Teruntuk Setiap Ayah, Sudahkah Menjalankan 3 Peran Ini Atas Hidup Anak-anakmu?
Sumber: Jawaban.com

Relationship / 19 July 2023

Kalangan Sendiri

Teruntuk Setiap Ayah, Sudahkah Menjalankan 3 Peran Ini Atas Hidup Anak-anakmu?

Lori Official Writer
1264

Sebelum memutuskan untuk menikah, apakah Anda, para kaum laki-laki, mulai bertanya kepada diri Anda sendiri: Apakah saya sudah siap menjadi seorang ayah?

Tahukah Anda, peran seorang ayah di rumah menjadi hal yang sangat esensi! Bukan karena Anda adalah kepala keluarga, tetapi karena Anda adalah cerminan dari anak-anak Anda!

Dalam sebuah percakapan bersama Solusi TV, Yerry Pattinasarany menyampaikan bahwa “kegagalan seorang ayah di rumah tidak bisa digantikan dengan kesuksesan apapun yang dia raih di luar rumah”. Sebagai seorang ayah, apa saja sebenarnya peran yang harus dijalankan untuk memastikan keberhasilan dalam keluarga, terutama melahirkan anak-anak yang hebat?

1. Menjadi Teladan

Sudahkah Anda menjadi teladan bagi anak? Terutama dalam hal teladan iman? Seorang anak tidak perlu dipaksa mengenal Tuhan atau takut akan Tuhan jika ayahnya adalah orang yang taat di dalam Tuhan. Karena ayah adalah cerminan seorang anak. 

Bagi Yerry, menjadi seorang ayah berarti harus berhati-hati dengan setiap tindakan, perkataan dan kebiasaan. “Saya tidak berusaha membuat anak saya takut akan Tuhan. Yang saya usahakan adalah supaya anak saya punya orang tua yang takut akan Tuhan. Makanya saya sama anak saya biasanya, “Eh hati-hati kamu melangkah. Dan dia balikin lagi ke saya “Hati-hati ayah ngelangkah aku ngikut ayah”. 

“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.” – 3 Yohanes 1: 4

 

Baca Juga: Teruntuk Ayah, 3 Kata Kerja dari 1 Tesalonika 2 Ini Perlu Dilakukan ke Anak

 

2. Menjadi Inspirasi

Hal terbaik yang bisa diberikan oleh seorang ayah kepada anak-anaknya adalah perlakuan seorang ayah. Anak akan terinspirasi kepada sosok ayahnya ketika dia melihat ayahnya memperlakukan ibunya dengan sangat manis dan terhormat. Ini akan menjadi sumber kebanggaan dan motivasi bagi anak untuk melakukan hal serupa kepada orang lain. 

“Gift paling indah buat anak gue adalah waktu dia melihat gue makin sayang ama mamanya lebih dari sebelumnya. Jadi bayangin kekayaan value akan meluap di rumah,” demikian diungkapkan oleh Yerry.

“Para suami, kasihilah istrimu, sama seperti Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diri-Nya untuknya.” - Efesus 5:25

 

3. Selalu Hadir

Yerry mengungkapkan bahwa tingkat fatherless di Indonesia adalah yang ketiga terbesar di dunia. Artinya, ada banyak ayah yang tidak hadir di rumah untuk anak-anaknya. 

Tanpa kehadiran seorang ayah, anak akan menjadi mangsa bagi industri-industri besar seperti narkoba dan games. Karena dua hal ini dibuat untuk menggantikan ketidakhadiran sosok ayah di rumah.

“Raksasa industri mulai mempersiapkan produk-produknya untuk meraih keuntungan dari masalah fatherless ini. Sebuah penelitian mengungkap bahwa rasa narkoba sama seperti seorang anak yang sering dipangku, dipeluk, dicium sama bapaknya. Jadi ketika anak dipangku dan diberikan affirmasi seperti “You are my beloved son”, otak akan menghasilkan dopamin, endorphin, yang buat anak itu happy kayak pakai narkoba,” kata Yerry.

 

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Ayah Perlu Terlibat Dalam Pengasuhan Anak

 

Sama halnya dengan games, dirancang untuk supaya pemainnya tetap bisa merasakan apresiasi dan penerimaan dan melahirkan kehangatan dalam batinnya selayaknya dia ada di satu ruangan bersama papanya yang penuh cinta dan kasih. Jadi semakin tinggi tingkat kehadiran seorang ayah di rumah, bayangkan banyaknya anak yang terjerumus ke dalam kebahagiaan yang kosong.

Karena itu seorang ayah harus selalu ada setiap hari dan menjalankan peran sebagai teladan, pembimbing dan inspirasi bagi anak. Seperti disampaikan dalam Ulangan 6: 7, “…haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Dunia sedang menciptakan jebakan untuk merusak anak-anak kita. Karena itu sebelum Anda memutuskan menikah dan memiliki anak, tanyakan kepada diri Anda sendiri: Apakah saya siap menjadi seorang ayah? Bagi Anda yang sudah menjalani peran ini, mulai sadari bahwa peran Anda penting dan ini waktunya untuk berubah dan berjuang melindungi anak-anak Anda dari kehancuran.

Halaman :
1

Ikuti Kami