Begini Pernyataan Pemimpin Gereja Terkait Insiden Pembakaran Kitab Suci di Swedia
Sumber: riaupos.jawapos.com

News / 4 July 2023

Kalangan Sendiri

Begini Pernyataan Pemimpin Gereja Terkait Insiden Pembakaran Kitab Suci di Swedia

Bella Tiurma Official Writer
1361

Beberapa waktu lalu, tepat saat umat Muslim merayakan Idul Adha, terjadi insiden pembakaran kitab suci umat Muslim di Swedia oleh kelompok ekstremis Islam. Sebagai bentuk toleransi, Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan, Naeem Yousaf Gill, mengutuk tindakan penodaan terhadap kitab suci Alquran yang terjadi tersebut. 

Selain itu, para pemimpin gereja di Pakistan juga memberikan peringatan kepada umat Kristiani agar tetap waspada dan mencari perlindungan dari pihak berwenang untuk menjaga keamanan tempat ibadah. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan oleh umat Kristiani di Pakistan terhadap kemungkinan adanya aksi balasan terhadap sikap Swedia. 

"Sebagai agama minoritas, kami hidup dalam persaudaraan dan perdamaian serta selalu mendukung mayoritas. Kami tidak dapat membayangkan melanggar sensitivitas hukum ini," ungkap Gill.

 

Baca Juga : Pastor Katolik Ini Berkali-kali Ditahan Karena Tolak Praktik Aborsi

 

Di sisi lain, Gill juga mengingatkan pihak berwenang untuk tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin timbul dari kelompok militan Sunni Laskhar-e-Jhangvi. Kelompok militan tersebut telah mengeluarkan kecaman kepada umat Kristiani di Pakistan, dimana mereka akan menjadikan Pakistan sebagai neraka bagi agama Kristen. Hal ini menjadi balasan atas penodaan Alquran di Swedia. 

Pastor Khalid Rashid Asi, Ketua Komisi Dialog dan Ekumenisme Keuskupan Faisalabad, juga menganggap hal ini sebagai perhatian serius. Ia segera bertemu dengan petugas kepolisian dan meminta semua imam di keuskupan untuk menghubungi pihak berwenang setempat demi menjaga keamanan paroki, biara, sekolah, dan institusi lainnya. 

Ia juga menambahkan bahwa setiap gereja perlu meningkatkan kepekaan terhadap keamanan dengan mengunci pintu gereja dan institusi lainnya serta melakukan pemeriksaan berkala terhadap kamera dan sistem keamanan. Hal ini dikarenakan ia masih teringat akan kejadian kerusuhan anti-Kristen yang terjadi pada tahun 2009 di Punjab.

Sumber : ucanews.com
Halaman :
1

Ikuti Kami