Pemerintah Ajak Gereja Cegah Tingginya Kasus Stunting Anak di Papua
Sumber: papuabarat.antaranews.com

News / 10 June 2023

Kalangan Sendiri

Pemerintah Ajak Gereja Cegah Tingginya Kasus Stunting Anak di Papua

Bella Tiurma Official Writer
844

Terkait isu kemiskinan dan gizi buruk yang mengakibatkan banyaknya kasus stunting pada balita di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengajak elemen gereja ambil bagian dalam menjawab kebutuhan anak. 

Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa peran serta gereja yang direncanakan untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait program-program pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan dan stunting. 

“Gereja bisa buat tempat pelayanan jika mama-mama takut ke Puskesmas. Kalau pendeta yang beri imbauan pasti masyarakat ikut.” tambah Waterpauw yang dikutip melalui papuabarat.antaranews.com. 

Dalam pengendalian kemiskinan yang telah pemerintah rancang dengan pendistribusian bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui ekonomi kreatif. Sehingga pendapatan per kapita yang dihasilkan oleh masyarakat akan mengalami peningkatan. 

Sedangkan program pemerintah dalam pengelolaan stunting dalam lingkup provinsi maupun kabupaten akan bersatu untuk melaksanakan program bapak asuh, pemberian makanan yang bernutrisi tinggi, dan penyediaan layanan pengukuran tinggi badan untuk balita stunting. 

Langkah awal yang telah pemerintah lakukan saat ini adalah dengan pembentukan satuan tugas (satgas) menjalankan program percepatan penurunan kemiskinan dan stunting di seluruh daerah Papua Barat. Selain itu, pemerintah memberikan dana sebesar Rp 18 miliar dalam upaya memaksimalkan pengerjaan program yang dirancang secara maksimal. 

“Pj Gubernur juga memberikan solusi apabila masyarakat enggan ke Puskesmas atau terlalu jauh tempatnya, maka pihak gereja dapat bekerja sama untuk adakan pemeriksaan kesehatan, bisa saja lokasinya di gedung Gereja ini saja agar mempermudah masyarakat menjangkaunya untuk melakukan pemeriksaan” tambah Waterpauw.  

Di sisi lain, mantan Kapolda Papua Barat menyatakan dikemukakan di depan Jemaat Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Maranatha Singgenya, Pegunungan Arfak bahwa elemen gereja yang mensosialisasikan terkait program ini untuk memberikan sebuah pengetahuan seberapa penting pengobatan medis di puskesman, bukan malah sebaliknya masyarakat menjadi takut karena menerima pemahaman lain. 

“Kalau pendeta kasih himbauan mudah-mudahan Tuhan Yesus pasti berikan berkat dan emudahan kepada semua pihak” tambah mantan Kapolda Papua Barat.

Sumber : papuabarat.antaranews.com | papuastar.com
Halaman :
1

Ikuti Kami