Fakta Alkitab: Pro dan Kontra Penyebutan Penyebutan Nama YHWH, Jadi Boleh Atau Tidak?
Sumber: jawaban.com

Fakta Alkitab / 9 May 2023

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Pro dan Kontra Penyebutan Penyebutan Nama YHWH, Jadi Boleh Atau Tidak?

Claudia Jessica Official Writer
1954

Alkitab yang merupakan kitab suci penganut agama Kristen dan Katolik, mengalami guncangan ketika nama Tuhan atau Allah menjadi persoalan. Sejumlah kalangan mengatakan bahwa penggunaan kata “YHWH” (Yahweh) seharusnya digunakan sebagai kata pengganti Tuhan dan Allah.

Dalam bahasa Ibrani, YHWH terdiri dari empat huruf konsonan, yaitu יהוה‎ atau dikenal juga dengan sebutan Tetragrammaton. Tetra berarti empat dan Grama berarti huruf.

YHWH adalah nama Tuhan yang sangat dikenal di zaman Perjanjian Lama. YHWH merupakan pembeda dari ilah-ilah lain di Israel. Beberapa versi Alkitab, menerjemahkan Tetragrammaton menjadi YHWH. Dalam beberapa Alkitab di Indonesia ada yang menuliskan Sehuwa. Namun, secara umum Alkitab menerjemahkannya menjadi TUHAN (dengan huruf kapital). YHWH ditulis lebih dari 6.800 kali, diulang dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan kata TUHAN.

 

BACA JUGA: Fakta Alkitab: Arti dari “YHWH” dan Makna Nama-nama Allah?

 

YHWH banyak muncul pada Tanakh yang merupakan Canon dari Alkitab Ibrani. Tanakh adalah teks suci Ibrani tradisional yang dikenal sebagai naskah Masorah.  Kata Masorah dalam naskah masorah merujuk pada vokalisasi dan aksentuasi yang digunakan untuk menetapkan pelafalan yang tepat dari ayat-ayat dalam naskah ini.

Menurut tradisi Yahudi, Tanakh memiliki 24 kitab yang merupakan gabungan dari seluruh kitab Samuel, Raja-raja, Tawarikh, dan Ezra-Nehemia dianggap sebagai satu kitab sertaTrei Asar (תרי עשר, Keduabelas Nabi).

Demikian pula ketika Tanakh diterjemahkan dalam Bahasa Yunani pada abad ke-3 SM. 72 orang sarjana Yahudi masih menerjemahkannya dengan kata YHWH. Terjemahan itu kemudian dikenal dengan Septuaginta itu diselesaikan selama 72 hari.

Setelah penghancuran Yerusalem yang dilakukan oleh Romawi pada tahun 70 M, mazhab Yahudi Farisi melarang penggunaan nama YHWH.

Halakha (keputusan rabinik menjadi dasar larangan) itu menyatakan bahwa nama YHWH sifatnya tersembunyi dan harus dirahasiakan. Namun, beberapa ahli sejarah Alkitab menyatakan bahwa akar dan jejak pelarangan penggunaan nama YHWH telah jauh ditetapkan sebelum Abad pertama Masehi, Ketika orang Yahudi kembali dari pembuangan Babilonia pada tahun 586 SM.

 

BACA JUGA: Mengenal Tuhan Yang Kepada-Nya Kita Memanjatkan Doa

 

Saat itu, ada sebuah kesadaran baru untuk melakukan reformasi ibadah dalam sistem keagamaan mereka. Salah satunya adalah penghormatan terhadap nama YHWH. Meskipun secara literal tertulis dalam Kitab Tanakh, tetapi YHWH digantikan dengan sebutan Adonai dalam ucapan sehari-hari.

Tradisi pengucapan YHWH dengan ‘Adonai’ yang berarti ‘Tuhan’ berlanjut hingga ke zaman Perjanjian Baru. Tradisi pengucapan jni juga dipengaruhi oleh beberapa bagian Septuaginta yang menggunakan kata KYROS atau artinya Tuhan untuk YHWH.

Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama. Sebagai contoh, dalam pencobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dalam Matius 4:7.

“Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu” (Matius 4:7)

Kata Tuhan menerjemahkan Kyrios, bukan YHWH. Padahal Yesus sedang mengutip Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 6:16. Begitu pula, dalam surat-surat rasul Paulus pun tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam, misalnya, ayat di Roma 10:13:

“Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (KYRIOS) akan diselamatkan” (Roma 10:13).

Padahal Paulus sedang mengutip Yoel 2:32 dalam ayat itu.

Kata YHWH atau Yahweh sebagaimana ALLAH bukan sebuah nama. YHWH atau Yahweh muncul sebagai jawaban Tuhan.

 

BACA JUGA: Mempelajari Kuasa Tuhan Melalui Sungai Efrat, Berikut 4 Bentuk Penggambarannya

 

Seperti pertanyaan Musa berikut ini:

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?  (Keluaran 3:13) 

Musa memakai kata tanya “bagaimana” bukan “siapa” yang menandakan bahwa Musa menanyakan sebutan Tuhan. Artinya YHWH menjadi sebutan bagi bangsa Israel pada TUHAN, dan YHWH bukan nama diri dari TUHAN.

Jadi sekali lagi YHWH adalah sebutan TUHAN khusus bagi bangsa Israel di zaman dahulu.

Bagaimana menurut Anda tentang YHWH? Apakah Anda setuju dengan pemakaian YHWH atau TUHAN dalam Alkitab?

Saksikan video Fakta Alkitab: Pro dan Kontra Penyebutan Penyebutan Nama YHWH, Jadi Boleh Atau Tidak di bawah ini:

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami