Pendeta Kenya Ini Didakwa Lakukan Tindakan Terorisme Atas Kematian Ratusan Jemaatnya
Sumber: Youtube.com

News / 3 May 2023

Kalangan Sendiri

Pendeta Kenya Ini Didakwa Lakukan Tindakan Terorisme Atas Kematian Ratusan Jemaatnya

Lori Official Writer
1116

Beberapa pekan sebelumnya, gereja dihebohkan dengan kabar tewasnya ratusan jemaat dari Gereja Internasional Kabar Baik di Kenya. Pelakunya tak bukan adalah pendeta gereja tersebut yang dikenal telah melakukan praktek ritual ibadah dengan memaksa pengikutnya mati kelaparan sebagai syarat untuk bertemu Yesus. 

Kasus ini terkuak setelah ditemukannya sebuah kuburan massal di tengah hutan Shakahola, Kenya. Sang pendeta yang bernama Paul Nthenge Mackenzie itupun ditangkap dan kini diadili secara hukum. Melalui proses persidangan yang masih berlangsung, Mackenzie dituduh telah melakukan tindakan terorisme pembantaian ratusan jemaatnya. 

Selain dakwaan terorisme, Mackenzie juga dijatuhi tuduhan pembunuhan, penculikan, dan kekerasan terhadap anak. Hal ini dibuktikan dari hasil identifikasi korban yang dipastikan merupakan mayoritas anak-anak. Dari hasil otopsi pertama terhadap sembilan jenazah, dipastikan bahwa rata-rata diantaranya meninggal karena kelaparan. Sementara lainnya diyakini meninggal karena sesak napas.

Kasus mengerikan ini membuat Presiden Kenya William Ruto turun tangan menangani aliran kepercayaan lokal yang berujung pada tindak kriminal. Untuk mencegah munculnya kultus keagamaan atau aliran sesat ia berencana akan membentuk satuan tugas pengaturan kegiatan keagamaan di Kenya. 

“Pemerintah harus memastikan kita tidak melanggar hak suci kebebasan beribadah, berpendapat dan berkeyakinan. Tetapi pada saat yang sama kami tidak mengizinkan penjahat menyalahgunakan hak itu untuk menyakiti, membunuh, menyiksa dan membuat orang kelaparan sampai mati,” ungkap Menteri Dalam Negeri Kithure Kindiki.

Kultus atau ritual keagamaan ekstrim memang tengah bermunculan dan menarik banyak orang untuk percaya dan mengikuti ajarannya. Namun melalui setiap kasus yang kita dengar, kita dianjurkan menjadi orang-orang percaya yang cerdik. Bahkan Tuhan Yesus sangat jelas menyampaikan tentang hal ini. Salah satunya ada di 2 Petrus 2: 1, "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” 

Jadi Tuhan mau kita menjadi orang-orang percaya yang cerdas sekaligus waspada. Dan satu-satunya cara untuk menghindarkan kita dari kelompok maupun oknum yang mengaku dirinya adalah pelayan Tuhan berkedok palsu adalah dengan membaca firman Tuhan dan menggalinya, sehingga hal itu membuat kita melekat kuat kepada kebenaran-Nya dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang salah. 

Halaman :
1

Ikuti Kami