5 Cara Meluapkan Emosi Secara Positif dan Menyehatkan Tubuh
Sumber: Google

Health / 9 May 2023

Kalangan Sendiri

5 Cara Meluapkan Emosi Secara Positif dan Menyehatkan Tubuh

Aprita L Ekanaru Official Writer
1398

Ada beberapa situasi atau keadaan yang dapat mempengaruhi tingkat emosional kita, seperti sedih, bahagia, marah, takut, dan kecewa. Emosi tersebut dapat datang silih berganti tanpa dapat diprediksi. Saat merasa bahagia, kita dapat berfikir positif dan tersenyum sepanjang hari. Akan tetapi sebaliknya, jika Anda mengalami situasi yang tidak menyenangkan, sepanjang hari Anda akan dijalani dengan emosi negatif yang mengikuti.

Sementara firman Tuhan dalam Efesus 4: 26-27 mengatakan "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." Artinya kita tidak boleh terus-terusan terbawa emosi negatif sebelum hari berganti menjadi malam.

Pernahkah Anda mendengar tentang pelepasan emosi atau yang dikenal dengan istilah katarsis. Apa itu katarsis? Katarsis merupakan istilah yang berasal dari Yunani Kuno. Menutut American Psychological Association, dalam teori psikoanalitik katarsis adalah pelepasan pengaruh yang terkait dengan peristiwa traumatis yang terjadi ketika peristiwa ini dibawa kembali ke kesadaran dan dialami kembali.

 

BACA JUGA: 15+ Ayat Alkitab yang Bicara Tentang Mengelola Emosi

 

Ternyata katarsis dapat diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari untuk dapat meminimalisir stres. Berikut adalah contoh dari katarsis yang dapat kita lakukan dalam keseharian:

Berikut ini adalah 5 cara meluapkan emosi secara positif dan menyehatkan tubuh yang dapat dilakukan dalam keseharian:

1. Bercerita atau curhat dengan teman

Jika Anda membutuhkan seseorang untuk mendengar keluh kesah, mengemukakan ide, pikiran maupun gagasan, tidak ada salahnya untuk bercerita kepada orang terdekat yang dapat dipercaya. Curhat adalah salah satu bentuk katarsis yang sangat mudah untuk dilakukan dan telah terbukti baik bagi kesehatan mental seseorang.

2. Berolahraga

Saat berolahraga, tubuh akan melepaskan berbagai hormon di otak, seperti endorfin, serotonin, dan dopamin. Hormon-hormon tersebutlah yang dapat menimbulkan rasa tenang, mengatasi stress, mengembalikan mood, hingga mengurangi rasa nyeri. Oleh sebab itu, olahraga tergolong menjadi salah satu bentuk katarsis yang baik. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan keinginan Anda, agar lebih menyengangkan saat dilakukan.

3. Bernyanyi

Selain untuk melepaskan rasa jenuh, ternyata mendengarkan musik sambil bernyanyi juga dapat menjadi media untuk menyalurkan emosi dan dapat meningkatkan mood serta membuat emosi kita menjadi lebih baik.

4. Berteriak

Berteriak juga bisa menjadi salah satu bentuk katarsis yang baik. Dengan berteriak, secara tidak langsung Anda dapat meluapkan dan melepaskan emosi serta beban pikiran yang tersimpan.

5. Menulis

Jika Anda merupakan seorang yang kesulitan untuk mengekspresikan emosi dan isi hatinya, menulis dapat menjadi pilihan alternatif bagi Anda untuk melakukan katarsis. Berbagai studi telah mengungkap tentang manfaat menulis bagi kesehatan mental, selain itu menulis juga dapat menjadi media kreatif untuk menuangkan stres dan mengurangi rasa cemas.

Selain cara-cara di atas, masih banyak aktivitas lain yang dapat Anda lakukan untuk melepaskan emosi negatif, yang terpenting adalah tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, misalnya, menggambar, menonton film, atau memasak. Seperti dikatakan Rasul Paulus "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4: 31-32)

 

BACA JUGA: Sulit Kendalikan Emosi? Lakukan Dengan Cara Alkitab Ini…

 

Melepaskan emosi negatif dengan cara yang positif memang bukanlah perkara yang mudah, namun memendam atau mengabaikan emosi negatif juga dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental kita. Selain itu dapat memicu resiko terjadinya depresi jika dibiarkan berlarut-larut. Mari kita menjaga hati dan pikiran kita agar tetap tenang di dalam Kristus Yesus.

Sumber : Alodokter | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami