangan memang terjadi, maka ada mekanisme yang telah ditetapkan untuk melaporkannya ke Bawaslu dan kemudian diadili oleh MK.

“Saya kira, apa, pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini akan menghilangkan adanya kecurangan. Tapi, kalau memang ada betul, ada mekanismenya untuk ke Bawaslu. Mekanisme nanti persidangan di MK. Nanti saya kira sudah diatur semuanya. Jadi janganlah teriak-teriak (pemilu) curang, ada bukti bawa ke Bawaslu, ada bukti bawa ke MK,” jelas Jokowi.

“Kalau masih belum (tuntas), ini kan masih ada gugatan lagi di Mahkamah Konstitusi. Saya kira mekanisme seperti itu yang harus semuanya mengikuti,” ucapnya lagi.

Sebelumnya, Jokowi telah menyuarakan harapannya agar proses pemungutan suara di seluruh Indonesia berjalan dengan lancar. Ia juga berharap bahwa pemilu kali ini akan menjadi momen pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. “Ini adalah pesta demokrasi, kita berharap ini betul-betul jadi pesta rakyat, dan juga berlangsung dengan jujur, adil, langsung, bebas dan rahasia dan diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia dengan kegembiraan karena ini adalah pesta rakyat. Pesta demokrasi,” kata Jokowi.

 

BACA JUGA: Dibalik Hasil Quick Count, Apakah Para Pendukung Siap Menang Tapi Tak Siap Kalah?

 

Di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, mengungkapkan adanya banyak temuan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Kami mendapatkan informasi bahwa banyak sekali temuan bahwa proses Pilpres 2024 dinodai berbagai kecurangan secara terstruktur sistematis dan juga masif," ujarnya dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, pada Rabu.

Arsjad menyatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dugaan kecurangan dan sedang melakukan investigasi untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Mari kita terus berdoa agar Tuhan campur tangan dalam proses perhitungan suara ini dan mencurahkan damaisejahtera atas Indonesia serta menganugerahkan keamanan dan ketertiban.

 

BACA JUGA: Percaya Hasil Quick Count? Yuk Sikapi Hasil Pemilu Dengan Bijak

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami