5 Wanita Hebat yang Tercatat Dalam Alkitab
Sumber: canva.com

Relationship / 26 April 2023

Kalangan Sendiri

5 Wanita Hebat yang Tercatat Dalam Alkitab

Wisnu Prianggani Contributor
6423

Jika kita membaca Alkitab dan memperhatikan sejarah Kekristenan, kita bisa menyadari bahwa kekuasaan lebih sering dikaitkan dengan keberadaan laki-laki dan jarang sekali wanita di sorot kepemimpinannya. Bahkan pada zaman sekarang sekalipun wanita hanya memainkan peran lebih banyak dalam keluarga mereka dan jarang sekali berada di dalam sebuah posisi kepemimpinan. Namun, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa wanita yang berhasil mengubah paradigma tersebut.

Ada beberapa wanita di dalam sejarah Kekristenan yang berhasil melampaui semua harapan sosial pada masa Alkitab. Meskipun laki-laki lebh banyak mendominasi, wanita di dalam sejarah kekristenan sebenarnya memiliki dampak dan pengaruh di bidang mereka sendiri. Keberhasilan mereka dalam mengatasi budaya yang mengabaikan seksualitas membuat keberhasilan lima wanita ini cukup penting untuk dicatat dalam sejarah Kekristenan.

1. Miriam, Nabi Perempuan Pertama Dalam Sejarah Kekristenan

Miriam adalah wanita pertama dalam sejarah Kekristenan yang menjadi nabi. Ia diakui baik dalam Talmud, sumber hukum Yahudi, maupun dalam Torah, yang terdiri dari lima kitab pertama dalam Perjanjian Lama.

 

Baca Juga: Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 1)

 

2. Deborah, Nabi Perempuan dan Satu-satunya Hakim Perempuan Dalam Sejarah Kekristenan

Dari semua wanita dalam Alkitab, Deborah menjadi pemimpin militer yang luar biasa. Ia takut akan Tuhan dan memimpin orang Israel meraih kemenangan serta keluar dari perbudakan. Ia adalah nabi perempuan dan hakim keempat Israel sebelum masa raja-raja. Satu-satunya orang yang disebut sebagai nabi dan hakim dalam Alkitab adalah Samuel. Hal tersebut menempatkan Deborah di antara tokoh-tokoh besar yang disebutkan dalam Alkitab.

 

3. Ratu Ester, Pembebas Israel

Sebagai contoh kecantikan, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian, Ester digambarkan sebagai ratu Yahudi pada masa raja Persia Ahasyweros. Ia menggunakan posisinya yang kuat untuk melakukan kebaikan. Ketika umatnya hampir dibinasakan, Ester dengan rela berkorban nyawa untuk menyelamatkan mereka.

 

Baca Juga: Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

 

4. Lydia, Pengusaha Sukses

Di dalam kekaisaran Romawi yang didominasi oleh laki-laki, Lydia memiliki bisnis sukses menjual kain ungu. Kain ungu dikaitkan dengan kemakmuran, kerajaan, dan kewenangan. Ia adalah orang yang pertama kali mencatatkan dirinya sebagai penganut Kekristenan di Eropa. Alkitab mencatat bahwa Lydia memimpin seluruh rumah tangganya menjadi penganut Kekristenan. Ia menjadi tuan rumah bagi Paulus dan kelompoknya di rumahnya, yang memudahkan penyebaran injil.

 

5. Priskila, Guru dan Penginjil

Priskila bersama dengan suaminya Aquila, disebutkan enam kali dalam Perjanjian Baru, dan dalam setiap referensi, ia ditulis sebelum suaminya. Ini mengimplikasikan bahwa dia lebih menonjol daripada suaminya dalam pelayanan yang mereka bagikan. Priskila adalah seorang guru dan penginjil yang bekerja dekat dengan rasul Paulus. Bersama-sama, mereka mengajarkan dan membimbing Apolos, seorang pengkhotbah yang menjadi tokoh penting dalam gereja awal.

Dalam sejarah Kekristenan, kekuasaan selalu dikaitkan dengan kaum laki-laki. Namun, beberapa wanita berhasil mematahkan paradigma ini. Meskipun hidup dalam masyarakat patriarki yang mengabaikan peran dan potensi wanita, kelima tokoh wanita yang disebutkan di atas berhasil mencapai prestasi luar biasa yang dicatat dalam Kitab Suci.

 

Baca Juga: 3 Tokoh Alkitab yang Mengalami Kehidupan yang Buruk Diubah Tuhan Menjadi Baik

 

Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi dan kemampuan yang sama seperti laki-laki dalam melayani Tuhan dan memimpin gereja. Mereka menantang batasan-batasan gender yang telah dibuat oleh masyarakat, dan mengilhami wanita-wanita lainnya untuk melangkah maju dan mengembangkan potensi mereka. Kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, dapat belajar dari keteguhan hati dan keberanian mereka. Kita perlu mengakui peran dan kontribusi penting yang telah dilakukan oleh wanita dalam sejarah gereja, dan terus mendorong dan mendukung perempuan-perempuan yang ingin melayani Tuhan dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan oleh kelima tokoh wanita tersebut.

Halaman :
1

Ikuti Kami