Istri Mark Zuckerberg Melahirkan, Sepenting Apa Kehadiran Ayah saat Istri Baru Melahirkan?
Sumber: instagram.com/zuck/

News / 28 March 2023

Kalangan Sendiri

Istri Mark Zuckerberg Melahirkan, Sepenting Apa Kehadiran Ayah saat Istri Baru Melahirkan?

Claudia Jessica Official Writer
1077

Mark Zuckerberg dan istri, Priscilla Chan baru saja menyambut kelahiran putri ketiganya yang diberi nama Aurelia Chan Zuckerberg pada hari Jumat (24/03/2023) lalu. Berita bahagia ini disampaikan oleh Mark Zuckerberg dalam unggahannya di Instagram pribadinya yang memperlihatkan Mark berada di sebelah putrinya.

Kelahiran seorang bayi menjadi momen yang sangat penting dan bahagia bagi setiap keluarga. Bagi seorang ibu, proses melahirkan tidaklah mudah dan biasanya memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama. Oleh karena itu, dukungan dari suami dan keluarga sangatlah penting untuk membantu ibu pulih dan menjaga kesehatan mental serta fisiknya. Salah satu bentuk dukungan yang penting bagi istri yang baru melahirkan adalah cuti ayah.

Di Indonesia sendiri cuti ayah yang dikenal sebagai paternity leave diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003, pasal 93 ayat 4 huruf (e) dijelaskan bahwa pekerja laki-laki berhak mendapatkan cuti selama dua hari untuk menemani istrinya yang melahirkan atau keguguran. Meski demikian, kebijakan cuti atah ini belum banyak diterapkan. Dalam Rancangan Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak tengah mempertimbangkakn cuti ayah selama 40 hari.

Apa sih manfaat cuti ayah bagi pasangan yang baru menyambut kelahiran seorang anak?

1. Membantu Ibu Menjaga Kesehatan Mental dan Fisiknya

Setelah melahirkan, seorang ibu membutuhkan waktu untuk pulih dan kembali ke kondisi fisik dan mental yang sehat. Dukungan dari suami sangat penting dalam proses pemulihan ini. Dengan adanya cuti ayah, suami dapat membantu meringankan beban istri dalam mengurus bayi serta keperluan rumah tangga, sehingga istri dapat lebih fokus pada proses pemulihan.

2. Membantu Ibu dalam Merawat Bayi

Seorang ibu baru biasanya akan merasa lelah dan kewalahan dalam merawat bayinya, terutama pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran. Dengan adanya cuti ayah, suami dapat membantu merawat bayi, menggantikan popok, memberikan makan, dan melakukan tugas-tugas lainnya yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini akan membantu ibu merasa lebih tenang dan terlepas dari tekanan yang bisa datang dari tugas-tugas yang harus dilakukan.

3. Meningkatkan Hubungan Keluarga

Cuti ayah juga memberikan kesempatan bagi suami dan istri untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan bayi mereka. Hal ini dapat mempererat hubungan keluarga dan memberikan waktu berkualitas bagi suami dan istri untuk mengalami kebahagiaan bersama sebagai orangtua baru.

4. Mengurangi Potensi Perceraian

Tidak hanya berdampak baik pada hubungan ayah dan anak, cuti ayah juga memberikan dampak bagi bagi hubungan suami dan istri. Meskipun cuti ayah relatif singkat, namun hal tersebut mampu mengurangi potensi perceraian lantaran peran seorang ayah sebagai suami mampu mengurangi beban yang ditanggung oleh istri yang baru melahirkan dengan merawat bayinya dan memungkinkan untuk memberikan waktu bagi ibu untuk beristirahat setelah persalinan.

5. Meningkatkan Kesetaraan Gender

Cuti ayah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesetaraan gender dalam keluarga dan tempat kerja. Dalam membagi tugas antara suami dan istri dalam merawat bayi, cuti ayah akan membantu mengurangi kesenjangan gender dan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi ayah yang ingin terlibat lebih dalam dalam kehidupan keluarga mereka.

6. Mengurangi Stres dan Kebosanan Ibu

Setelah melahirkan, seorang ibu baru mungkin akan merasa terisolasi dan kehilangan jaringan sosialnya. Dengan adanya cuti ayah, suami dapat membantu membawa istri keluar dari rumah untuk mengunjungi keluarga atau teman, sehingga dapat mengurangi stres dan kebosanan yang mungkin dialami oleh istri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kelahiran anak dapat merubah seluruh kehidupan pernikahan Anda, terutama jika anak itu adalah anak pertama. Sebagai pasangan suami istri yang menginginkan kehadiran buah hati, sudah sepatutnya bagi pasangan untuk bekerja sama dan mendukung satu sama lain di masa-masa peralihan ini.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami