5 Cara menghadapi Tekanan Keluarga dan Lingkungan Saat Menantikan Kehadiran Sang Buah Hati
Sumber: freepik.com

Relationship / 19 July 2023

Kalangan Sendiri

5 Cara menghadapi Tekanan Keluarga dan Lingkungan Saat Menantikan Kehadiran Sang Buah Hati

Bella Tiurma Official Writer
1072

“Kapan mama dan papa gendong cucu?” 

“Istri kamu udah hamil belum?” 

Bagi banyak pasangan yang telah menikah, pertanyaan dan tekanan mengenai kehadiran buah hati kerap menjadi hal yang sulit dihadapi. Tak jarang pula, ekspektasi sosial yang menganggap setiap pasangan pasti segera memiliki anak membuat mereka merasa cemas dan kecewa ketika hadirnya buah hati tak kunjung datang. Situasi ini sering kali menyebabkan kesedihan, stres, dan bahkan depresi pada pasangan. 

Mungkin setiap pasangan sudah melakukan berbagai cara agar mereka dengan segera mendapatkan buah hati. Namun, tak semua pasangan bisa kuat untuk menghadapi pertanyaan yang secara bertubi-tubi dan tekanan saat menunggu hadirnya buah hati. Untuk itu, setiap pasangan dapat melakukan 5 cara berikut ini untuk bisa saling menguatkan pasangan. 

1. Memiliki Hati yang Ikhlas 

Menerima kenyataan bahwa memiliki anak adalah rahmat Tuhan yang tak selalu datang dengan mudah bisa menjadi langkah awal yang penting. Pasangan perlu saling mendukung dengan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani proses ini. Berdoa kepada Tuhan juga menjadi hal yang penting, serta meletakkan kepercayaan pada-Nya untuk memberikan peluang mendapatkan buah hati. 

2. Keterbukaan dan Komunikasi 

Tekanan dari keluarga dan lingkungan terkadang bisa sangat memberikan dampak yang menyakitkan hati, terutama disaat kita menerima kalimat-kalimat negatif seperti mandul dan tidak bisa memiliki anak. Tak satupun orang yang bisa menahan rasa sakit hati ketika menerima perkataan tersebut, dan parahnya mampu membuat setiap istri merasakan stres hingga depresi. 

Oleh karena itu, menghadapi pertanyaan dan tekanan bisa menjadi lebih ringan ketika pasangan saling berkomunikasi secara terbuka. Menceritakan perasaan yang sedang dirasakan kepada pasangan dapat membantu mengurangi beban emosional dan menguatkan ikatan di antara mereka. 

 

Baca Juga : Jangan Rusak Momen! Ini 5 Cara Menghadapi Pertanyaan Menjengkelkan Saat Kumpul Keluarga

 

3. Membuat Perencanaan dan Bantuan Medis 

Ketika kita dan pasangan memiliki keinginan besar untuk memiliki anak dan tak kunjung diberikan, maka setiap pasangan dapat membuat perencanaan baru yang mungkin bisa mewujudkan cita-cita bersama. Selain itu, konsultasi ke dokter dan mencoba berbagai program yang ditawarkan dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin mengupayakan kehadiran buah hati. Melakukan langkah konkret dalam merencanakan dan mencoba program medis akan membuat pasangan merasa lebih aktif dan bersemangat. 

4. Memilih Pertemuan dengan Bijak 

Meminimalisir pertemuan dengan banyak orang, terutama saat acara keluarga atau reuni, dapat membantu menghindari pertanyaan dan tekanan yang membuat sakit hati. Jika harus hadir, datang dengan bijaksana dan bisa mengalihkan pembicaraan jika topik sensitif muncul. 

Ketika memang diharuskan kita hadir dalam pertemuan tersebut, kita bisa datang ke pertemuan tersebut dengan sedikit terlambat agar fokus orang lain tidak berpusat kepada kita dan pasangan kita untuk menanyakan tentangg anak. Sedangkan jika kita dan pasangan sudah terjebak oleh pembicaran tentang anak, kita dapat mengalihkan pembicaraan tersebut dan izin terlebih dahulu untuk meninggalkan kumpulan tersebut. 

Semakin sedikit kita menemui orang, akan semakin kecil kemungkinan orang lain memberikan pendapat dan komentarnya tentang hal-hal sensitif dan pribadi. Sehingga kita dan pasangan dapat menghindari pertanyaan dan tekanan yang membuat sakit hati. 

5. Menjawab pertanyaan dengan Percaya Diri 

Memberikan jawaban tegas dan percaya diri pada pertanyaan-pertanyaan sensitif dapat membantu menegaskan posisi pasangan. Jawaban yang jelas dan tegas akan membuat orang lain lebih memahami dan mendukung pasangan dalam proses mereka. 

Menyikapi tekanan keluarga dan lingkungan saat menantikan kehadiran sang buah hati memang bukan hal yang mudah. Namun, dengan saling mendukung dan berkomunikasi secara terbuka, pasangan dapat mengatasi tekanan ini dengan lebih baik dan menjalani perjalanan menuju kehadiran buah hati dengan penuh harapan dan kebahagiaan.

Halaman :
1

Ikuti Kami