Kanker Kulit Mengintai di Cuaca Panas Ekstrem, Hindari Aktivitas di Jam Segini
Sumber: canva.com

Health / 20 October 2023

Kalangan Sendiri

Kanker Kulit Mengintai di Cuaca Panas Ekstrem, Hindari Aktivitas di Jam Segini

Claudia Jessica Official Writer
1377

Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca panas yang ekstrim, dipicu oleh beberapa faktor termasuk musim kemarau, fenomena El Nino, dan penurunan curah hujan global.

Cuaca panas ini diprediksi akan berlanjut dengan suhu mencapai 35-38 derajat Celsius. Dampak dari cuaca ekstrem ini memengaruhi rutinitas banyak orang, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain membuat orang merasa gerah, paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit. Dehidrasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit merupakan beberapa risiko yang dapat timbul akibat paparan sinar matahari yang berkepanjangan. Kerusakan kulit ini meliputi kemerahan, kulit kering, dan bahkan luka bakar matahari (sunburn).

Luka bakar akibat sinar matahari terjadi karena paparan radiasi ultraviolet (UV). Gejala yang muncul dapat berupa kemerahan pada kulit dan rasa nyeri saat disentuh. Radiasi UV menjadi penyebab utama kerusakan pada DNA sel-sel kulit, yang pada gilirannya dapat memicu mutasi genetik dan pembentukan kanker kulit.

dr. Ruri Diah Pamela, seorang Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK), menjelaskan bahwa dalam kasus yang lebih parah, luka bakar matahari dapat menyebabkan melepuh pada kulit, menandakan kerusakan yang lebih serius pada sel-sel kulit. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit fisik, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit, terutama melanoma.

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling mematikan. Selain melanoma, paparan sinar UV yang berlebihan juga dapat memicu kanker kulit lainnya seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

dr. Ruri menekankan bahwa risiko seseorang terkena kanker kulit dapat meningkat seiring jumlah luka bakar matahari yang pernah dialami, terutama jika paparan sinar matahari berlebihan terjadi selama masa kanak-kanak dan remaja.

Oleh karena itu, penggunaan suncreen atau tabir surya sangat diperlukan untuk mencegah kanker dan penyakit kulit lain yang disebabkan oleh paparan sinar UV ketika beraktivitas diluar ruangan.

Menurut dr Ruri, penggunaan sunscreen yang baik harus mengandung SPF yang sesuai dengan kulit dan dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

“Oleskan sunscreen sekitar 15-30 menit sebelum Anda terpapar sinar matahari. Ini memberi cukup waktu untuk sunscreen meresap ke dalam kulit,” katanya.

Selain penggunaan suncreen, ia juga merekomendasikan untuk menggunakan pakaian pelindung yang menutupi sebagian besar tubuh. Sementara itu, untuk melindungi kepala, wajah, dan mata, ia menyarankan menggunakan topi hingga kacamata hitam.

Hindari juga paparan sinar matahari langsung pada jam terik yang terjadi dari jam 10 pagi sampai 4 sore serta selalu penuhi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi.

Sumber : detik.com
Halaman :
1

Ikuti Kami