Waspada Kekurangan Zat Besi, 3 dari 10 Balita di Indonesia Mengalami Anemia
Sumber: Canva.com

Health / 9 February 2024

Kalangan Sendiri

Waspada Kekurangan Zat Besi, 3 dari 10 Balita di Indonesia Mengalami Anemia

Aprita L Ekanaru Official Writer
2353

Anemia, sebuah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat, menjadi momok bagi kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada balita. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 3 dari 10 balita di Indonesia mengalami anemia, dengan prevalensi 48,1%. Angka ini jauh di atas batas toleransi WHO yang sebesar 20%.

Kekurangan zat besi merupakan penyebab utama anemia pada balita. Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif pada balita, seperti:

  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk stunting dan keterlambatan perkembangan kognitif.
  • Penurunan daya tahan tubuh, sehingga balita lebih mudah terserang penyakit.
  • Kelelahan dan kurangnya energi, yang dapat mengganggu aktivitas dan belajar balita.
  • Perubahan perilaku, seperti mudah marah dan rewel.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap anemia pada balita di Indonesia antara lain:

  • Asupan zat besi yang tidak memadai. Hal ini dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, kurangnya konsumsi makanan kaya zat besi, dan pemberian ASI eksklusif tanpa suplementasi zat besi.
  • Infeksi parasit, seperti cacing tambang dan cacing kremi, yang dapat mengganggu penyerapan zat besi.
  • Kehilangan darah, seperti akibat menstruasi pada remaja putri.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membantu mencegah anemia pada balita:

  • Berikan makanan kaya zat besi kepada balita, seperti daging merah, hati, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
  • Pastikan balita mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan pemberian MPASI yang kaya zat besi.
  • Berikan suplementasi zat besi kepada balita sesuai dengan anjuran dokter.
  • Jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah infeksi parasit.

Anemia pada balita merupakan masalah kesehatan yang serius yang dapat membawa dampak jangka panjang. 

Melihat fakta tersebut, kami mengajak Anda untuk bekerjasama dengan CBN Kemanusiaan melalui Obor Berkat Indonesia dalam rangka memberikan makanan bergizi untuk 130 anak PAUD Super5 di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Agar kedepannya Indonesia dapat menghasilkan generasi penerus yang sehat dan memiliki masa depan yang cerah. Kerjasama dan dukungan Anda bisa disalurkan dengan menghubungi  KAMI DI SINI.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami