Warga Gunung Kidul Terjangkit Antraks Setelah Mengonsumsi Sapi, Kenali Gejalanya!
Sumber: detik.com

Health / 7 July 2023

Kalangan Sendiri

Warga Gunung Kidul Terjangkit Antraks Setelah Mengonsumsi Sapi, Kenali Gejalanya!

Bella Tiurma Official Writer
938

Puluhan masyarakat di Gunung Kidul terpapar penyakit antraks dan satu kasus kematian dilaporkan pada tanggal 4 Juni lalu. Kabarnya terpaparnya antraks pada masyarakat ini akibat mengonsumsi daging sapi yang mati karna sakit. 

Berdasarkan keterangan Balai Besar Veteriner Wates, sebanyak 12 ekor sapi dikabarkan telah terpapar antraks dan tiga diantaranya telah terkonfirmasi positif. Tak hanya itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunung Kidul mengungkapkan bahwa belasan sapi yang mati elah dikubur dengan SOP yang berlaku, tetapi beberapa waktu lalu warga setempat menggali kembali penguburan seekor sapi yang mati mendadak. 

Apa itu Penyakit Antraks? 

Penyakit antraks merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis yang memiliki tingkat penularan yang tinggi melalui hewan kepada manusia, tetapi tidak dapat ditularkan kepada sesama manusia. 

Salah satu bakteri yang mampu bertahan hidup selama 50 tahun di tanah dan 200 tahun di tulang hewan yang terinfeksi antraks. Bentuk dari bakteri ini jika diluar tubuh hewan dan manusia berbentuk spora. Sehingga bakteri ini masa hidupnya menjadi lebih tahan lama. 

Gejala dan Cara Penyebarannya Penyakit Antraks pada Manusia 

1. Melalui Kulit 

Penularan bakteri yang memaparkan antraks kepada manusia dapat melalui kontak langsung antara kulit manusia yang memiliki luka dan kotoran atau darah dari hewan yang terinfeksi atau sakit. Gejala yang ditimbulkan ketika manusia terpapar melalui kulit adalah munculnya bisul atau benjolan kemerahan dan pada bagian tepinya terdapat cairan. Ketika bagian tengah benjolan pecah akan membentuk koreng yang mengering dan berwarna hitam. 

Selain itu, seseorang akan meraskan pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening, demam, dan nyeri pada bagian otot tempat luka muncul. Namun, yang perlu diperhatikan bahwa bakteri mampu berkembang antara 1 hingga 7 hari setelah seseorang terpapar.

 

Baca Juga : Air Purifier, Humidifier atau Diffuser, Mana Paling Ampuh Tangkal Virus Dalam Ruang?

 

2. Melalui Pencernaan 

Selain melalui kulit, penyakit antraks dapat menginfeksi manusia melalui pencernaan yang mengonsumsi daging dan jeroan dari hewan yang terinfeksi. Namun, bakteri ini juga akan berkembang dan menginfeksi saluran pencernaan dalam waktu 1 hingga 7 hari setelah seseorang terpapar. 

Gejala seseorang terpapar penyakit antraks melalui pencernaan adalah nyeri pada perut, mual, muntah, peradangan pada lambung dan usus, diare berdarah, tidak ada nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. 

3. Melalui Pernapasan 

Terpaparnya penyakit antraks melalui pernapasan akibat terhirupnya bakteri antraks yang berbentuk spora dari lingkungan yang telah tercemar. Selain itu, ketika seseorang yang sedang memproses kulit dan bulu hewan yang terpapar bakteri pun mampu terhirup oleh manusia. Tetapi manusia baru bisa dinyatakan terinfeksi setelah bakteri berkembang selama 7 hari hingga 2 bulan setelah terpapar.Gejala yang ditimbulkan adalah sakit tenggorokan, demam, batuk, nyeri pada dada, dan sulit bernapas.

Sumber : detik.com | cnnindonesia.com
Halaman :
1

Ikuti Kami