Fenomena Baru Di Eropa: Gereja Kosong dan dijadikan Tempat Hiburan, Kok Bisa ya?!
Sumber: viator.com

News / 26 June 2023

Kalangan Sendiri

Fenomena Baru Di Eropa: Gereja Kosong dan dijadikan Tempat Hiburan, Kok Bisa ya?!

Bella Tiurma Official Writer
1712

Baru-baru ini dikejutkan oleh pemberitaan dari benua Eropa yang menemukan fenomena baru. Salah satu benua yang memiliki jumlah penduduk yang kebanyakan menganut agama Kristen lebih dari dua ribu tahun lamanya, mulai memperlihatkan banyaknya gereja, biara, dan kapel yang kosong. 

Sebuah fenomena yang mampu menyita perhatian publik ini terjadi di sebagian besar tempat yang menjadi jantung umat Kristiani di Eropa. Mulai dari Jerman hingga Italia dan masih banyak negara-negara yang menemukan tempat ibadah mulai kosong dan terbengkalai. 

Tak hanya itu, sebuah negara yang memiliki sejumlah katedral terbesar di Eropa, tepatnya di Flanders, Belgia Utara membuat fenomena ini semakin menonjol. Bahkan dikabarkan bangunan gereja yang biasanya digunakan untuk ibadah dan memuji Tuhan beralih fungsi selama kekosongan terjadi.

 

Baca Juga : Apa itu Kristen Muhammadiyah? Simak Alasan Lahirnya Fenomena Baru...

 

Mengutip dari salah satu kanal berita di New Zealand yang menyatakan bahwa ada beberapa gereja yang beralih fungsi menjadi tempat hiburan, seperti kafe, hotel, toko pakaian, bahkan ada yang digunakan sebagai kelab malam. 

Salah satu gereja yang beralih fungsi sebagai tempat hiburan berada di gereja Katolik Roma, Sacred Heart Church, Belgia yang telah ditutup selama dua tahun dan beralih menjadi sebuah kafe dan panggung pertunjukan untuk konser. 

Selain itu, gereja Fransiskan dengan jarak yang tidak jauh dari Sacred Heart Church berubah menjadi sebuah hotel mewah. Hal ini dikabarkan akan menjadi titik perubahan budaya baru di jantung kota Mechelen, Belgia. 

“Kami sering mendengar, orang datang ke sini untuk rileks dan menikmati keheningan dari identitas bangunan ini sebelumnya,” ujar salah satu manajer hotel Martin’s Patershof, Emilie De Preter yang dikutip langsung melalui laman Republika Internasional.

 

Baca Juga : Kenapa Fenomena Pergeseran Moralitas Remaja Meningkat di Era Sosial Media?

 

Di sisi lain, pada salah satu wilayah di Mechelen yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 85.000 menjadi pusat Katolik Roma, yang menyandang status sebagai salah satu kota dengan adanya dua lusin gereja. Sang walikota Mechelen, Bart Somers menyatakan bahwa dirinya telah melakukan kerjasama bertahun-tahun untuk memberikan beberapa bangunan gereja yang digunakan menjadi berbagai fungsi. 

“Di kota saya, kami memiliki tempat pembuatan bir di gereja, kami memiliki hotel di gereja, kami memiliki pusat budaya di gereja, kami memiliki perpustakaan di gereja. Jadi kami memiliki banyak tujuan baru untuk gereja-gereja,” ujar Somers. 

Perubahan fungsi gereja-gereja di Eropa ini pun ditanggapi langsung oleh Uskup Johan Bonny, dimana ia menjelaskan walaupun umat agama Katolik Roma telah menurun. Tak sepatutnya dengan alasan apapun mengubah fungsi gereja-gereja tersebut menjadi tempat hiburan. Tetapi pada kenyataan yang terjadi di Eropa banyak gereja yang terus beralih fungsi.

Sumber : cnnindonesia.com | internasional.republika.co.id | nzherald.co.nz
Halaman :
1

Ikuti Kami