Suhu Panas Meningkat, Waspadai 9 Dampak Cuaca Panas Bagi Kesehatan Tubuh
Sumber: klikdokter.com

Health / 26 April 2023

Kalangan Sendiri

Suhu Panas Meningkat, Waspadai 9 Dampak Cuaca Panas Bagi Kesehatan Tubuh

Bella Tiurma Official Writer
1253

Akhir-akhir ini di beberapa negara termasuk Indonesia merasakan peningkatan suhu panas. Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan memperkirakan suhu panas di beberapa wilayah Indonesia beberapa waktu lalu telah mencapai 36 – 37 derajat celcius. 

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh BMKG, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia bukan karena heatwave atau gelombang panas. Melainkan sebuah siklus yang biasa terjadi setiap tahun, sehingga adanya potensi suhu udara panas seperti saat ini. Hal ini akan berulang pada periode yang sama tiap tahunnya. 

Cuaca ekstrem ini tentunya akan memberikan dampak buruk, bukan hanya berdampak terhadap aktivitas sehari-hari tetapi berdampak bagi tubuh manusia. Dampak bagi tubuh setiap orang bukan sekedar merasakan gerah atau berkeringat saja, tetapi dapat berdampak yang cukup serius. 

Berikut 9 dampak cuaca panas yang dapat terjadi bagi kesehatan tubuh setiap orang. 

1. Berkeringat yang Berlebih dan Dehidarasi 

Hal pertama yang terjadi pada kesehatan tubuh akibat cuaca panas yang ekstream adalah tubuh akan menghasilkan keringat secara berlebih. Keringat yang keluar mengandung berbagai mineral penting bagi tubuh, seperti kalium hingga natrium yang akan menimbulkan seseorang mengalami dehidrasi.

Baca Juga : Ketika Allah Memperlihatkan Kuasa-Nya Melalui 5 Cuaca Ekstrem di Alkitab

Kondisi inilah yang membuat seseorang akan merasakan jauh lebih haus daripada biasanya, bibir dan lidah menjadi kering, dan lebih sedikit buang air kecil. Untuk menghindari kondisi ini, seseorang dapat berpindah ke tempat sejuk, minum minuman yang dapat menggantikan cairan tubuh, dan menggunakan pendingin udara di dalam ruangan. 

2. Kelelahan, Pusing hingga Mudah Pingsan 

Ketika seseorang berkegiatan dalam waktu yang cukup lama di bawah cuaca panas, tubuh akan mengeluarkan banyak cairan yang mengakibatkan tubuh mudah lelah bahkan hingga pingsan. Kondisi ini sering ditandai dengan kondisi tubuh yang lemah, pusing, mual, dan sakit kepala. 

Kondisi tubuh yang lemah akibat paparan suhu panas yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi dehidrasi dan membuat otak sulit mendapatkan pasokan darah, sehingga seseorang akan mengalami pusing dan pingsan. 

3. Ruam pada Kulit 

Keringat yang berlebih akan memiliki potensi untuk menyumbat beberapa pori-pori tubuh, terutama pada daerah lipata tubuh. Keringat yang tersumbat pada pori-pori kulit akan menimbulkan benjolan kecil berwarna merah dan terasa gatal. 

Untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit, setiap orang dapat menggunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang dapat menyerap keringat. Serta setiap orang dapat langsung mencari tempat sejuk agar tubuh tetap kering. 

4. Terbakar Sinar Matahari 

Tubuh yang terkena paparan sinar matahari langsung tanpa pelindung dalam jangka waktu lama akan membuat kulit terbakar. Luka bakar ini akan membuat kulit menjadi kemerahan, gatal, nyeri, dan terasa hangat saat disentuh. Kondisi ini juga dapat berdampak lebih serius dengan adanya kulit yang lecet, sakit kepala, demam, hingga mual. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga akan meningkatkan resiko kanker kulit. 

Kondisi ini dapat ditangani oleh setiap orang dengan penggunaan gel aloe vera dan menempelkan kain dingin, serta seseorang dapat banyak meminum air putih dan tidak menyentuh luka bakar.

5. Denyut Jantung Lebih Cepat 

Dampak dari cuaca panas akan terjadi pada detak jantung yang menjadi lebih cepat, dimana jantung akan terus memompa darah lebih banyak ke area kulit untuk melepas sebagian rasa panas yang ada di dalam tubuh seseorang.

Ketika kerja jantung berfokus pada proses pelepasan rasa panas di kulit, maka bagian tubuh lainnya ada kemungkinan menjadi kekurangan pasokan darah. Hal ini dapat menimbulkan tubuh menjadi terasa lelah apabila seseorang sedang melakukan pekerjaan dengan beban fisik yang berat.

Baca Juga : Bulan April Jadi Suhu Panas Tertinggi, BMKG Beberkan 5 Penyebabnya

6. Tekanan Darah Rendah 

Tekanan darah menjadi rendah juga salah satu dampak dari cuaca panas, dimana tubuh akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit, serta pembuluh darah akan menjadi besar sehingga produksi keringat akan menjadi tinggi. 

Kondisi ini dapat terjadi pada setiap orang, bukan hanya kepada penderita tekanan darah rendah saja. Setiap orang akan merasa pusing dan pingsan karena kondisi ini. 

7. Heat Cramps 

Berdasarkan National Institutes of Health (NIH), heat cramps merupakan fase pertama dari heat illness yang dapat terjadi pada orang yang sedang berolahraga dengan intensitas berat. Heat cramps juga dapat terjadi bagi orang yang bekerja di tempat panas. 

Gejala yang terjadi ketika terkena heat cramps adalah kelelahan, kram dan nyeri otot yang sering terjadi di kaki atau perut, kehausan, dan keluarnya keringat yang berlebih. 

8. Heat Exhaustion 

Heat exhaustion akan terjadi bila seseorang sudah terserang heat cramps dan tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini akan terjadi bila tubuh tidak bisa menyeimbangi suhu tubuh akibat kehilangan air dan garam dalam jumlah besar yang keluar dalam bentuk keringat. 

Gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami heat exhaustion adalah kulit terasa dingin dan lembab, urine berwarna gelap, pusing dan kebingungan, sakit kepala, mual dan muntah, tubuh terasa lemah, kehilangan nafsu makan, berkeringat berlebih, kulit berubah menjadi pucat, kram di bagian lengan, tungkai, dan perut, napas atau denyut nadi cepat, suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, dan dehidrasi.

Baca Juga : Suka Sakit Kepala Setelah Kena Panas? Jangan Langsung Minum Obat, Coba Cara Ini

9. Heat Stroke 

Dampak yang lebih serius akibat suhu panas yang meningkat tajam, seseorang akan mengalami heat stroke. Kondisi akan terjadi jika seseorang yang sudah terkena heat exhaustion dibiarkan begitu saja tanpa penanganan. 

Gejala heat stroke yang timbul adalah demam dengan suhu tubuh diatas 40 derajat celcius, kulit kering, panas, dan merah, sakit kepala, mual dan muntah, kelemahan otot dan kram, kebingungan ekstrem, perilaku irasional, pernapasan menjadi cepat dan pendek, denyut nadi menjadi cepat dan lemah, kejang, bahkan dapat tidak sadarkan diri. 

Oleh karena itu, setiap orang yang ingin berkegiatan di luar ruangan untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh di cuaca panas saat ini dapat selalu menyediakan air mineral untuk menjaga cairan dalam tubuh. Selain itu, ketika seseorang sudah merasa sangat panas pada tubuh sebaiknya tidak menghiraukan kondisi tersebut dan segera mencari tempat yang sejuk untuk berteduh. 

Kiranya setiap orang yang berkegiatan diluar ruangan dapat selalu menjaga kesehatan tubuhnya, seperti yang tertulis dalam 3 Yohanes 1 : 2 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”

Sumber : halodoc.com | gooddoctor.co.id | cnnindonesia.com
Halaman :
1

Ikuti Kami