Semana Santa Larantuka Kembali Digelar Menyambut Paskah
Sumber: kabarntt.co

News / 16 March 2023

Kalangan Sendiri

Semana Santa Larantuka Kembali Digelar Menyambut Paskah

Bella Tiurma Official Writer
1338

Tiga tahun belakangan tradisi Paskah Semana Santa di Larantuka memang sengaja ditiadakan karena pandemi. Tetapi di tahun ini, Keuskupan Larantuka kembali mengadakan perayaan yang identik dengan ritual masyarakat Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Rencananya, Semana Santa Larantuka akan berlangsung selama sepekan saat perayaan Paskah 2-9 April 2023. 

Pengadaan ritual keagamaan umat Katolik Flores ini disampaikan Uskup Larantuka secara tertulis melalui surat pastoral Keuskupan Larantuka dengan nomor KL 10/V.1/I/2123 yang tertanggal 10 Januari 2023 untuk . “Keputusan dibuka kembali Semana Santa 2023 ini diputuskan setelah kami melakukan rapat bersama pekan lalu,” ungkap Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung. 

Baca Juga : Uniknya Keanekaragaman Tradisi Paskah Di Seluruh Dunia

Lewat surat keputusan ini Keuskupan Larantuka menegaskan bahwa perayaan Semana Santa kembali digelar dengan memperhatikan beberapa hal terkait persiapan diri melalui rekoleksi bersama, tobat, dan pengakuan dosa pribadi, kepada seluruh umat Keuskupan Larantuka khususnya pemangku kepentingan. 

Keuskupan Larantuka mengharapkan untuk paroki atau stasi tertentu yang memiliki tradisi khusus, dapat menghidupkan semangat awal dari tradisi Semana Santa. Harapan yang diungkapkan guna mempertahankan pesan asli dari warisan rohani tersebut. Keuskupan juga meminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak keamanan agar proses kegiatan Semana Santa dapat berjalan dengan lancar. 

Untuk mengikuti Semana Santa ini, seluruh umat diwajibkan sudah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 3 atau booster. Walaupun pandemi dan PPKM sudah dicabut oleh pemerintah, kegiatan Semana Santa tetap menjaga protokol kesehatan oleh seluruh umat yang hadir. 

Asal Mula dan Rangkaian Semana Santa Larantuka 

Tradisi Semana Santa berawal sekitar 500 tahun lalu ketika bangsa portugis dan para misionaris datang ke Flores untuk menyebarkan agama Katolik di daerah tersebut. ketika itu ada seorang anak dari Suku Resiona sedang bermain di pantai dan menemukan sebuah patung di tepi pantai. Kemudian anak tersebut melaporkan kejadian itu kepada para tetua suku dan membawa patung tersebut ke Korke (rumah adat). Kala itu semua masyarakat di sana menyembah patung tersebut karena menurut kepercayaan mereka mendatangkan keberuntungan. Patung tersebut dikenal sebagai Tuan Ma. 

Raja Larantuka, Ola Adobala yang mengetahui hal itu membawa misionaris dari bangsa Portugis untuk memperlihatkan patung Tuan Ma. Ketika menyadari bahwa ada tulisan di dekat patung berbunyi “Santa Maria Reinha Rosari”, sang misionaris langsung berlutut menyadari bahwa patung tersebut adalah patung Bunda Maria.

Baca Juga : Selain Rayakan Dengan Ibadah, 7 Negara Ini Juga Rayakan Paskah dengan Tradisi yang Unik

Pada tahun 1665, putra dari Ola Adobala, Don Gaspar I mulai mengarak patung Tuan Ma keliling Larantuka. Hal ini yang menjadikan sebuah tradisi yang selalu dilaksanakan untuk menyambut Paskah dengan mengarak Tuan Ma (patung Bunda Maria) 

Rangkaian prosesi Semana Santa di mulai dari Minggu Palma, dilanjuti dengan Rabu Abu, Kamis Putih,  Jumat Agung, Sabtu Suci, dan perayaan Minggu Paskah. Perayaan keagamaan ini merupakan tradisi turun temurun dari warisan portugis dan tradisi adat yang sudah ada.

 

Sumber : Antaranews; indonesia.travel

Halaman :
1

Ikuti Kami