Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Ajang Miss Universe, Bagaimana Harusnya Kita Menanggapi?
Sumber: Perisainews.com

Kata Alkitab / 9 August 2023

Kalangan Sendiri

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Ajang Miss Universe, Bagaimana Harusnya Kita Menanggapi?

Lori Official Writer
21649

Baru-baru ini kabar dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah finalis Miss Universe Indonesia 2023 menjadi perbincangan publik. Secara terang-terangan mereka bahkan mengungkapkan perlakuan kurang terpuji yang dialami ketika menjalani body checking. 

Terlepas dari kronologi kejadian ini, pelecehan seksual memang sedang marak terjadi belakangan ini. Perbuatan ini tidak terkecuali bisa dialami semua kalangan. Tapi mari menjawab beberapa pertanyaan ini:

1. Apa sebenarnya pelecehan seksual dan bentuknya?

2. Apa yang seharusnya dilakukan korban pelecehan seksual?

3. Apa respon kita sebagai orang percaya untuk menanggapi pelecehan seksual?

 

Baca Juga: Anak Mengalami Pelecehan Seksual?! Lakukan 5 Cara ini untuk Atasi Traumanya!

 

Definisi dan Bentuk Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual adalah setiap perilaku seksual yang tidak diinginkan. Ada banyak sekali perilaku seksual yang bisa terjadi seperti melibatkan pelanggaran fisik, psikologis dan emosional. 

Bentuk-bentuk pelecehan seksual yang bisa kita temukan diantaranya:

- Pelecehan seksual dalam bentuk rayuan

- Pelecehan seksual melalui bahasa, lelucon dan gerak tubuh bermuatan seksual 

- Pelecehan seksual melalui perilaku tidak senonoh terhadap seseorang

- Pelecehan seksual melalui gambar atau sesuatu yang ditampilkan di hadapan orang lain

- Pelecehan seksual melalui ancaman secara fisik

Apapun bentuknya, pelecehan seksual adalah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Alkitab. Dari awal hingga akhir, Alkitab mengutuk pelecehan seksual dalam Galatia 5: 19-21.

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Pelecehan seksual merupakan indikasi dari kejahatan hati manusia (Yeremia 17: 9). Allah menciptakan seksualitas untuk menjadi ungkapan kasih dan persatuan yang indah antara suami dan istri (Matius 19: 6). Tapi, di tengah kebobrokan moral manusia, kita memutarbalikkan semua hal baik yang Tuhan ciptakan. Di dunia kita yang penuh dosa, karunia seksualitas dari Allah sering disalahgunakan untuk mendominasi korban dan mengendalikan mereka. Akibatnya hal ini bisa menyebabkan berbagai bentuk serangan seksual seperti disebutkan di atas.

 

Baca Juga: Pengelola Gereja di Alor Lecehkan Anak Remaja, Ada Apa Dengan Gereja?

 

Bagaimana Korban Harus Meresponi Pelecehan Seksual?

Dulu, pelecehan seksual mungkin dianggap tabu oleh masyarakat. Bahkan korban sendiri merasa terancam dan takut untuk mengungkapkan apa yang dialaminya karena takut dipersalahkan keluarga maupun orang-orang. Tapi semakin ke sini, kita perlu memahami bahwa korban pelecehan seksual perlu ditangani dengan serius. Ada beberapa langkah yang wajib dilakukan korban saat mengalami pelecehan seksual, diantaranya:

1. Jangan merasa tertuduh atau takut disalahkan

Kita perlu menanggapi laporan pelecehan seksual dengan serius. Korban pemerkosaan, misalnya, akan mengalami trauma jangka panjang dan jika tidak ditangani, maka trauma akan mempengaruhi hidup mereka selamanya. Jadi, jika seseorang baru atau pernah mengalami pelecehan seksual segera laporkan atau beritahu orang-orang yang Anda percayai.

 

2. Pastikan keamanan dan keselamatan

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah memastikan keselamatan dan keamanan diri. Segera menjauh dari tempat kejadian dan cari bantuan. Jika kekerasna terjadi di rumah, cari perlindungan dari keluarga lain yang bisa mendukungmu. Atau bila pelecehan seksual terjadi di luar rumah, segera melaporkan kejadian ke pihak yang berwajib. 

 

3. Simpan bukti-bukti konkret 

Jika memungkinkan untuk mendokumentasikan pelecehan seksual, lakukanlah. Hal ini bisa menjadi bukti saat melaporkan diri kepada pihak yang berwajib sehingga laporan akan kasus pelecehan ini bisa ditindaklanjuti. Tapi pastikan untuk tidak menyebarluaskan bukti ke sembarang tempat. Karena hal itu menyangkut nama baik dan juga etika moral yang menyangkut Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

 

Baca Juga: Teruntuk Korban Pelecehan Seksual, Tuhan Mau Anda Sembuh. Yuk Renungkan 8 Firman Ini…

 

Apa Respon Kita Sebagai Orang Percaya Menanggapi Pelecehan Seksual?

Alkitab adalah panduan kehidupan kita. Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk melakukan tindakan-tindakan amoral seperti pelecehan seksual. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam menanggapi pelecehan seksual:

1. Menjaga perkataan kita dari ucapan-ucapan tidak senonoh yang merendahkan orang lain secara fisik

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4: 29)

 

2. Berikan dukungan kepada korban dan orang yang rentan mengalami pelecehan seksual

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.” (Mazmur 34:19‭-‬23)

 

3. Berikan keamanan kepada setiap orang dengan menjaga moralitas dan tindakan kita tetap seturut dengan kehendak Tuhan

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13: 34)

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15: 13)

Kita tidak akan melihat dunia lebih baik jika kita tidak melakukan apa-apa. Jadi mari mulai berdoa untuk setiap kebejatan moral yang terjadi hari-hari ini.

Halaman :
1

Ikuti Kami