Ps. Christopher Tapiheru Bongkar Alasan Mudahnya Orang Kristen Jadi Korban Aliran Sesat
Sumber: Jawaban.com

News / 9 May 2023

Kalangan Sendiri

Ps. Christopher Tapiheru Bongkar Alasan Mudahnya Orang Kristen Jadi Korban Aliran Sesat

Lori Official Writer
2237

Kemunculan Serial Dokumenter Netflix "In The Name of God A Holy Betrayal" adalah babak baru dari peringatan bagi umat Tuhan untuk selalu waspada terhadap aliran sesat. Tayangan ini dengan berani membongkar sisi gelap dari pelayanan mimbar.

Fenomena munculnya aliran sesat sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru atau tidak hanya terjadi di Korea saja. Tetapi sekte-sekte serupa pernah muncul di Amerika, seperti Jim Jones pendiri Peoples Temple yaitu sebuah kultus hari kiamat yang muncul di tahun 1955 dan aliran ini mengatur bunuh diri massal bagi para pengikutnya. Lalu ada David Koresh yang mengaku sebagai nabi terakhir dari salah satu gereja di Amerika, lalu muncul Sun Myung Moon pendiri Gereja Unifikasi Korea Selatan yang mengaku dirinya adalah Juru Selamat hingga kehadiran JMS (Jung Myung-seok) di tahun 1980. Jika ditelusuri, ajaran-ajaran sesat sudah ada sejak lama.

Hal ini diungkapkan Ps. Christopher Tapiheru, yang adalah seorang Teaching Pastor di GBI New Wine International Church, Jakarta, bahwa kemunculan aliran sesat bukanlah fenomena baru bagi sejarah gereja. 

"Buat aku ini bukan sesuatu yang baru, dari zaman Tuhan Yesus pun sudah dihimbau berkali-kali juga. Rasul Paulus apalagi ngasih tau Timotius bahwa ini akan kayak gini (banyak penyesat baru). 1 Timotius 4 misalnya, Rasul Paulus kan ngingetin Timotius dan dia juga punya tugas. Timotius itu dikasih tugas untuk menghadapi pengajar sesat," ucap Ps. Christopher dalam sesi wawancara bersama Jawaban.com.

 

Baca Juga: Christofer Tapiheru, Jadi Diri Sendiri Untuk Sentuh Hati Banyak Orang

 

Menurutnya, salah satu alasan mengapa aliran sesat masih terus bermunculan hingga saat ini adalah karena masih banyak orang yang terlalu mudah terhipnotis dan menjadi fanatik buta terhadap ajaran sesat yang mereka terima. "Sejarah mencatat bukannya kita gak pernah bikin salah tapi kita juga harus belajar dari kesalahan orang lain, khususnya biar kita gak perlu bikin salah lagi. Bisa-bisanya yang kayak gini, ketipu lagi ketipu lagi. Kenapa masih banyak orang yang ikut aliran tertentu secara fanatik, secara buta?" terangnya. 

Dia merasa geram dengan mudahnya orang-orang Kristen terpincut dan menjadi pengikut yang disesatkan oleh pemimpin religi yang menyesatkan. Mirisnya, korban yang tersesat sangat massive, mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang. Ia menilai satu-satunya alasan dibalik mudahnya orang Kristen jadi korban aliran sesat, tidak lain adalah karena setiap orang, khususnya pemimpin, punya kerentanan untuk menyesatkan orang lain. 

"Pertanyaannya kenapa masih ada yang terlalu mudahnya, ribuan tuh banyak sekali lho! Satu sekte itu pengikutnya ribuan dan bukan cuma pengikut tapi korban juga ribuan. Hipnotis kan gak mungkin rame-rame ya. Berarti ini kan sesuatu yang emang kita musti sadari sungguh-sungguh bahwa kerentanan kita untuk menyesatkan itu lho yang merisaukan saya sebenarnya," ujarnya.

Ada beberapa indikasi penyebab orang-orang Kristen mudah jadi korban aliran sesat menurut Ps. Christopher.

1. Malas Membaca Firman

"Makanya jangan malas untuk belajar doktrin-doktrin penting dalam kekristenan. Jangan malas untuk hidup membangun saat teduh pribadi bukan baca saat teduh tulisan orang bukan. Baca Alkitab!" terangnya.

Malas membaca firman Tuhan membuat pengetahuan kita akan kebenaran Tuhan tumpul. Akibatnya, banyak orang Kristen yang sulit membedakan antara suara Tuhan dan bukan.

 

Baca Juga: Ps. Rendy Chandradinata : Walaupun Takut Tapi Rasa Kemanusiaan Gak Boleh Hilang

 

2. Kurang Mengenali Firman Tuhan

"Kenali firman Tuhan, sehingga pendeta bawa-bawa nama Tuhan kita bisa bedain ini suara Tuhan atau bukan nih karena kita familiar. Kalau kita gak pernah baca Alkitab, kita gak familiar sama suara Tuhan. Suara Tuhan itu sesuai sama firman Tuhan, Alkitab. Gak pernah di luar dari itu," ucapnya.

Ia percaya, jika ada kemauan untuk belajar firman Tuhan  dengan sungguh-sungguh dan mendapat pendampingan dari gerejanya, maka orang-orang Kristen tidak apa mudah tertipu aliran yang menyesatkan. "Intinya, jangan malas belajar (Alkitab) aja, dan gereja punya tanggung jawab untuk mendampingi," pungkasnya.  

Halaman :
1

Ikuti Kami