Bosan dengan Pasangan, Wajar atau Tidak?
Sumber: Shutterstock.com

Marriage / 1 July 2023

Kalangan Sendiri

Bosan dengan Pasangan, Wajar atau Tidak?

Aprita L Ekanaru Official Writer
1223

Wajar jika seseorang merasa bosan dengan pasangannya. Ini adalah hal yang lumrah dalam sebuah hubungan. Namun, yang tidak wajar adalah ketika kebosanan itu datang, lalu diatasi dengan mencari hubungan romantis lain di luar pasangan atau melibatkan diri dalam perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan obat-obatan. Padahal, solusi untuk mengatasi kebosanan tersebut sebenarnya dapat ditemukan di dalam hubungan itu sendiri, jika kita bersedia untuk mengintrospeksi.

 

BACA JUGA: 15 Cara Memprioritaskan Pasangan dalam Pernikahan

 

Misalnya, setelah diteliti lebih dalam, mungkin bukan karena bosan dengan pasangannya, tetapi lebih karena keadaan yang membosankan. Komunikasi yang hanya berkutat pada urusan pengasuhan anak misalnya. Solusinya bisa datang dengan merencanakan waktu untuk "malam ngobrol" di mana kita bisa berbicara tentang hal-hal lain di luar urusan anak sambil menikmati makanan favorit di rumah, atau bahkan mengatur kencan berdua di luar rumah. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali bahwa kita adalah pasangan satu sama lain, bukan hanya sebagai orang tua.

Setelah melalui introspeksi, mungkin kita menyadari bahwa tangki cinta dalam hubungan tersebut kurang terisi. Dalam hal ini, kita perlu menghabiskan waktu untuk diri sendiri terlebih dahulu. Kita perlu melibatkan diri dalam aktivitas yang tidak melibatkan pasangan atau anak, untuk menemukan kembali jati diri kita. Misalnya, dengan membaca buku sendirian di rumah atau pergi beraktivitas sendiri sepanjang hari. Hal ini penting agar kita dapat mencintai orang lain dengan lebih kuat dan sehat, serta mengatasi rasa bosan yang mungkin kita rasakan.

Mungkin kita juga perlu lebih bersosialisasi. Kita, sebagai manusia, adalah makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain di luar peran kita sebagai pasangan dan orang tua. Kita perlu mengejar aktualisasi diri. Sebenarnya, setelah berbicara sebentar dengan teman di telepon atau bertemu dengan teman, rasanya sudah cukup. Atau melakukan hal-hal yang kita anggap bermanfaat. Hal ini akan membantu kita melihat hidup dari perspektif yang berbeda, yang lebih hidup dan tidak lagi melihat pasangan sebagai sumber kebosanan.

Pada akhirnya, pernikahan adalah tentang kedewasaan. Kita perlu dewasa untuk dapat melihat bahwa kebosanan adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan, yang tidak dapat diatasi dengan mengalihkan perhatian atau mengabaikannya. Kita perlu mencari akar masalahnya. Dengan demikian, setiap tantangan dalam hubungan (termasuk kebosanan) dapat membantu kita tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih dewasa.

 

BACA JUGA: 5 Prioritas Utama yang Dapat Anda Implementasikan Dalam Pernikahan

 

Selain itu, anak-anak yang melihat bagaimana kita menghadapi kebosanan dalam hubungan (dengan mencari akar masalah, bukan mengalihkan atau mengabaikannya) dapat belajar pelajaran hidup yang berharga secara tidak langsung. Mereka akan melihat bagaimana kita sebagai orang tua belajar menghadapi tantangan dan tumbuh bersama, sehingga mereka pun dapat belajar dari pengalaman tersebut.

Sumber : @rabbitholeid | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami