7 Teladan Yesus yang Bisa Kamu Gunakan Sebagai Strategi Menjalani Hidup Sukses
Sumber: Jawaban.com

Finance / 12 May 2023

Kalangan Sendiri

7 Teladan Yesus yang Bisa Kamu Gunakan Sebagai Strategi Menjalani Hidup Sukses

Bella Tiurma Official Writer
863

Kehidupan yang sukses dan stabil dalam segala hal tentu keinginan semua orang. Banyaknya informasi dan berbagai tips yang dengan mudahnya di akses pada internet tentang kesuksesan, terkadang akan menambah tingkat stres dalam diri karena tidak tahu mana yang terbaik. 

Lalu darimana seseorang mengetahui pasti tentang kesuksesan itu? Bagi setiap umat Kristiani untuk mendapatkan kebenaran akan mengambil langkah menghadap kepada Allah, bertanya padaNya, dan melihat cerminan nyata dari kehidupan yang indah dariNya. 

Seperti yang tertulis dalam Efesus 2 : 10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Melalui ayat ini Tuhan ingin setiap umat Kristiani dapat merasakan dan merenungkan segala perbuatan baik-Nya. 

Oleh sebab itu, Tuhan Yesus hadir untuk memulihkan setiap harapan dan memberikan sukacita bagi setiap umat Kristiani. Setiap perjalanan yang Yesus lalui dapat dijadikan sebagai teladan bagi setiap umat Kristiani, termasuk sebagai strategi dalam menjalani hidup sukses. 

1. Konsisten seperti Yesus 

Setiap umat Kristiani dapat mengikuti teladan Yesus dalam segala hal di hidup kita. Dimana Yesus telah menetapkan hatiNya untuk terus berada dalam tujuan utama-Nya yang telah ditetapkan. Dia tidak akan pernah berubah pikiran ataupun mengalihkan perhatiannya, karena Yesus selalu berpegang teguh pada komitmen-Nya. 

Di dalam kehidupan pekerjaan, sebuah konsisten sama berlakunya agar setiap orang dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Sebagai karyawan ataupun pemimpin pasti memiliki konsisten dalam menjalani pekerjaannya, tidak ada seorang pun yang tidak konsisten memiliki hidup yang sukses dan stabil. Karena konsistensi merupakan suatu pedoman utama agar setiap orang tidak keluar jalur. 

2. Perlunya Ada Keseimbangan antara Kerja dan Istirahat 

Sepanjang kehidupan manusia, Tuhan selalu bekerja dan tidak pernah menyerah, namun Dia tahu kapan waktu istirahat yang diperlukan untuk menyegarkan tubuh dan pikiranNya. Dalam menyeimbangkan pekerjaan dan waktu istirahat, Tuhan lebih memilih untuk menjauh dari keramaian dan berdoa dengan dipenuhi oleh Firman Tuhan. 

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.” - Markus 6 : 31 

Tak jarang seseorang akan jenuh dalam menjalani pekerjaan atau pelayanannya karena terus menerus mendorong diri untuk tetap bekerja. Meskipun di dalam pikiran setiap orang akan terbesit ketika berhenti bekerja, pekerjaan tidak akan selesai. Tetapi Tuhan selalu mengingatkan bahwa tubuh yang melakukan pekerjaan akan membutuhkan keseimbangan untuk tetap mengambil waktu beristirahat agar kualitas produktivitas yang dilakukan tetap terjaga. 

Terkadang tubuh yang secara paksa untuk terus berjalan dan bekerja akan menimbulkan masalah kesehatan bagi diri sendiri. Bahkan pikiran yang lelah akan menjadi tidak jernih dalam berpikir dan menimbulkan kesalahan. Sehingga setiap orang akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memperbaikinya. Inilah mengapa Tuhan menetapkan hari Sabat, karena setiap umat Kristiani memang memerlukan pekerjaan tetapi juga membutuhkan hikmat dalam melakukan setiap aktivitasnya. 

