Sejarah Singkat Gereja Kepanjen yang Menjadi Gereja Tertua di Surabaya dan Cagar Budaya
Sumber: https://keuskupansurabaya.org/

News / 4 May 2023

Kalangan Sendiri

Sejarah Singkat Gereja Kepanjen yang Menjadi Gereja Tertua di Surabaya dan Cagar Budaya

Bella Tiurma Official Writer
1577

Gereja Kepanjen atau dikenal dengan nama aslinya Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria merupakan salah satu gereja yang dibangun pada masa penjajahan dan dijadikan salah satu bangunan di Surabaya yang perlu dilindungi karena masuk ke dalam bangunan cagar budaya. 

Bangunan gereja Kepanjen juga memiliki arsitektur yang unik dan memanjakan mata akan keindahannya. Berkat keindahannya ini gereja Kepanjen mendapatkan penghargaan dari Komunitas Pelestarian Arsitektur Surabaya pada tahun 1996. 

Gereja Kepanjen adalah Gereja Pertama Tertua di Surabaya? 

Berdasarkan kutipan pada laman Surabayarollcake, Gereja Kepanjen termasuk ke dalam salah satu gereja tertua di Surabaya yang berdiri pada tahun 1899. Gereja ini dirancang oleh seorang arsitek asal semarang yang bernama W. Westmaas. 

Walaupun gereja Kepanjen didirikan pada tahun 1899, ia bukanlah gereja paling tua di Surabaya. Karena sebelumnya sudah ada gereja yang terlebih dulu berdiri pada tahun 1822 yang memiliki gaya arsitektur Eropa yang dibuat dalam rangka persembahan kepada St. Perawan Maria. Pada mulanya gereja ini adalah hasil perkembangan dari rumah ibadah yang dibentuk oleh seorang Pastor yang bernama Hendricus Waanders. 

Pada tahun 1815 Pastor Hendricus Waanders mendirikan stasi pertama di Surabaya dan dijadikan sebagai paroki, yang juga menjadi stasi kelima di Indonesia. 

Seiring berkembangnya umat Katolik di Surabaya, muncullah sebuah ide untuk membangun sebuah gereja baru yang dapat menampung lebih banyak lagi jemaat yang ingin beribadah. Gereja inilah yang diberikan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria di daerah Kepanjen dan lebih dikenal dengan nama Gereja Kepanjen. Karena berdiri pada jaman penajajahan Belanda yang masih menguasai wilayah Indonesia. Sehingga gereja ini digunakan oleh tentara Belanda untuk beribadah. 

Sejarah Perkembangan Gereja Kepanjen 

Tahun 1923, Gereja Kepanjen semakin berkembang hingga akhirnya dikelola oleh Pastor Congregatio Missionaris, yang telah menjadi Gereja Keuskupan Surabaya sampai saat ini. Hingga dimana Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, bangunan gereja ini sempat hancur karena terkena serangan bom dan hangus terbakar. 

Sejak tahun 1949 – 1950, Gereja Kepanjen dilakukan renovasi saat kepemimpinan Pastor P. A. Bastiansen CM. Renovasi ini dilakukan dengan mempertahankan bentuk arsitektur gedung sebelumnya sebelum gereja ini hancur, hanya berbeda pada bagian menara yang tidak lagi digunakan. 

Pada tahun 1960, Gereja Kepanjen melakukan renovasi kecil dengan melakukan penggantian kaca jendela. Dimana sebelumnya kaca jendela Gereja Kepanjen memakai jendela polos, diganti dengan kaca jendela karya Jaques Verheyen. 

Gereja Kepanjen pun telah melakukan renovasi ketiganya pada tahun 1996, dimana renovasi ini melakukan penambahan pada bagian menara gereja di samping kanan dan kiri dekat pintu utama gereja.

Sumber : Surabayarollcake | keuskupansurabaya.org
Halaman :
1

Ikuti Kami