Bahaya Vape! Pria 22 Tahun Ini Butuh Donor Paru-paru untuk Bertahan Hidup
Sumber: canva.com

Health / 25 January 2024

Kalangan Sendiri

Bahaya Vape! Pria 22 Tahun Ini Butuh Donor Paru-paru untuk Bertahan Hidup

Claudia Jessica Official Writer
708

Vaping, kebiasaan merokok elektrik yang banyak dianggap sebagai alternatif lebih aman, ternyata dapat menyebabkan penyakit yang serius bagi kesehatan paru-paru lho. Hal ini sungguh terjadi dalam kehidupan seorang pria berusia 22 tahun asal North Dakota.

Jackson Allard, seorang perokok elektrik aktif sejak usia 17 tahun. Paru-paru Jackson tidak bisa berfungsi lagi lantaran kebiasaannya menghisap vape. Allard diagnosa mengalami parainfluenza, suatu kondisi yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan dan merusak paru-paru secara serius di usianya yang masih muda.

Allard tidak pernah menyangka bahwa kebiasaan vape-nya dapat membawa penyakit serius.

Penggunaan vape yang berlebih membawa Allard pada kondisi yang mengancam nyawanya. Saat melakukan pemeriksaan X-ray, seluruh paru-parunya terlihat putih, menandakan seluruh paru-parunya dipenuhi oleh cairan.

Saking buruknya kondisi kesehatan Allard, ia harus menggunakan alat pendukung hidup yang disebut oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) untuk membantunya bernafas.

Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, Allard akhirnya dibawa untuk melakukan perawatan ke M Health Fairview di Minnesota pada akhir Oktober 2023.

Meskipun Allard merupakan pasien yang mampu bertahan hidup paling lama dengan bantuan ECMO, tetapi Allard tidak bisa mengandalkan mesin itu untuk selamanya. Allard membutuhkan donor paru-paru jika ingin melanjutkan hidupnya.

Ketika nyawa Allard terancam, dokter berhasil mendapatkan donor paru-paru untuk Allard pada akhir Desember 2023 lalu. Selanjutnya pada 5 Januari 2024, Allard tidak lagi membutuhkan ECMO untuk membantunya bernafas meski masih harus menggunakan ventilator di ICU.

Transplantasi paru-paru ini bukanlah tindakan yang umum, terutama pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Meskipun sebagian besar kerusakan paru-paru akibat vaping tidak membutuhkan penyembuhan dengan transplantasi paru-paru, namun banyak dari pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan seperti oksigen tambahan atau ventilasi mekanis.

Selain Allard, seorang pria di Missouri yang berusia 34 tahun juga menerima transplantasi paru-paru lantaran infeksi paru-paru yang dialaminya. Setelah ditelusuri, rupanya pria tersebut memiliki riwayat merokok dan vaping selama sembilan tahun.

Dua kejadian ini menjadi peringatan serius tentang bahaya yang disebabkan akibat merokok elektrik atau vape. Kejadian semacam ini juga semestinya menjadi peringatan bagi mereka yang mungkin meremehkan dampak kesehatan dari kebiasaan merokok elektrik.

Sumber : detik.com
Halaman :
1

Ikuti Kami