3 Tsunami yang Akan Melanda Dunia, Gereja-gereja Perlu Waspada!
Sumber: iStock

Kata Alkitab / 4 June 2023

Kalangan Sendiri

3 Tsunami yang Akan Melanda Dunia, Gereja-gereja Perlu Waspada!

Lori Official Writer
1880

Ini adalah wake up call bagi kita gereja Tuhan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat ini. Jika kita tidak peka dengan keadaan ini, maka kita akan kehilangan momentum untuk menyelamatkan generasi dari pemuridan teknologi melalui Sosial Media dan teknologi canggih yang sekarang ini mulai muncul, seperti Chat GPT dan Artificial Intelligence (AI). 

Bagi Anda yang belum menyadari ini, hari ini pemimpin CBN Indonesia, Mark McClendon akan memaparkan satu per satu dari dampak 3 tsunami yang akan melanda dunia, diantaranya:

1. The Great Social Media RESET 

Media sosial telah memulai perubahan paradigma, mengatur ulang satu generasi. Konvergensi media dan teknologi telah mengkatalisasi salah satu transformasi generasi terbesar dalam sejarah manusia, terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Teknologi yang ada saat ini telah meresap ke dalam bagian diri kita yang terdalam dan menjadi alat yang menentukan bagaimana manusia membentuk identitasnya, bagaimana menjalin hubungan, membuat keputusan, dan memahami dunia?  Ranah media sosial dan smart phone telah memungkinkan infiltrasi bias dan prasangka manusia ke dalam ranah digital, mengeksploitasi kerentanan kita.

 

Baca Juga: Mark McClendon: Generasi ini sedang Dilanda Tsunami Digital

 

Tanpa sepengetahuan kami, platform ini memiliki kapasitas untuk membanjiri psikologi kami dengan cara yang halus. Lanskap bisnis saat ini bergantung pada manipulasi teknologi pemahaman manusia, seperti yang diungkapkan oleh mantan karyawan Google Tristan Harris, yang berkomentar, "Rancangan media sosial pada dasarnya menunggangi kelemahan kita dan memanipulasi kita."

Senada dengan Tristan, perancang teknology Virtual Reality, Jaron Lanier menegaskan bahwa raksasa teknologi yang menjual aplikasi mereka pada dasarnya menjual perubahan bertahap dalam perilaku dan pandangan dunia seseorang yang dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna. Dampak kolektif dan keseluruhan dari pengaruh ini terhadap visi, persepsi, dan jiwa kita dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir ini memang masih belum diketahui karena tidak ada penelitian yang secara pasti mengidentifikasi efek media sosial. Namun teknologi ini akan membuat manusia, seperti pelari buta yang berlari menuju tujuan yang tidak diketahui dan tidak menyadari bahwa sedang terjadi transformasi besar-besaran di dalam dirinya.

Ledakan media sosial di perangkat seluler terjadi pada tahun 2009. Sejak itu, teknologi mulai mengatur ulang satu generasi, mencuci otak, dan memprogram ulang hidup mereka. Sebagai profesional di industri media dan teknologi, sangat penting bagi CBN untuk memahami solusi, menyalurkan tanggapan, dan berjuang agar konten kami dilihat berdasarkan nilai yang melekat. Kita punya kesempatan untuk menyelamatkan dan memulihkan generasi. Kita harus memahami apa yang sedang terjadi bahwa PERANG PENGARUH sedang terjadi, dimana media sosial secara tidak kasat mata mengindoktrinasi seluruh generasi, dari kamar tidur hingga ruang keluarga dan bahkan saat ibu mereka mencuci piring di dapur.

 

2. Perubahan Peta Moral

Perubahan peta moral atau nilai-nilai sedang terjadi. Bahkan orang-orang yang mengaku Kristen, yang menghadiri gereja, yang sudah lahir baru secara rohani, dan dibaptis dalam Roh Kudus, langsung dibuat tawar hati dan mereka berkompromi dan menjadi tidak produktif ketika terjerat dalam ideologi tertentu.

Ideologi LGBTQIA, yang mendominasi percakapan online yang tak terhitung jumlahnya dan menembus pikiran anak muda di seluruh dunia, membutuhkan perhatian kita. Ideologi ini sangat egois, mengutamakan kepentingan pribadi, keinginan, kenyamanan, dan individualitas. Itu tidak lagi berputar di sekitar salib Kristus, pengorbanan diri, kerendahan hati, mengakui kebenaran, atau menundukkan diri. Sebaliknya, ideologi ini berpusat kepada pikiran egois tentang "aku" dan kenyamaan perasaan pribadi, preferensi, dan identitas diri. Akibatnya, ketika seorang Kristen memeluk ideologi LGBTQIA, komitmen mereka terhadap kebenaran firman Tuhan menjadi lemah.

Tsunami perubahan kedua ini telah menyusup ke dunia politik bahkan sudah menjamur ke dunia hiburan Hollywood, Koreanwood, dan Bollywood. 

 

Baca Juga: Mark McClendon: Jangan Jadi “Gereja Blackberry”

 

3. The Rise of AI

Pesatnya pertumbuhan teknologi AI, menurut Sundabhi Chai, CEO Alphabet, menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah manusia, melebihi penemuan api dan listrik secara signifikan. Dengan kata lain, AI memiliki kekuatan untuk merevolusi segalanya, itulah sebabnya peluncuran Chat GPT 4 baru-baru ini pada bulan Maret membuat semua orang terkejut. Begitu dilepaskan, AI menjadi kekuatan yang sangat menantang untuk dikendalikan. Akselerasi ini di luar pemahaman kita.

Pada tahun 2030, umat manusia akan mengalami transformasi luar biasa di semua industri dan bidang, dengan implikasi mendalam bagi anak-anak kita. AGI (Artificial General Intelligence) digadang-gadang akan menjadi sumber kearifan dan sumber penghidupan mereka. Anak-anak kita terhubung ke internet, WhatsApp, dan YouTube, sementara teknologi terjalin dengan alam bawah sadar, daging, dan tubuh kita. 

Dampak negatifnya, tanpa kita sadari kecanggihan ini akan membuatc generasi anak semakin terhilang dari gereja. Mereka akan lebih mengandalkan AI atau teknologi canggih lain yang bermunculan sebagai sumber dari pengetahuan tentang apapun juga. Pada akhirnya generasi anak tak lagi mengenal Tuhan. Karena itu, untuk menyelamatkan generasi CBN terus menyampaikan Wake Up Call kepada gereja atas urgensi dan kesadaran seputar teknologi. 

 

Baca Juga: Mark McClendon : Pernikahan Sesama Jenis Bertentangan dengan Alkitab

 

Gereja diharapkan tidak lagi hanya mencari nyaman dan menikmati keadaan yang normal-normal saja seperti menjalankan ibadah minggu hanya seperti biasanya dan sibuk dengan berbagai event gereja yang kurang esensi. Ini waktunya gereja Tuhan perlu datang di hadapan Tuhan, berlutut dan berdoa supaya diberikan kepekaan akan visi Tuhan bagi generasi, peka akan perubahan yang terjadi dan merasakan desakan yang sama seperti Tuhan bagi generasi.

 

Halaman :
1

Ikuti Kami