Makanan Ultra-olahan Telah Mendominasi Pola Makan Orang Amerika? Bahayakah Bagi Kesehatan?
Sumber: nationalgeographic.grid.id

Health / 26 May 2023

Kalangan Sendiri

Makanan Ultra-olahan Telah Mendominasi Pola Makan Orang Amerika? Bahayakah Bagi Kesehatan?

Bella Tiurma Official Writer
1171

Seorang profesor di departemen olahraga dan nutrisi pada salah satu Sekolah Kesehatan Masyarakat Institute George Washington Milken, Allison Syvetsky, dalam kutipan yang disampaikan dalam npr.org bahwa makanan ultra-olahan adalah makanan yang berasal dari kreasi industri. Dimana di Amerika serikat hampir 60% dari apa yang dimakan oleh orang dewasa pada umumnya meliputi makanan ultra-olahan, sedangkan hampir 70% dari apa yang dimakan oleh anak-anak. 

Makanan yang termasuk ke dalam makanan ultra-olahan, mulai dari kue dan soda hingga saus, sereal, roti kemasan, makanan beku, dan es krim. Kebanyakan orang tidak akan sadar bahwa bahan makanan yang terkandung tidak akan ditemukan di dapur. Seperti isolat protein terhidrolisis (untuk mendapatkan asam amino dan peptida), penstabil warna, dan humektan (bahan makanan untuk mempertahankan kadar air).

Tingginya masyarakat memiliki pola makan dengan makanan olahan, sering dikaitkan dengan masalah-masalah kesehatan. Misalkan risiko obesitas, hipertensi, kanker payudara, kolorektal, hingga kematian. Oleh karena itu, mengapa makanan ultra-olahan termasuk makanan berbahaya bagi kesehatan? Yuk simak penjelasan lengkapnya. 

Baca Juga : Benarkah Bahaya Kandungan Etilen Oksida Pada Makanan Menyebabkan Kanker?

Makanan Ultra-olahan Berbahaya Bagi Kesehatan? 

Pada umumnya makanan yang termasuk ke dalam makanan ultra-olahan adalah makanan yang padat energi, tinggi lemak, gula, garam, dan rendah serat serta mikronutrien. Sehingga yang membuat makanan ultra-olahan masuk ke dalam kategori berbahaya atau sehat, karena bukan hanya kandungan gizi yang dihitung berisiko. Tetapi adanya perubahan fisik dan kimia yang terjadi akibat proses pengolahan tingkat tinggi. 

Selain itu, efek buruk dari makanan ultra-olahan dapat dipicu oleh bermacam proses yang disebabkan oleh komponen makanan non-gizi. Seperti bahan makanan yang aditif, bahan kontak makanan, senyawa neo-formed, dan degradasi matriks makanan yang disebabkan karena adanya pengolahan makanan bertingkat. 

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti di Amerika Serikat yang dikutip dalam laman halodoc.com, menyampaikan bahwa selain bentuk gizi yang buruk, beberapa jenis bahan makanan diketahui mampu meningkatkan adanya peradangan pada usus dan mengganggu keseimbangan mikrobioa usus. Sehingga hal ini yang menyebabkan adanya kemungkinan risiko kanker pada usus besar. 

Oleh karena itu, meskipun telah dilakukan pengurangan pada komposisinya dan kandungan gizi di dalamnya telah dimodifikasi menjadi sehat, itu tidak akan cukup untuk mengubah makanan ultra-olahan menjadi lebih baik dan tetap menjadi pemicu risiko penyakit kronis. 

Baca Juga : Konsumsi Daging Berlebih, Sebabkan Ragam Penyakit Ini

Cara Mengenali Makanan Ultra-olahan 

Langkah paling sederhana dalam mengidentifikasi makanan yang ada termasuk ke dalam makanan ultra-olahan atau tidak, dengan membaca keterangan nutrisi pada kemasan atau melihat komposisi yang bisa ditemukan pada setiap kemasan. Karena makanan ultra-olahan banyak disajikan dalam bentuk kemasan. 

Ketika seseorang melihat daftar komposisi yang sangat panjang dengan banyak istilah kimia, maka hampir sebagian besar makanan itu termasuk makanan ultra-olahan. Kandungan yang umumnya akan ditemukan dalam makanan ultra-proses seperti: 

  • Kasein
  • Laktosa
  • Whey
  • Gluten 

Selain itu, jika dalam keterangan komposisi memiliki daftar bahan makanan yang berasal dari pengolahan lanjut, seperti minyak terhidrogenasi, protein terhidrolisis, isolat protein kedelai, maltodekstrin, dan sirup jagung (high-fructose corn syrup/HFCS).

Baca Juga : Makan Junk Food Tapi Tetap Sehat Dengan Mengetahui 5 Penangkal Bakteri Ini!

Tak hanya itu saja, makanan ultra-olahan memiliki masa kadaluwarsa yang panjang, harga sangat terjangkau, dan praktis. Sehingga dengan mengetahui ciri makanan ultra-olahan, maka setiap orang akan memahami bahaya yang akan ditimbulkan jika mengkonsumsi terlalu banyak makanan ultra-olahan. 

Suatu hal yang mustahil jika setiap orang mampu menghindari makanan ultra-olahan, tetapi ada baiknya adanya tingkat kewaspadaan yang timbul dan mampu membatasi mengkonsumsi makanan ultra-olahan. Sehingga membantu setiap orang memiliki hidup yang sehat.

Sumber : npr.org | halodoc.com | klikdokter.com
Halaman :
1

Ikuti Kami