Perjuangan Celine Dion Melawan Stiff Person Syndrome, Berikut Gejala dan Penyebabnya
Sumber: gayahidup.dreamers.id

Health / 9 August 2023

Kalangan Sendiri

Perjuangan Celine Dion Melawan Stiff Person Syndrome, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Bella Tiurma Official Writer
1504

Belum lama ini kita mendapatkan kabar dari salah satu penyanyi terkenal Celine Dion yang menderita salah satu penyakit yang menyerah sistem saraf, yaitu Stiff Person Syndrome (SPS). Namun, hingga saat ini masih terus melakukan usahanya mencari obat yang cocok untuk membantu menyembuhkan. 

Seperti yang dikabarkan oleh saudara perempuannya bahwa Celine telah banyak mendengarkan penjelasan dari banyak peneliti terbaik di bidang SPS untuk bisa membantu menyembuhkan penyakitnya. 

Stiff Person Syndrome (SPS) yang diderita oleh Celine Dion adalah penyakit kelainan pada neurologis autoimun yang sangat langka dan menyerang sistem saraf manusia. Penyakit ini paling sering menyebabkan kekakuan otot hingga kejang yang menyakitkan, bahkan rasa sakit tersebut bisa datang dan pergi hingga memburuk seiring berjalannya waktu. 

Gejala Stiff Person Syndrome (SPS) 

Gejala yang sering terjadi pada seseorang yang menderita SPS adalah menjadi kakunya otot-otot tubuh. Dimana di masa awal, pasien akan merasakan otot menjadi kaku yang hilang dan timbul pada area tertentu, seperti bagian perut, dada, panggul, dan punggung. 

Namun, seiring berjalannya waktu rasa kaku yang dirasakan akan semakin terasa dan menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya. Ketika kakunya otot sudah terasa berat, penderita memiliki kemungkinan mengalami kelainan tulang belakang yang melengkung, seperti kifosis atau hiperlordosis. 

Bahkan kakunya otot yang semakin parah akan membuat penderita menjadi sulit bergerak hingga tidak mampu berjalan. 

Kakunya otot yang terjadi seringkali muncul bersamaan dengan kejang otot seperti penderita Isaac Syndrome. Dimana pemicu munculnya ini karena suara keras, sentuhan, paparan suhu dingin, dan stres. Serta durasi kejang yang disertai dengan kekakuan otot bisa berlangsung selama hitungan detik, menit, bahkan berjam-jam. 

Selain itu, ketika tingkat keparahan kejang otot pada penderita SPS mampu membuat penderita menjadi kehilangan kendali terhadap gerakan tubuhnya, rentan mengalami gejala kecemasan dan depresi. 

Penyebab Stiff Person Syndrome (SPS) 

Penyebab seseorang terkena SPS hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, beberapa para ahli mencurigai kemungkinan disebabkan karena kondisi autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel sehat. 

Pada umumnya, penderita SPS akan membuat antibodi dengan Asam Glutamat Dekarboksilase (GAD) yang berperan dalam membuat neurotransmitter yang disebut dengan Gamma-aminobutyric Acid (GABA) yang membantu mengontrol pergerakan otot. 

Meskipun para ahli belum memastikan peran GAD dalam perkembangan dan tingkat keparahan SPS. Tetapi sangat perlu diperhatikan keberadaan antibodi GAD bukan selalu penderita SPS, karena seseorang yang memiliki antibodi GAD tidak memiliki efek samping apapun. Berikut beberapa jenis SPS dalam klasifikasinya. 

1. SPS Klasik 

Jenis SPS yang paling umum diderita oleh seseorang karena berkaitan erat dengan adanya antibodi GAD. 

2. SPS Varian 

Terdapat beberapa varian SPS yang mampu menyerang bagian tubuh secara spesifik atau menunjukkan lebih banyak inkoordinasi (ataksia). Sehingga varian SPS memiliki kaitan dengan berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, tiroid, paru-paru, dan limfoma hodgkin dan non-hodgkin. 

Meskipun begitu, gejala umum yang muncul sebelum adanya perkembangan kanker, adanya penyebab dari antibodi yang berbeda dari SPS klasik. 

3. Ensefalomielitis Progresif dengan Kekakuan dan Mioklonus (PERM) 

Pada klasifikasi SPS PERM adalah varian yang memiliki tingkat yang lebih parah dan mampu mengakibatkan penurunan kesadaran, gangguan gerakan mata, ataksia, dan gangguan otonom. Sehingga kondisi ini seringkali memerlukan perawatan di lingkungan rumah sakit karena keterlibatan disfungsi otonom.

Sumber : detik.com | halodoc.com
Halaman :
1

Ikuti Kami