3. Memiliki Prinsip dan Ketaatan yang Tidak Tergoyahkan 

Dalam perjalanan Yesus, Ia selalu berhadapan dengan setiap orang dari berbagai macam latar belakang, status sosial, dan tingkat jabatan yang berbeda-beda. Tetapi Dia tidak pernah berubah pada prinsip yang telah diajarkan, sehingga Dia disukai oleh semua orang. 

Hal ini juga berlaku bagi setiap umat Kristiani yang dapat menemukan dirinya dalam situasi yang dapat menggoda kita untuk menjauhi nilai-nilai Kekristenan di dalam karir, pendidikan, atau sebuah hubungan. Karena disaat setiap orang dapat dengan setia dalam nilai-nilai Kekristenan, Tuhan akan memberikan berkat yang lebih berharga dibandingkan dengan penghargaan yang manusia berikan. 

4. Mendengarkan pemimpinnya 

Setiap perjalanan kehidupan yang Yesus lalui, tentu dengan pimpinan Allah, Bapa. Dia selalu setia pada Firman Tuhan untuk memenuhi kehendak Bapa-Nya dan tidak membuat sebuah keputusan atas kehendak dirinya saja. 

Memiliki keterbukaan dalam berpikir dan mau menerima nasihat harus dimiliki oleh setiap orang, serta kebijaksanaan akan suatu pengetahuan yang mampu membedakan apa yang baik dan tidak. Setiap orang dimampukan untuk dapat mendengarkan karena tidak semua orang mengetahui segalanya. Sehingga setiap umat Kristiani dapat dengan rendah hati menyadari dan memahami bahwa perlunya seorang pembimbing yang bijak dan dapat mendukung kita untuk terus maju menuju masa depan yang luar biasa. 

5. Kuat dalam Menghadapi Perlawanan 

Segala kesulitan tidak dapat mempengaruhi setiap umat Kristiani yang setia dan percaya pada Tuhan. Seperti Yesus yang kuat dalam melewati perjalanan hidupnya menerima penghinaan dari orang Farisi yang menggunakan Kitab Suci dengan salah.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” - Matius 23 : 23 

6. Yesus Mendelegasikan Pekerjaan pada Orang yang Berkualitas 

Pada saat Yesus hidup dalam tubuh manusia, Dia memiliki fisik keterbatasan fisik yang tidak bisa berada di segala tempat pada satu waktu. Oleh karena itu, Dia mengutus setiap para pengikut-Nya untuk mengabarkan pesan kasih Bapa Surgawi. 

Hal ini tentu sangat diperlukan oleh setiap umat Kristiani dalam melakukan pekerjaannya. Dimana tak seorang pun yang dapat melakukan segala pekerjaannya. Dengan demikian, setiap orang dapat bersedia membagikan tugasnya kepada orang lain dengan tanggung jawabnya.  

7. Kesuksesan Tidak Dapat Diukur dari Harta 

Seseorang yang memiliki hidup yang sukses adalah seseorang yang memuliakan Tuhan dan memenuhi panggilan-Nya yang Dia taruh dalam hati setiap orang. Sehingga kesuksesan seseorang tidak dapat diukur melalui uang atau kemuliaannya, tetapi seberapa banyak seseorang dapat menyelesaikan apa yang telah Tuhan berikan pada kita untuk dilakukan. 

Kunci dalam hidup sukses yang Yesus ajarkan adalah hidup dengan jiwa yang sehat, seperti yang tertulis dalam 3 Yohanes 1 : 2 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” 

Seseorang yang kaya harta tetapi hidup dalam ketakutan dan tingkat stres yang tinggi tentu bukan termasuk dalam orang yang hidup sukses. Karena seseorang dengan jiwa yang disembuhkan akan memperoleh berkat dari Tuhan. Hal ini akan terjadi ketika setiap umat Kristiani dalam meneladani setiap strategi Yesus untuk hidup sukses, supaya kita memiliki sukacita dalam hidup. 

Tuhan Yesus memiliki panggilan yang berbeda-beda untuk setiap umatNya, sehingga ketika kita bekerja untuk memperluas kerajaan-Nya suatu hari nanti akan memperoleh berkat yang berlimpah.

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
1

Ikuti Kami