4 Hal yang Perlu dihindari Berdasarkan Kisah Alkitab untuk Memperkuat Ikatan Pernikahan
Sumber: Jawaban.com

Marriage / 21 June 2023

Kalangan Sendiri

4 Hal yang Perlu dihindari Berdasarkan Kisah Alkitab untuk Memperkuat Ikatan Pernikahan

Bella Tiurma Official Writer
2492

3. Menahan Hawa Nafsu Terhadap Milik Orang Lain – Daud dan Batsyeba 

“Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu." - 1 Samuel 13 : 14 

Berdasarkan ayat tersebut, kita memahami bahwa Daud merupakan seseorang yang dipilih dan berkenan di hati Tuhan. Tetapi dalam kehidupan Daud, ia telah melakukan sebuah kesalahan yang besar yaitu memiliki hawa nafsu kepada istri orang lain. 

Tak hanya itu, ia bahkan mengambil keputusan untuk menuruti apa yang diinginkan dirinya dan berujung memutuskan hal buruk lainnya. Bahkan dalam kisah Daud yang tercantum dalam 2 Samuel 11 : 9 – 13 Daud rela merencanakan hal-hal buruk untuk menutupi perbuatan dosanya. Bukan hanya kebohongan-kebohongan yang ia ciptakan tetapi sebuah kejahatan yang merenggut nyawa suami dari Batsyeba supaya ia bisa mengambil dan dijadikan sebagai istrinya. 

Apa yang dilakukan Daud tentu tidak berkenan di hadapan bahkan di hati Tuhan. Daud telah melakukan pelanggaran besar dan harus menjalani konsekuensi yang diberikan. Melalui kisah ini setiap umat Kristiani harus lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan untuk tidak terbawa oleh hawa nafsu. 

Meskipun Daud telah melakukan dosa dengan mengambil pasangan orang lain, tetapi ia bersedia untuk melakukan pertobatan yang digambarkan di dalam Mazmur 51 yang ia tuliskan. 

4. Janganlah Berbohong diatas Kemuliaan Tuhan – Ananias dan Safira 

Jika kamu mendengar seseorang memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk persembahan digereja, pasti kita beranggapan bahwa itu adalah hal yang mulia dan tidak ada yang salah. Namun, bagaimana dengan kisah Ananias dan Safira yang telah melakukan kebohongan atas jumlah yang mereka berikan kepada gereja? Tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan oleh siapapun. 

Di dalam Kisah Para Rasul 5 telah dijelaskan bahwa Petrus yang berhadapan dengan Ananias dan Safira mempertanyakan mengapa mereka bisa melakukan tindakan yang telah mendustai Allah. Bahkan mereka harus menerima konsekuensi atas tindakannya yang menerima kematian. 

Melalui kisah Ananias dan Safira dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi setiap pasangan bahwa setiap pasangan janganlah sekali-kali membohongi Roh Allah. Sekecil apapun tindakan yang kita pikirkan hanya untuk membohongi manusia, tetapi ketahuilah bahwa hal tersebut akan selalu diketahui oleh Tuhan. 

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” - 1 Petrus 5 : 8 

Selain itu, ayat diatas telah memberikan pelajaran lain bagi setiap pasangan bahwa iblis dengan senang hati akan menghancurkan umat Tuhan dan membuat kita tunduk pada pencobaan. Sehingga setiap pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga, hendaknya saling mengingatkan dan menguatkan untuk melawan setiap godaan iblis yang menghampiri kita. Seperti nasihat yang telah tertulis dalam 1 Petrus 5 : 9 “Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami