Jangan Terapkan Pola Asuh Helikopter Pada Anak! Kenali Tanda dan Pengaruhnya
Sumber: Google

Parenting / 25 April 2023

Kalangan Sendiri

Jangan Terapkan Pola Asuh Helikopter Pada Anak! Kenali Tanda dan Pengaruhnya

Bella Tiurma Official Writer
1368

Mungkin beberapa diantara para orangtua pernah mendengar istilah “orangtua buldoser” atau mungkin “orangtua helikopter”. Istilah ini merujuk pada pola asuh orangtua pada anak, dimana pola asuh helikopter melampaui batasan yang berlebihan untuk melindungi dan terlibat dalam kehidupan anak-anak. 

Keterlibatan orangtua ini bertujuan untuk menghilangkan semua kemungkinan buruk atau bahaya dan melindungi anak dari kegagalan. Pola asuh ini terlalu berfokus pada anak-anak, sehingga para orangtua terlalu bertanggung jawab atas semua tindakan anak-anaknya. 

Pola asuh helikopter mengambarkan orangtua yang overprotektif, terlalu mengontrol, dan terlalu menyempurnakan kehidupan anak-anaknya. Sehingga orangtua akan terus melayang-layang seperti helikopter di atas kehidupan anak-anaknya. 

Tanda Orangtua Menerapkan Pola Asuh Helikopter 

Tanda yang muncul dari penerapan pola asuh helikopter ini akan berbeda-beda pada setiap orangtua tergantung dari usia anaknya.

Baca Juga : Waspadalah Kalau Kamu Salah Satu Orangtua Kristen yang Overprotektif!

1. Usia anak balita 

Orangtua akan selalu mencegah anaknya untuk eksplore terhadap hal-hal di sekitarnya dan tidak memberikan izin untuk bermain sendiri. Orangtua tidak akan membiarkan anaknya untuk melakukan sesuatu dengan alasan untuk menghindari anak cidera ringan atau menghindari anak untuk mengambil risiko terjatuh dan lainnya. Seperti orangtua tidak akan membiarkan anaknya berlarian di ruang terbuka yang bebas bahaya tanpa memegang tangan orangtuanya. 

2. Anak-anak usia sekolah dasar 

Setiap orangtua akan mengintervensi keputusan sekolah, pertemanan, kegiatan, pekerjaan rumah, dan tidak akan membiarkan anaknya memecahkan masalahnya sendiri. Setiap orangtua tidak akan memberikan anak memiliki masukan dari setiap kejadian atau mengalami ketidaknyamanan yang dapat terjadi. 

Pola asuh helikopter ini, akan terus berlanjut hingga anak memasuki usia dewasa. Dimana anak akan masuk ke dalam tahap menghadapi sebuah keputusan yang memerlukan rasa percaya diri dan kendali atas hidup mereka sendiri. Anak akan lebih membutuhkan banyak ruang dari sebelumnya untuk membuat pilihan yang mengarah pada sebuah kesuksesan atau kegagalan. 

Pengaruh Penerapan Pola Asuh Helikopter 

Setiap orangtua yang menerapkan pola asuh helikopter dapat menimbulkan beberapa masalah psikologis pada anak saat mulai tumbuh dewasa. Ketika anak beranjak dewasa memasuki perguruan tinggi, pekerjaan, hingga kehidupan menikah nanti, anak akan lebih cenderung mudah mengalami kecemasan dan depresi.

Baca Juga : Terapkan 7 Pola Asuh Ini Jika Ingin Membentuk Karakter Baik Pada Anak

1. Anak akan merasa bahwa dirinya memiliki harga diri yang rendah. Dimana anak akan meragukan kemampuan dirinya karena tidak memiliki kesempatan untuk memecahkan masalahnya sendiri. 

2. Anak akan memiliki rasa kepemilikan dan hak yang tinggi, dimana anak akan merasa dirinya berhak dan pantas untuk mendapatkan kesuksesan, dukungan, atau berbagai bantuan dari orang di sekitar.  

3. Anak akan merasakan kesulitan untuk mengalami dan menangani kegagalan atau suatu konsekuensi atas tindakan mereka. 

4. Anak akan memiliki kelemahan dalam menyelesaikan konflik secara mandiri, karena tidak adanya pengalaman dan arahan dalam menyelesaikan sebuah masalah selama masa kanak-kanan hingga remaja. 

Oleh karena itu, para orangtua dapat memikirkan kembali dampak yang akan ditimbulkan pada masa depan anak-anak ketika ingin menerapkan sebuah pola asuh. Karena pengaruh penerapan pola asuh sangat berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta akan mempengaruh perilaku sosial pada anak.

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
1

Ikuti Kami